Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Kirab Budaya 2018, Jenggolo Kembali Wakili Kepanjen

  • Senin, 24 September 2018 | 19:09
  • / 13 Muharram 1440
  • Dibaca : 75 kali
Kirab Budaya 2018, Jenggolo Kembali Wakili Kepanjen
Tampil Dalam Kirab Budaya Tahun 2017 lalu

Memontum Malang – Untuk ketiga kalinya,Desa Jenggolo wakili Kecamatan Kepanjen tampil dalam giat Kirab Budaya dalam rangka hari jadi Kabupaten Malang ke-1258 Sabtu(29/9/2018)mendatang.

Salah satunya berupa tugas yang harus ia emban,dan itu bukan untuk desa Jenggolo semata,namun satu kata,yaitu Kecamatan Kepanjen.

H.Lisdyanto Kades Jenggolo

H.Lisdyanto Kades Jenggolo

H.Lisdyanto Kepala Desa Jenggolo Senen(24/9/2018)siang tadi mengatakan,Desa Jenggolo selama 3 kali berturut-turut mewakili Kirab Budaya di pantai selatan. Dengan prestasi tersebut pihaknya berkomitmen, Kirab Budaya di Kabupaten Malang ini terus ia kembangkan dan pertahankan, karena itu satu ikon Kabupaten Malang,sebuah Kabupaten besar yang nantinya berbicara lebih banyak dipentas nasional tentang wisata di Indonesia.

Juga dijelaskan sekilas desa Jenggolo,sebuah desa berpenduduk sekitar 6000 jiwa,31RT dan 3Rw,ikonnya berbasis kerajaan yang dulu merupakan pecahan kerajaan Kediri.

“Itu suatu bentuk kita nguri-nguri budoyo.Karen kerajaan merupakan identitas bagi kita.Kita tunjukkan bahwa Jenggolo ini banyak tampil beda dibanding desa-desa lain”,terang Kades.

Lepas dari itu,Kades juga antusias jadikan Jenggolo sebagai desa wisata,desa mandiri yang nantinya mampu memberikan yang terbaik terhadap warga serta banyak perubahan yang ia gadang-gadang lewat lisan. Namun demikian,nantinya bisa jadi kenyataan,menjadi desa yang lebih Maju,lebih baik dan bersaing dengan desa-desa lain.

Sebagai pemangku kepentingan,Kades berharap,Jenggolo menjadi desa yang sangat dan sangat berpotensi,baik sumberdaya alam maupun sumberdaya manusianya kedepan.

“Kami sudah mencanangkan,tahun 2018 ini untuk memaksimalkan sumberdaya alam yang ada kami kemas,khususnya mata air Sumbersongo untuk menjadi Air Minum Dalam Kemasan(ADK) yang kedepan menjadi Pendapatan Asli Desa”,ulas Lisdyanto mengakhiri. (sur/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional