Connect with us

Trenggalek

Hadiri Larung Sembonyo di Pantai Cengkrong, Bupati Emil Obati Kerinduan Warganya

Diterbitkan

||

Bupati Emil turut hadir dalam upacara adat Labuh Laut di Pantai Cengkrong

Memontum Trenggalek—–Bupati Trenggalek, Emil Elistianto Dardak tampak menghadiri upacara adat Larung Sembonyo di Pantai Cengkrong Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Upacara adat Labuh Laut Larung Sembonyo ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas nikmat Tuhan karena hasil tangkapan ikan yang melimpah bagi para nelayan.

Kehadiran orang nomor 1 di kota Keripik Tempe ini dalam arak-arakan tumpeng sembonyo tentu menjadi pusat perhatian sekaligus pengobat rindu masyarakat Watulimo dan pengunjung Pantai Cengkrong. Setelah menjalani ibadah haji bersama sang istri beberapa waktu lalu, Emil Dardak kembali menjalani tugasnya sebagai Bupati Trenggalek.

Kangen? Mungkin perasaan ini yang tengah dirasakan warga saat beberapa hari, Bupati tidak berada di Trenggalek. Tidak segan – segan, Bupati muda lulusan Harvard University ini menyapa warga sekaligus meladeni permintaan swafoto mereka.

Melihat adanya potensi wisata yang dapat dikembangkan dalam upacara adat di Pantai Cengkrong ini, Emil Dardak sangat mengapresiasi tradisi budaya yang baru diselenggarakan pertama kali di Pantai Cengkrong.

“Saya tadi sempat bertanya kepada salah satu pengunjung, ternyata dari Malang. Niatannya mau melihat keindahan Pantai Cengkrong, namun karena melihat keramaian dia akhirnya menyaksikan dan tanggapannya cukup menarik, ” ucap Bupati Trenggalek, Selasa (25/09/2018).

Tidak hanya melihat potensi wisata pada acara Labuh Laut Larung Sembonyo saja, suami Arumi Bachsin ini juga melihat potensi besar pada hilir Pancer Cengkrong yang juga dapat dikembangkan sebagai obyek wisata alternatif di Watulimo.

Lebih lanjut pria dengan penampilan baru brewokan ini menyarankan bahwa para pengunjung bisa memanfaatkan perahu wisata untuk melihat jembatan galau yang menjadi icon Pantai Cengkrong. “Nantinya bisa saja dikembangkan untuk pengunjung naik perahu dari jembatan galau, terus transit dilokasi ini untuk sekedar melihat keindahan alam maupun menikmati kuliner khas Pantai Cengkrong, ” imbuhnya.

Namun Bupati yang terpilih menjadi Wakil Gubernur Jatim ini menghimbau kepada warga, untuk tidak mendirikan bangunan liar dilokasi tersebut. Ia menekankan agar kawasan wisata Pantai Cengkrong bisa dijaga dan di tata agar salah satu lokasi wisata di Kabupaten Trenggalek ini mampu menarik kunjungan wisatawan baik lokal maupun domestik. (mil/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

4 Unsur Pimpinan Dewan Trenggalek Resmi Dilantik, AKD Mulai Dibentuk

Diterbitkan

||

4 Unsur Pimpinan Dewan Trenggalek Resmi Dilantik, AKD Mulai Dibentuk

Memontum Trenggalek – Pasca pengajuan usulan mendapatkan restu dari Gubernur Jawa Timur, 4 unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Trenggalek periode 2019 – 2024 resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya. Keempat unsur pimpinan tersebut yakni Ketua DPRD dan 3 lainnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD.

Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Samsul Anam menegaskan bahwa pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) sudah menjadi prioritas utama dewan. Oleh karena itu, dalam waktu dekat juga akan dibentuk komisi – komisi demi tugas – tugas lembaga dewan bisa berjalan.

Rapat Paripurna pelantikan 4 unsur pimpinan DPRD Kabupaten Trenggalek. (ist)

Rapat Paripurna pelantikan 4 unsur pimpinan DPRD Kabupaten Trenggalek. (ist)

“Mengingat agenda yang sangat padat, maka selanjutnya kita maraton setelah paripurna perdana akan segera dilanjut membentuk AKD. Dan sebagai pimpinan, kita harus memfasilitasi hal tersebut, supaya tugas – tugas DPRD bisa berjalan, ” ucap Samsul saat dikonfirmasi Memontum.com, Sabtu (28/09/2019) pagi.

Ia mengatakan, mulai besok anggota DPRD Kabupaten Trenggalek akan melanjutkan Rapat Badan Musyawarah (Banmus) untuk penetapan rencana kerja DPRD tahun 2020.

Pimpinan – pimpinan komisi harus ditetapkan terlebih dahulu, mengingat tugas anggota dewan akan lebih berat dalam menghadapi APBD tahun 2020 mendatang. Juga ada tugas yang masih menunggu terkait dengan pengisian kekosongan Wakil Bupati juga menjadi pekerjaan dewan yang baru.

Politisi Dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam pembentukan AKD ini dipastikan akan segera rampung dalam waktu dekat.

“Kemungkinan pembentukan AKD tidak akan sampai satu bulan, kalau tidak ada halangan satu hari bisa terbentuk, ” imbuhnya.

Lebih lanjut mengenai pola pembentukan AKD, Samsul memastikan jika hal itu bergantung dari kesepakatan bersama. Tentunya dalam pembagian posisi AKD di lembaga DPRD Trenggalek menggunakan sistem kesepakatan bersama.

“Secara informal kita fasilitas ketua fraksi untuk kompromi biar susananya integritas, demi terwujudnya pembangunan Trenggalek menjadi lebih baik lagi bisa terlaksana, ” kata Samsul.

Diketahui, pembentukan AKD ini dilakukan DPRD Kabupaten Trenggalek pasca ditetapkannya 4 unsur pimpinan definitif periode 2019 – 2024. Berdasarkan keputusan rapat Paripurna, pembentukan AKD diantaranya adalah Ketua Badan Musyawarah (Banmus) dan Badan Anggaran (Banggar) dijabat oleh Samsul Anam, Ketua BK dijabat oleh Nurwahyudi, Ketua Bapemperda dijabat oleh Alwi Burhanuddin.

Sedangkan untuk ketua masing – masing komisi adalah Komisi 1 dijabat oleh Mohammad Husni Tahir Hamid, Ketua Komisi 2 dijabat oleh Pranoto, Ketua Komisi 3 dijabat oleh Sukarudin dan Ketua Komisi 4 dijabat oleh Mugiyanto. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trenggalek

Gebyar Expo, Kapolres Trenggalek Kembalikan 2 Motor Warga

Diterbitkan

||

Kapolres Trenggalek serahkan kendaraan roda 2 kepada pemiliknya dalam Gebyar expo pengembalian barang bukti. (ist)

Memontum Trenggalek – Dua pemilik kendaraan, mendatangi Mapolres Trenggalek, Kamis (26/9/2019) siang di hari ketiga Gebyar Expo pengembalian barang bukti. Masih ada sejumlah kendaraan bermotor yang belum diambil warga.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvini Simanjuntak mengatakan melalui Gebyar Expo pengembalian barang bukti tindak pidana ini hasilnya cukup memuaskan.

“Dari total barang bukti diantaranya 17 sepeda motor, 6 mobil dan 1 truk, hari ini sudah ada 1 temuan sepeda motor dan 1 truk, ” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/09/2019) siang.

Dijelaskan Kapolres, 1 temuan sepeda motor tersebut atas kasus tindak pidana penggelapan yang kasusnya terjadi di wilayah Kecamatan Watulimo 3 bulan yang lalu.

Satu unit temuan kendaraan bermotor jenis truk atas kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan juga akan dikembalikan pada pemiliknya.

Sebelum dikembalikan kepada pemilik kendaraan, Kapolres juga menegaskan jika sebelumnya pemilik kendaraan sudah mengajukan persyaratan yang ditentukan. Seperti membawa kartu identitas diri, BPKB serta STNK.

“Sekali lagi kami juga akan memverifikasi dan mengecek legalitas yang ada. Apakah korban pemilik barang bukti sudah memiliki administrasi yang lengkap atau tidak terhadap kendaraan ini, ” imbuhnya.

Meski demikian, kapolres melanjutkan, untuk STNK kendaraan yang sampai saat ini masih ada di tangan pelaku, maka pihaknya akan menunggu hingga administrasi lengkap.

Kapolres menegaskan bahwa kegiatan ini masih akan berlangsung sampai dengan Jumat (27/09/2019) besok.

Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Trenggalek yang sampai saat ini belum mengetahui Gebyar Expo pengembalian barang bukti tindak pidana ini juga masih akan ditunggu, meski waktu yang sudah ditentukan berakhir.

“Bagi warga masyarakat Trenggalek maupun luar Trenggalek diperkenankan untuk datang kesini jika memang ada salah satu kendaraan yang memang miliknya. Dengan catatan membawa syarat – syarat yang ditentukan. Dan kami menegaskan bahwa kegiatan ini sama sekali tidak membutuhkan biaya alias gratis, ” pungkas Kapolres. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler