Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Menyikapi Tagar 2019 Ganti Presiden, Mahfud Sepakat KPU dan Bawaslu

  • Senin, 3 September 2018 | 22:20
  • / 22 Djulhijjah 1439
  • Dibaca : 5170 kali
Menyikapi Tagar 2019 Ganti Presiden, Mahfud Sepakat KPU dan Bawaslu
Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U. (rhd)

Memontum Kota Malang – Meski secara resmi belum memasuki masa kampanye Pilihan Presiden (Pilpres) 2019, sejumlah pihak yang ditengarai berada di posisi pro dan kontra, mulai adu strategi untuk menyerang dan menyebarkan black campaign pihak lawan. Kesengitan kedua pihak tak hanya lalu lalang di dunia media sosial, namun juga telah merambah ke rana kehidupan dan kegiatan nyata.

Menanggapi hal ini, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U, yang sebelumnya sempat digadang-gadang, namun kemudian batal menjadi pasangan calon wakil presiden dengan incumbent ini, menyatakan bahwa hal itu merupakan kewajaran. “Ini memang belum resmi, namun tiap orang atau kelompok berhak menyatakan aspirasinya. Tetapi dalam batas-batas konstitusional, artinya tidak ada kekerasan. Sebab pemilu adalah pelaksanaan hak-hak konstitusional yang disediakan oleh negara,” terang Mahfud MD, usai mengisi kuliah kebangsaan di UMM, Senin (3/9/2018).

Terkait tagar #2019 Ganti Presiden, pria kelahiran di Sampang, 13 Mei 1957 ini mengatakan, hal itu hanya soal penyikapan. Diharapkan, aparat penegak hukum dan aparat kemanan mampu bersikap profesional dengan bertindak adil, mana yang melanggar hukum dan tidak melanggar. “Kalau menurut KPU dan Bawaslu, hal itu bukan termasuk kampanye. Namun secara hukum, harus tetap diawasi oleh aparat,” terang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 ini.

Pria yang pernah menyandang gelar Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta ini, menambahkan, dalam menyikapi deklarasi, aparat harus tegas. Sebab dalam aksi deklarasi ada yang disertai kekerasan, ada yang disusupi kekerasan, dan sikap-sikap destruktif terhadap konstitusi dan ideologi Pancasila. “Segera ditindak jika menyimpang,” tegasnya.

Disinggung tentang keberpihakannya, Mahfud menjawab diplomatis, bahwa dirinya mendukung pihak-pihak yang menjaga keutuhan NKRI dan ideologi Pancasila, serta melawan yang anti Pancasila. “Saya mendukung yang pro NKRI dan Pancasila. Tanpa diskriminasi dan tetap agamis. Saya hanya mendukung itu. Yang mana, saat ini tidak boleh menyebut pasangan mana,” bebernya.

Didesak, pihak pasangan mana yang telah menawari dirinya untuk menjadi tim sukses dalam mendukung salah satu pasangan capres-cawapres, Mahfud tegas berkelit. “Ga ada yang nawarin,” tukasnya menghindari awak media. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional