Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Meriahnya Peringatan Hari Asyura di Desa Drajat

  • Jumat, 21 September 2018 | 17:56
  • / 10 Muharram 1440
Meriahnya Peringatan Hari Asyura di Desa Drajat
Seribuan warga Desa Drajat Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan memperingati 10 Muharram 1440 H atau hari Asyura dengan melakukan pawai obor.

Memontum LamonganSeribuan warga Desa Drajat Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan memperingati 10 Muharram 1440 H atau hari Asyura dengan melakukan pawai obor, Kamis (20/9/2018) malam. Mereka berjalan sambil membawa obor mengelilingi Desa mereka.

“Kegiatan pawai obor ini merupakan agenda tahunan disetiap bulan Muharram teman-teman Karang Taruna,” kata Eko Wahyu Santoso Ketua Taruna Tunas Harapan Desa Drajat, Kamis (20/9/2018)malam.

Dalam kegiatan yang bertemakan Drajat Tempo Dulu ini,  selain diadakan pawai obor juga diadakan pertunjukan permainan tradisional oleh anak-anak madrasah seperti Engrang, Bak Sodor, Cublek-cublek Suweng, Long-long kaendang dan loncat karet.

“Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Degradasi keceriaan anak-anak pada gadget maupun televisi. Dengan memperkenalkan permainan tempo doeloe harapan kami, anak-anak ke depan akan tertarik dan berminat untuk tetap melestarikan permainan-permaiman tradisional tersebut,” tutur Susan panggilan akrab Eko Wahyu Santoso yang menyebutkan selain warga Desa Drajat,  kegiatan oni juga dihadiri warga desa sekitar.

Di sisi lain,  Ketua Panitia kegiatan, A Fatih Sahrul Mubarok dengan adanya kegiatan ini menjadikan masyarakat Desa Drajat lebih berkarakteristik lagi.


“Harappanya agar masyarakat mempunyai kepribadian yang berbudaya dan juga menjadi karakteristik tersendiri dri masyarakat Desa Drajat,” ucapnya.

Sementara itu,  Kepala Desa Drajat A Nailul Fauzi mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan pemuda karang taruna ini. Sebab menurutnya apa yang disajikan oleh para pemuda ini sungguh kental dengan adat budaya yang harusnya selalu dilestarikan.

“Kegiatannya sangat luar biasa, hal ini di lihat dari aspek tema kegiatan, karakter acara yang kental dengan adat Jawa nya yang seakan kita di bawa ke masa lalu, serta tata ruang dan panggung yang sangat elok, menghadirkan kan geguyuban keluarga besar warga masyarakat Drajat yang rukun dan bersatu,” ucapnya.

Ia pun memiliki harapan tinggi untuk ke depannya agar tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Desa Drajat, namun juga bisa dilakukan oleh seluruh warga Kabupaten Lamongan.

“Harapan kedepannya kegiatan pawai obor ini bisa terus berlangsung dan lebih kreatif, serta acara  bisa di nikmati oleh semua orang, bukan hanya warga desa Drajat, tapi oleh semua, warga Lamongan dan Indonesia,” pungkasnya. (ifa/zen/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional