Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Warga Demo Diwarnai Bakar Ban Bekas di Mapolres Probolinggo Kota

  • Sabtu, 22 September 2018 | 02:05
  • / 11 Muharram 1440
Warga Demo Diwarnai Bakar Ban Bekas di Mapolres Probolinggo Kota
Warga saat mendatangi mapolresta dan membakar ban bekas (pix)

Memontum ProbolingoPolres Probolinggo Kota tidak ingin kecolongan dalam pengamanan pemilu 2019 nanti. Hal itu ditunjukkan oleh kegiatan-kegiatan cipta kondisi di wilayah Kota Probolinggo, dan salah satunya mengadakan simulasi pengamanan pelaksanaan Pileg-Pilpres yang rawan konflik.

Adegan dalam simulasi tersebut meliputi warga sebagai pemilih berdatangan ke tempat pemungutan suara (TPS) yang disediakan dalam pemilu. Usai pencoblosan, warga yang menduga ada kecurangan saat penghitungan surat suara, tiba-tiba membuat gaduh. Sebab, salah satu saksi menduga Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) melakukan kecurangan.

Pihak kepolisian polres probolinggo saat menghadang massa (pix)

Pihak kepolisian polres probolinggo saat menghadang massa (pix)

Hal itulah yang menyulut kegaduhan dan menyebabkan massa berdatangan. Situasi pun memanas dan nyaris tidak terkendali. Beruntung dalam suasana genting, anggota kepolisian melakukan pengamanan dengan membawa kotak surat suara yang ada di tempat tersebut.

Tetapi apa yang dilakukan pihak kepolisian membuat warga semakin kecewa. Dan ratusan warga kemudian berkumpul dan mendatangi kantor KPU setempat. Mereka memaksa masuk ke dalam kantor untuk menemui Komisioner KPU. Upaya itu mendapat pertentangan dari pihak keamanan, karena tidak ada ijin sebelumnya.

Upaya mediasi yang tak berbuah hasil, membuat warga dan kerumunan massa marah. Massa mulai beringas, terlihat adanya lemparan barang kepada petugas termasuk melakukan aksi pembakaran ban bekas. Sehingga petugas pengamanan langsung melakukan penyemprotan massa dengan watercanon dan gas air mata guna membubarkan kerumunan massa, akhirnya massa bisa dibubarkan. Polisi juga berhasil mengamankan provokator yang dinilai menjadi biang kerusuhan.

“simulasi yang kami lakukan ini merupakan bentuk pra pengamanan untuk Pileg-Pilpres 2019. Upaya ini dilakukan untuk memberikan sosialisasi dan pamahaman kepada masyarakat tentang pemilu 2019 mendatang. Karena bagi kami, pelaksanan pileg- Pilpres 2019 aman dan kondusif adalah harga mati,” jelas AKBP Alfian Nurrizal, Kapolres Probolinggo Kota Kepada memontum.com.

Pileg di Kota Probolinggo diikuti oleh 315 Caleg. Sedangkan untuk pengamanannya, Polresta Probolinggo menyiagakan 341 personel. Dan juga Brimob Polda Jatim.

“Mereka akan ditugaskan di semua tingkatan baik di kelurahan, kecamatan sampai dengan kota,” tambah Alfian. (pix/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional