Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Kasdim 0815 Ajak FKDM Tingkatkan Kepekaan dan Kewaspadaan

  • Jumat, 21 September 2018 | 17:51
  • / 10 Muharram 1440
Kasdim 0815 Ajak FKDM Tingkatkan Kepekaan dan Kewaspadaan
Berlangsungnya Rapat Koordinasi pengurus FKDM Tomas dan Toga se- wilayah Kota Mojokerto

Memontum Mojokerto Kepala Staf Kodim 0815 Mojokerto Mayor Inf Nuryakin, S.Sos, hadir sekaligus menjadi pemateri pada kegiatan Rakor Pengurus Forum Kewaspadaaan Dini Masyarakat (FKDM), Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Se-Wilayah Kota Mojokerto di Ruang Pertemuan Gedung PKK Jalan Hayam Wuruk Nomor 50 Kota Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (20/09/2018).

Acara dibuka oleh Kepala Bakesbangpol Kota Mojokerto, Anang Faruroji, S.Sos, M.Si, selaku penyelenggara, yang dalam sambutannya menyampaikan, bahwa terwujudnya iklim yang kondusif di wilayah Kota Mojokerto tak lepas dari adanya kerja sama Pemerintah daerah, instansi terkait, FKDM dan peran serta dari seluruh warga Kota Mojokerto.

“Kondisi ini harus terus dipelihara, untuk itu para pengurus FKDM, Tomas dan Toga harus peka terhadap permasalahan yang muncul di masyarakat melalui upaya lapor cepat dan temu cepat sehingga permasalahan dapat dilokalisir dan dituntaskan dengan segera. FKDM harus membantu pemerintah sesuai tugas dan fungsinya di masyarakat,” pintanya.

Pada kesempatan berikutnya, Kepala Staf Kodim 0815 Mojokerto Mayor Inf Nuryakin, S.Sos, menyampaikan materi bertajuk “Mendeteksi Berbagai Kerawanan Pada Masyarakat Dengan Cara Lapor Cepat Dan Temu Cepat”, yang memaparkan kondisi global, regional dan kondisi dalam negeri termasuk kondisi sosial dan kemungkinan ancaman terkini yang dihadapi Bangsa Indonesia termasuk masyarakat Kota Mojokerto.

Kondisi global dan regional ini, lanjut Kasdim, sangat berpengaruh terhadap kondisi dalam negeri terlebih di era digital dan globalisasi seperti saat ini. “Pasca berakhirnya perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur setelah tumbangnya Uni Soviet, maka peta politik dunia telah berubah dan saling berebut pengaruh, serta akses informasi semakin terbuka, dimana wawasan dan ilmu pengetahuan akan semakin bertambah yang tentunya bisa mengubah cara pandang masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan,”paparnya.

Kemungkinan ancaman yang dihadapi, diantaranya ancaman tradisional berupa invasi atau agresi militer negara lain, tetapi hal ini dimungkinkan kecil terjadi karena ada peran PBB dan reaksi dunia internasional. Namun yang paling berpotensi bahkan sebagian sudah terjadi yakni ancaman non tradisional yang bersumber dari kejahatan terorganisir lintas negara dengan memanfaatkan kondisi dalam negeri yang tidak kondusif dengan memanfaatkan Ipoleksosbud Hankam.

“Ancaman yang terjadi dalam bentuk terorisme, gerakan separatis, aksi radikalisme, konflik komunal, dampak bencana alam, kejahatan lintas negara seperti perompakan, penyelundupan manusia, perdagangan manusia/trafficking, illegal fishing, penyelundupan Narkoba dan lain-lain,” bebernya.

Agar semua itu tidak terjadi, maka semua pihak baik FKDM, Tomas dan Toga harus mengantisipasinya melalui membangun kepekaan/kewaspadaan dengan mengamati setiap bentuk perubahan yang tidak wajar di lingkungan, selanjutnya dikembangkan dengan mengamati permasalahan yang lebih luas dan kompleks serta diikuti perkembangannya secara berkelanjutan, urai mata rantainya kemungkinan ada keterkaitan dengan peristiwa lainnya.

“Langkah ini merupakan bentuk dari kegiatan deteksi dini dan cegah dini yang harus ditindaklanjuti dengan lapor cepat dan temu cepat. Hal ini bisa diterapkan terhadap setiap perkembangan situasi baik geografi, demografi dan kondisi sosial yang dapat mempengaruhi semua aspek kehidupan masyarakat. Namun tentunya ada tata cara atau prosedur yang harus dilalui sehingga kegiatan deteksi dini dan cegah dini dapat berlangsung secara sistematis dan berkesinambungan,” jelas Kasdim.

Sebelum mengakhiri materinya, Kasdim berpesan kepada pengurus FKDM, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat dan pengikutnya agar tidak mudah terpengaruh atau terprovokasi oleh isue-isue yang belum tentu kebenarannya. “Hindari gesekan sekecil apapun terlebih di tahun politik ini, demi terwujudnya kondusifitas di wilayah sehingga pesta demokrasi (Pileg-Pilpres, -red) yang akan datang berlangsung aman dan damai,” pintanya.(den/gan/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional