Connect with us

Kota Malang

ICGAB II Angkat Keberlanjutan Sumber Daya Tropis Indonesia

Diterbitkan

||

Para narasumber memaparkan materi terkait ICGAB II 2018. (rhd)

Memontum Kota Malang—-Pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia diperlukan untuk mengatasi masalah kemiskinan, perubahan iklim, dan degradasi lingkungan. Keberlanjutan sumber daya tropis Indonesia memiliki peran penting untuk mengatasi populasi yang tumbuh cepat, meningkatkan permintaan makanan, mempercepat kerusakan lingkungan, dan memperluas industri. Oleh karena itu, untuk meningkatkan dan memperkuat pengelolaan sumber daya tropis, yaitu melalui konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, penghematan energi dan kegiatan ramah lingkungan, atau mempraktikkan konsep bioekonomi melingkar akan mendukung strategi kesejahteraan nasional.

Dekan FTP UB Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc. (kiri), usai memberikan cinderamata kepada narasumber. (rhd)

Dekan FTP UB Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc. (kiri), usai memberikan cinderamata kepada narasumber. (rhd)

Untuk mencari solusi itu dituangkan dalam 2nd International Conference on Green Agro Industry and Bioeconomy (ICGAB) 2018, di gedung Widyaloka UB, Selasa-Kamis (18-20/9/2018). Di tahun 2018, ICGAB II terselenggara atas kerjasama Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) dan PERMI, dimana FTP UB sebagai tuan rumah even internasional kedua ini, untuk membahas Pembangunan Berkelanjutan dan Penguatan Sumber Daya Alam Tropis bagi Kesejahteraan Nasional melalui penerapan circular Green Agro Industry and Bioeconomy. Selain PERMI, juga melibatkan FKPT-TPI, KBI, SEARCA, SEAMEO, PATPI, PERTETA dan APTA.

Wakil Rektor IV UB Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati, MS, membuka ICGAB II 2018. (rhd)

Wakil Rektor IV UB Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati, MS, membuka ICGAB II 2018. (rhd)

“Ini ICGAB kedua kami, dimana ICGAB sangat relevan dengan visi, misi dan perencanaan strategis fakultas kami. Tujuan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya adalah menjadi pusat keunggulan di bidang Teknologi Pertanian, baik secara nasional maupun internasional serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan untuk memperkuat kesejahteraan nasional di Indonesia. Tahun ini dihadiri hampir 400 delegasi (dari 7 negara) yang berasal dari berbagai universitas nasional dan internasional, lembaga penelitian, dan industri,” jelas Dekan FTP UB Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc.

Meningkatnya populasi global, ekspansi perkotaan, perubahan perilaku gaya hidup dan pola makan menyebabkan peningkatan ketiganya yang saling berkaitan. Keterkaitan yang kompleks antara ketiga kebutuhan penting membutuhkan pendekatan yang terintegrasi untuk menjaga ketahanan air dan pangan, serta untuk memastikan produksi pertanian maupun energi yang berkelanjutan. “Bioekonomi memberi kita harapan baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut melalui berbagai pendekatan yang dapat diterapkan di bidang pertanian dan kehutanan, makanan, energi terbarukan, kimia, dan farmasi, serta dalam menciptakan bahan-bahan inovatif,” tambah Darminto, sapaan akrabnya.

Meskipun banyak kegiatan dan berbagai kolaborasi telah dilakukan pemerintah dengan badan-badan yang terkait, namun masih banyak lagi yang harus dilakukan. Universitas Brawijaya memainkan peran penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui berbagai temuan penelitian dan program layanan masyarakat, yang terintegrasi dalam peta ketahanan pangan; keamanan energi; good governance; agroforestry; kesehatan, nutrisi dan obat-obatan. Sekaligus untuk menyebarluaskan pengetahuan, hasil penelitian, dan teknologi, bertukar gagasan dan berbagi kisah sukses di antara pelaku dan para pemangku kepentingan dari seluruh dunia.

“Kami juga mendukung pengembangan green agroindustry dengan memberikan bantuan, pelatihan, dan dukungan teknis. Namun, kami menyadari bahwa upaya kami untuk dunia yang lebih baik akan membuat dampak yang lebih besar dengan lebih banyak kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sebab penciptaan bioekonomi melalui penerapan green agro industry dan bioteknoiogi industri dapat merangsang inovasi teknologi, daya saing industri dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, serta pada saat yang sama juga menjaga sumber daya alam,” jelas Wakil Rektor IV UB Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati, MS, mewakili Rektor UB Prof. Dr.Ir. Nuhfil Hanani AR., MS.

Dalam ICGAB II 2018, menghadirkan para pemateri, diantaranya Prof. Simon B. Widjanarko (Professor of Food Technology, Universitas Brawijaya, Indonesia), Dr. Swasmi Purwajanti (Agency for the Assessment and Application of Technology (BPPT)), Prof. Kazuhito Fujiyama (Osaka University Japan), Prof. Patricia Rayas-Duarte (Oklahoma University, US), Prof. Dr. Antje Labes (Hochschule Flensburg University of Applied Sciences, Germany), Prof. Masashi Kato (Meijo University Japan), Assist. Prof Ertan Ermis (Istanbul Sabahattin Zaim University Turkey). (rhd/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Malang

Sego Pecel Mepet Sawah, Semangat Kerja Bapenda Kota Malang

Diterbitkan

||

Pimpinan Cabang Bank Jatim Malang, Herry Setya Yudakka (kiri) menerima Buku '50 Inovasi Peningkatan PAD dari Sektor Pajak' dari Kepala Bapenda Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT dalam kunjungannya ke kantor Bapenda, siang kemarin
Pimpinan Cabang Bank Jatim Malang, Herry Setya Yudakka (kiri) menerima Buku '50 Inovasi Peningkatan PAD dari Sektor Pajak' dari Kepala Bapenda Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT dalam kunjungannya ke kantor Bapenda, siang kemarin

Memontum Kota Malang – Bukan prasmanan mewah. Tanpa gebyar yang meriah. Hangat dengan obrolan renyah, meski menu hanya sego pecel mepet sawah. Begitulah suasana syukuran sederhana di ruang rapat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) siang kemarin. Seiring pergantian identitas dari sebelumnya mengusung nama Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D), semangat baru diusung OPD yang masih dikomandani Ir H Ade Herawanto MT, tersebut.

Jika sebelumnya tugas BP2D sesuai nomenklatur dan tusi dalam Perda serta Perwal terdahulu hanya menangani pelayanan masyarakat dan pemungutan terhadap pajak daerah, kini tugas Bapenda bertambah. Sesuai peraturan perundangan, sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah & Retribusi Daerah, Bapenda Kota Malang tetap bertugas menangani pelayanan dan pemungutan terhadap sembilan jenis pajak daerah.

Suasana makan siang dan syukuran sederhana di ruang rapat Bapenda Kota Malang

Suasana makan siang dan syukuran sederhana di ruang rapat Bapenda Kota Malang

“Serta ditambah fungsi-fungsi koordinasi dan akuntansi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang yang meliputi pemungutan dan pembukuan pajak daerah. Semua retribusi daerah dan pendapatan asli daerah lain yang sah seperti sewa aset dan lain-lain,” beber Wakil Walikota Malang, Ir H Sofyan Edi Jarwoko.

Wawali yang akrab disapa Bung Edi itu berharap agar amanat UU No 28 Tahun 2009 dapat dilaksanakan dengan baik oleh Bapenda.

“Harapan kedua, terkait peran tugas fungsi koordinasi dan akuntasi PAD supaya semakin jelas siapa berwenang dan bertanggung jawab sehingga tidak terjadi over lapping antar perangkat daerah,” jelasnya.

Ketiga, Edi berharap Bapenda di bawah komando Sam Ade tetap optimal dalam melakukan upaya intensifikasi maupun ekstensifikasi demi meningkatkan PAD dari sektor pajak. Untuk tahun 2020, target PAD Kota Malang sebesar lebih dari Rp 731 Milyar. Bapenda sendiri ditarget mampu membukukan pendapatan dari sektor pajak hingga Rp 621 Milyar alias naik 23% dari target tahun 2019 sebesar Rp 501 Milyar. Sementara nilai retribusi berkisar Rp 110 Milyar lebih.

“Dengan tugas yang semakin bertambah dan target yang kian meningkat, artinya segenap awak Bapenda harus makin bekerja keras dan harus tetap optimis mampu memenuhi target,” tandas Sofyan Edi.

Pendapat senada diamini Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, H Asmualik. Pihaknya berharap seiring perubahan nama dan nomenklatur BP2D menjadi Bapenda, kinerja ke depannya dapat lebih maksimal dalam upaya memenuhi target.

“Spirit perubahan ini harus bisa dibawa dalam setiap kerja-kerja nyata Bapenda dalam menghimpun uang pajak dari masyarakat, sehingga peningkatan pendapatan daerah melalui sektor pajak dan retribusi dapat terus digenjot,” ujar Asmualik.

“Harapan kita bersama bahwa dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, dapat memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat dalam bentuk program pembangunan dan kesejahteraan rakyat oleh Pemkot Malang,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bapenda Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT memastikan segenap jajarannya akan tetap bekerja dengan giat, gembira dan integritas tinggi.

“Kami akan berusaha lebih baik. Para petugas pajak juga harus lebih tertib dalam menjalankan tugasnya sehingga memberi contoh nyata bagi para Wajib Pajak,” seru Sam Ade d’Kross, sapaan akrab pria yang juga dikenal sebagai tokoh Aremania itu.

Meski punya ‘bendera’ baru dan mengusung paradigma anyar dengan tugas dan fungsi yang lebih diperkaya, kinerja Bapenda akan terus dikawal dan disupervisi ketat oleh Tim Korsupgah KPK RI Wilayah VI yang sejak tahun lalu melakukan pendampingan terhadap BP2D dan Pemkot Malang.

Sebagai langkah gerak cepat, Rabu (29/1/2020) siang, Sam Ade dan jajarannya langsung menggelar rapat koordinasi bersama para stakeholder untuk aktualisasi sistem pajak online.

“Harapannya mulai awal Februari nanti kita sudah bisa menerapkan sistem pajak online atau e-Tax yang lebih update dan terintegrasi,” tuturnya. Pria yang juga dikenal sebagai tokoh olahraga nasional itu menambahkan, yang dimaksud antara lain e-Tax meliputi pelayanan online terhadap pajak hotel/ kost, resto, pajak parkir, e-BPHTB dan e-Reklame bekerjasama dengan Bank Jatim sesuai MoU serta mengacu arahan-arahan dari Tim Korsupgah KPK.

“Sehingga dapat mengcover para pelaku usaha yang terdaftar sebagai Wajib Pajak, baik itu Wajib Pajak lama yang sudah ada ataupun yang baru terdaftar,” papar Sam Ade.

Pimpinan Cabang Bank Jatim Malang, Herry Setya Yudakka menegaskan, pihaknya selaku mitra kerja bakal mengapresiasi dan mendukung penuh program-program Bapenda.

“Selain menjalankan tugas sebagai bank persepsi, kami juga siap mensupport pajak online atau e-Tax yang diterapkan Bapenda melalui aplikasi dan sistem inovatif kami,” terangnya di Kantor Bapenda. Herry bahkan langsung menerjunkan tim IT Bank Jatim untuk proaktif dan hadir langsung dalam rapat koordinasi yang berlangsung tadi siang.

“Upaya optimalisasi dan sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan bagi masyarakat serta menunjang upaya Pemkot Malang untuk meningkatkan PAD dari sektor pajak,” pungkasnya.(*yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Dindik Kota Malang Raih Tiga Penghargaan Dalam Ajang AIKID 2019

Diterbitkan

||

Dindik Kota Malang Raih Tiga Penghargaan Dalam Ajang AIKID 2019

Memontum Kota Malang – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang berhasil menyabet sederet penghargaan dalam ajang Anugerah Inovasi dan Kreatifitas Informasi Digital (AIKID) 2019 yang digelar pada Rabu (16/10/2019). Ajang tersebut merupakan event yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) untuk menilai media sosial dan website di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang.

Total ada sebanyak 3 piala yang berhasil disabet oleh Dindik Kota Malang. Antara lain juara 2 pada kategori Media Sosial Terbaik, juara 1 pada kategori Website Terbaik OPD dan Sekretariat dan Website Terfavorit kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Malang.

Piala juga diserahkan langsung oleh Walikota Malang Sutiaji kepada Dindik Kota Malang, Zubaidah. Sedangkan untuk website terfavorit diserahkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang Widayati Sutiaji.

Saata ditemui di ruang kerjanya, Zubaidah mengatakan bahwa dirinya sangat bangga dan senang atas prestasi yang diraihnya tersebut. Ia menyebut, penghargaan yang diperoleh merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak.

“Itu semua kan bukan kita yang menilai. Tanpa kerja keras dari kami (staf dan jajaran) Dindik Kota Malang, prestasi tersebut juga tidak akan bisa diraih,” ujae Zubaidah.

Zubaidah juga mengatakan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Kota Malang, hingga penghargaan tersebut dapat diraih. Menurutnya, dalam ajang tersebut, masyarakat juga sangat berperan penting hingga Dindik Kota Malang dapat meraih prestasi.

“Itu kan penilaian masyarakat. Dan saya sendiri juga kaget, ternyata website dan akun media sosial milik kami (Dindik) juga dapat membantu masyarakat dalam mencari informasi seputar pendidikan. Bahkan kami juga membuka semacam portal untuk menampung keluhan masyarakat seputar dunia pendidikan,” jelasnya kepada Memo X.

Namun begitu, Zubaidah mengatakan, bahwa dengan prestasi yang telah diraih kini, tidak lantas membuat dirinya beserta seluruh staf dan jajajaran Dindik Kota Malang berpuas diri. Ia mengatakan, bahwa pihaknya harus tetap membuat inovasi-inovasi baru yang bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan masyarkat terlebih dalam dunia pendidikan.

“Sudah jelas kami semua sangat bangga dengan prestasi ini. Namun saya berharap hal itu tidak cukup sampai disini dan tidak membuat kami mudah berpuas diri. Ini harus bisa menjadi motivasi bagi kami untuk tetap berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Kota Malang,” jelasnya.

Ia mengaku, capaian tersebut bukan berarti diraih tanpa tantangan. Namun menurutnya, hal itu menjadi koreksi dan memotivasi dirinya untuk tetap menjadi lebih baik.

“Yang namanya tantangan pasti ada, namun semuanya kembali kepada masyarakat. Prestasi yang kita raih kan juga penilaian masyarakat,” pungkasnya. (*gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler