Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pinggir Hutan dengan IPHPS

  • Senin, 24 September 2018 | 19:11
  • / 13 Muharram 1440
  • Dibaca : 40 kali
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pinggir Hutan dengan IPHPS
Ketua Mapan Indonesia Cabang Lamongan, Miftahul saat sosialisasi program Perhutanan Sosial di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang Lamongan

Memontum Lamongan – Berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pinggir hutan terus dilakukan, salah diantaranya dengan melakukan pengelolaan perhutanan sosial.

Ketua Masyarakat Peduli Pangan Indonesia (Mapan) Lamongan, Miftahul Rochim menuturkan, hingga saat ini pihaknya sudah melakukan pendampingan terhadap para petani hutan ini agar bisa memanfaatkan lahan hutan melalui program Ijin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS).

“Kami secara massif melakukan sosialisasi dan pendampingan pada petani hutan di Lamongan agar para petani ini dapat memperoleh Ijin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS),” kata Miftah disela-sela acara sosialisasi program Perhutanan Sosial di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Senin (24/9/2018).

Dikatakan Miftah, sosialisasi yang dibarengkan dengan momen Hari Tani Nasional ini merupakan wujud dari merealisasikan amanat nawa cita pemerintahan Jokowi-JK yakni membangun negara dari pinggiran, dimana sektor pertanian harus menjadi program prioritas pembangunan nasional.

“Sebelumnya kami sudah mengajukan IPHPS untuk hampir 1100 hektar di wilayah lain di Lamongan. Hari ini kami diminta untuk sosialisasi dan mendampingi untuk sekitar 2 ribu hektar lagi, hampir 1000 KK lah,” ujar Miftah.

Dalam acara yang dihadiri oleh lebih kurang 500 petani ini dan bekerjasama dengan beberapa Kelompok Tani Hutan ini, Miftah mengungkapkan upaya Mapan dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan stabilitas negara yakni dengan mendorong pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir. Terutama untuk hulu yang harus dibangun sebagai pondasi.

“Kami fokus pada pemberdayaan masyarakat pedesaan agar berdaulat akan benih lokal unggul. Petani tidak lagi bergantung pada benih impor yang membuatnya menunda masa tanam. Dengan masalah benih saja, petani dipastikan sejahtera dan kedaulatan pangan pun segera terwujud,” ungkapnya.

Sementara, ketua DPD Mapan Indonesia Provinsi Jawa Timur, Purwadi menegaskan, program perhutanan sosial ini harus lanjut sampai semua petani hutan di Jawa Timur memperoleh IPHPS. “Demi melanjutkan program perhutanan sosial ini, kami juga akan tetap mendukung Jokowi di pemilu 2019 nanti,” tegasnya. (ifa/zen/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional