Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Kurs Dolar Amerika Naik, Pengaruhi Harga Pakan Ternak Ayam

  • Selasa, 11 September 2018 | 21:49
  • / 30 Djulhijjah 1439
Kurs Dolar Amerika Naik, Pengaruhi Harga Pakan Ternak Ayam
Sejumlah peternak ayam di Lamongan melakukan subtitusi dengan bahan lokal jagung dan dedak padi kurang biaya produksi akibat pakan ayam naik

Memontum Lamongan – Naiknya kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah turut mempengaruhi harga pakan ternak, khususnya pakan ternak ayam. Akibatnya, para peternak ayam harus mengeluarkan biaya produksi yang cukup tinggi agar tetap bisa berproduksi.

“Jadi sejak kurs dolar terus mengalami kenaikan, harga pakan sudah naik antara Rp 400 sampai Rp 600 per kilogram yang berdampak naiknya biaya produksi untuk ternak telur ataupun ayam pedaging,” kata salah seorang peternak ayam di Lamongan, Suparto yang juga pembina peternak ayam petelur di wilayah Lamongan, Tuban dan Bojonegoro dalam Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Selasa (11/9/2018).

Dikatakan Suparto, untuk pakan ayam petelur naik yang awalnya Rp 4.600 per kilogram kini sudah mencapai Rp 5.200 per kilogram, sementara pakan ayam broiler awalnya Rp 6.000 per kilogram sekarang Rp 6.500 per kilogram.

Untuk mengatasi kenaikan harga pakan ini, tambah Suparto peternak ayam melakukan sejumlah solusi. Solusi pertama, peternak melakukan efisiensi dengan mengafkir ayam-ayam tua yang sudah kurang produktif lagi.

“Kemudian melakukan subtitusi dengan bahan lokal jagung dan dedak padi, walaupun akhir ini juga naik tajam, jagung kering pipil di petani Rp 4.500 dari normal Rp 3.200 dan dedek Rp 3.000 dari normal Rp. 2.300,” terangnya.

Kondisi ini, menurut Suparto mengakibatkan para peternak ayam mengalami kerugian. Sebab, adanya kenaikan harga pakan ini tidak dibarengi naiknya harga telur maupun daging ayam.

“Harga telur dan daging menurunan saat ini, karena melemahnya daya beli masyarakat. Hal ini yang membuat para peternak merugi saat ini karena biaya produksi naik sedang harga telur dan daging ayam malah turun,” ujarnya.

Bahkan, Suparto menyebut kerugian yang dialami para peternak ayam ini mencapai jutaan rupiah. ” Dalam sehari kita bisa merugi Rp. 200 ribu atau Rp. 6 juta sebulan,” keluhnya.

Lebih lanjut, Suparto berharap agar pemerintah segera memberikan solusi agar peternak ayam tidak semakin merugi. “Semoga lekas ada solusi dari pemerintah saat ini, agar kami bisa tetap bertahan,” pungkasnya. (ifa/zen/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional