Connect with us

Kota Malang

Dinas Perindustrian Kota Malang Bina 50 IKM, Tingkatkan Kualitas Produksi Furniture

Diterbitkan

||

Pelaku usaha mebel/forniture di Kota Malang sedang mengikuti pembinaan dan pelatihan kerja di hotel Montana 2 Kota Malang (Memo X/Cw4)

Memontum Kota Malang——Menghadapi persaingan usaha dibidang forniture yang semakin ketat. Dinas Perindustrian Kota Malang memberikan pembinaan dan pelatihan tentang peningkatkan kualitas produksi kepada pelaku industri kecil menengah (IKM) Kota Malang.

 

Kegiatannya dilaksanakan di aula hotel Montana II, Kota Malang mulai Senin (13/11/2017) sampai Rabu (15/11/2017) siang. Pesertanya berjumlah 50 orang pelaku IKM.

 

Kepala Dinas Perindustrian, Kota Malang Subkhan menegaskan, persaingan usaha forniture tidak sebatas datang dari dalam negeri. Semenjak diberlakukannya program Masyarakat Ekonomi ASEAN. Tantangan bisnis usaha furniture juga datang dari negara ASEAN.

 

“Sebenarnya furniture yang diproduksi oleh pelaku IKM di Kota Malang sudah bagus. Tapi perlu ditingkatkan lagi kualitasnya. Supaya nilai jualnya tinggi dan tidak kalah dengan produk forniture luar negeri,” tegas Subkhan.

 

Pada pelatihan kali ini kata dia, mendatangkan instruktur dari dosen VEDC Kota Malang dan Badan Perizinan Terpadu Kota Malang. Instruktur dari VEDC akan mengupas habis teknik pemotongan, pengesetan dan finishing aneka macam forniture.

Pelaku usaha mebel/forniture di Kota Malang sedang mengikuti pembinaan dan pelatihan kerja di hotel Montana 2 Kota Malang (Memo X/Cw4)

Pelaku usaha mebel/forniture di Kota Malang sedang mengikuti pembinaan dan pelatihan kerja di hotel Montana 2 Kota Malang
(Memo X/Cw4)

“Pada pelatihan kali ini konsentrasi kita pada daur ulang kayu palet yang berasal dari pohon pinus. Kita pilih kayu palet karena harga bahan bakunya murah. Setelah kita olah sedikit saja. Maka harga barangnya menjadi ratusan ribu sampai jutaan rupiah,” sebut Subkhan.

 

Pelatihan dan peningkatan kualitas produksi bagi pelaku IKM di Kota Malang memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) tahun 2017. “Sasarannya pelaku IKM dan masyarakat yang ingin membuka usaha mebeler dirumahnya,” tandas dia.

 

Pengrajin rotan dari Kelurahan Balearjosari Kota Malang Mardian menyambut baik acara yang diselenggarakan Dinas Perindustrian Kota Malang. Lewat even semacam ini bisa menambah pengetahuan tentang perkembangan bisnis furniture.

 

Terkait dengan keberlangsungan usaha kerajinan mebeler di Kota Malang. Kata Mardian masih kalah dengan usaha kerajinan rotan dari Bali. Barang yang dihasilkan pengrajin rotan dari Kelurahan Balearjosari motifnya tertinggal selangkah dengan pengrajin rotan di Bali.

 

“Misalkan kursi pantai dari rotan. Kita masih membuat yang tipe permanen. Di Bali kursi pantai dari rotan sudah ada rodanya. Selain pelatihan semacam ini. Kita ingin diajak studi banding ke Bali. Kita ingin belajar motif furniture berbahan dasar rotan di Bali. Supaya produk kerajinan kita lebih diminati konsumen,” jelasnya.

 

Dia yakin ketika kemampuan dan pengetahuan pengrajin rotan di Kota Malang diasah. Maka kualitas barang yang dihasilkan lebih bagus lagi.

“Apalagi sekarang penjualannya lewat media on line. Tentunya pembeli kerajinan rotan bisa datang dari seluruh pelosok dunia,” sebut Mardian. (cw4/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *