Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG

ICGAB II Angkat Keberlanjutan Sumber Daya Tropis Indonesia

  • Selasa, 18 September 2018 | 14:25
  • / 7 Muharram 1440
  • Dibaca : 60 kali
ICGAB II Angkat Keberlanjutan Sumber Daya Tropis Indonesia
Para narasumber memaparkan materi terkait ICGAB II 2018. (rhd)

Memontum Kota Malang—-Pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia diperlukan untuk mengatasi masalah kemiskinan, perubahan iklim, dan degradasi lingkungan. Keberlanjutan sumber daya tropis Indonesia memiliki peran penting untuk mengatasi populasi yang tumbuh cepat, meningkatkan permintaan makanan, mempercepat kerusakan lingkungan, dan memperluas industri. Oleh karena itu, untuk meningkatkan dan memperkuat pengelolaan sumber daya tropis, yaitu melalui konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, penghematan energi dan kegiatan ramah lingkungan, atau mempraktikkan konsep bioekonomi melingkar akan mendukung strategi kesejahteraan nasional.

Dekan FTP UB Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc. (kiri), usai memberikan cinderamata kepada narasumber. (rhd)

Dekan FTP UB Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc. (kiri), usai memberikan cinderamata kepada narasumber. (rhd)

Untuk mencari solusi itu dituangkan dalam 2nd International Conference on Green Agro Industry and Bioeconomy (ICGAB) 2018, di gedung Widyaloka UB, Selasa-Kamis (18-20/9/2018). Di tahun 2018, ICGAB II terselenggara atas kerjasama Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) dan PERMI, dimana FTP UB sebagai tuan rumah even internasional kedua ini, untuk membahas Pembangunan Berkelanjutan dan Penguatan Sumber Daya Alam Tropis bagi Kesejahteraan Nasional melalui penerapan circular Green Agro Industry and Bioeconomy. Selain PERMI, juga melibatkan FKPT-TPI, KBI, SEARCA, SEAMEO, PATPI, PERTETA dan APTA.

Wakil Rektor IV UB Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati, MS, membuka ICGAB II 2018. (rhd)

Wakil Rektor IV UB Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati, MS, membuka ICGAB II 2018. (rhd)

“Ini ICGAB kedua kami, dimana ICGAB sangat relevan dengan visi, misi dan perencanaan strategis fakultas kami. Tujuan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya adalah menjadi pusat keunggulan di bidang Teknologi Pertanian, baik secara nasional maupun internasional serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan untuk memperkuat kesejahteraan nasional di Indonesia. Tahun ini dihadiri hampir 400 delegasi (dari 7 negara) yang berasal dari berbagai universitas nasional dan internasional, lembaga penelitian, dan industri,” jelas Dekan FTP UB Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc.

Meningkatnya populasi global, ekspansi perkotaan, perubahan perilaku gaya hidup dan pola makan menyebabkan peningkatan ketiganya yang saling berkaitan. Keterkaitan yang kompleks antara ketiga kebutuhan penting membutuhkan pendekatan yang terintegrasi untuk menjaga ketahanan air dan pangan, serta untuk memastikan produksi pertanian maupun energi yang berkelanjutan. “Bioekonomi memberi kita harapan baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut melalui berbagai pendekatan yang dapat diterapkan di bidang pertanian dan kehutanan, makanan, energi terbarukan, kimia, dan farmasi, serta dalam menciptakan bahan-bahan inovatif,” tambah Darminto, sapaan akrabnya.

Meskipun banyak kegiatan dan berbagai kolaborasi telah dilakukan pemerintah dengan badan-badan yang terkait, namun masih banyak lagi yang harus dilakukan. Universitas Brawijaya memainkan peran penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui berbagai temuan penelitian dan program layanan masyarakat, yang terintegrasi dalam peta ketahanan pangan; keamanan energi; good governance; agroforestry; kesehatan, nutrisi dan obat-obatan. Sekaligus untuk menyebarluaskan pengetahuan, hasil penelitian, dan teknologi, bertukar gagasan dan berbagi kisah sukses di antara pelaku dan para pemangku kepentingan dari seluruh dunia.

“Kami juga mendukung pengembangan green agroindustry dengan memberikan bantuan, pelatihan, dan dukungan teknis. Namun, kami menyadari bahwa upaya kami untuk dunia yang lebih baik akan membuat dampak yang lebih besar dengan lebih banyak kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sebab penciptaan bioekonomi melalui penerapan green agro industry dan bioteknoiogi industri dapat merangsang inovasi teknologi, daya saing industri dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, serta pada saat yang sama juga menjaga sumber daya alam,” jelas Wakil Rektor IV UB Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati, MS, mewakili Rektor UB Prof. Dr.Ir. Nuhfil Hanani AR., MS.

Dalam ICGAB II 2018, menghadirkan para pemateri, diantaranya Prof. Simon B. Widjanarko (Professor of Food Technology, Universitas Brawijaya, Indonesia), Dr. Swasmi Purwajanti (Agency for the Assessment and Application of Technology (BPPT)), Prof. Kazuhito Fujiyama (Osaka University Japan), Prof. Patricia Rayas-Duarte (Oklahoma University, US), Prof. Dr. Antje Labes (Hochschule Flensburg University of Applied Sciences, Germany), Prof. Masashi Kato (Meijo University Japan), Assist. Prof Ertan Ermis (Istanbul Sabahattin Zaim University Turkey). (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional