Connect with us

Jember

Berangkat jadi TKI Tanpa Ijin Suami

Diterbitkan

||

Memontum JemberEdi Sutomo (34) warga Dusun Lengkong Barat, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, mengaku jika istrinya diberangkatkan seorang makelar Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) bernama Ririn, warga Wirolegi Jember tanpa seijin dirinya. Diceritakan Edi, bahwa istrinya yang bernama Anitasari diduga diberangkatkan menjadi TKI tanpa seijin dia dan anaknya.

Padahal, sebelumnya dalam hubungan rumah tangga antara dirinya dengan istri, sama sekali tidak ada persoalan atau konflik internal. Namun, tiba-tiba menghilang tanpa pamit. Setelah ditelusuri, diakui oleh Ririn bahwa istrinya  sudah diberangkatkan ke salah satu PT penyalur tenaga kerja karena sudah dapat ijin dari mertua Edi.

Anehnya, sampai saat ini dimana alamat dan apa nama PT tersebut, Ririn terkesan masih merahasiakan. “Harapan saya istri kalau bisa dipulangkan dan dikembalikan utuh. Karena anak saya saat ini dalam kondisi sakit menanyakan ibunya terus, anak saya masih berumur 3 tahun,” tuturnya, Senin (13/11/2017) siang.

Pria yang berprofesi sebagai pemulung ini juga mengaku, sudah mencoba melakukan klarifikasi ke pihak Ririn. Namun, pihaknya tidak berani bertanggungjawab. “Katanya tidak mau tanggungjawab, karena itu sudah minta ijin ke mertua. Saat saya tanya nama PT nya mbak Ririn bilang tidak tau,” bebernya.

Dirinya berkomitmen, jika istrinya tetap tidak dipulangkan, Edi mengancam akan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib. Sebelumnya, Pengurus (Serikat Buruh Migran Indonesia) SBMI Kabupaten Jember, Nadifa Khoiroh, mengatakan kalau di Kabupaten Jember dijadikan lahan subur pemberangkatan TKI oleh makelar.

“Kita akan pelajari kasus ini, karena Jember ini kalau boleh saya bilang kantong (tindak pidana perdagangan orang) TPPO, Jika itu benar, maka kami tidak akan tinggal diam, dan akan kami mintai pertanggungjawaban kepada siapa yang memberangkatkan,” tuturnya. (cw3/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jember

Jenazah Korban Covid-19 Disalatkan di Depan TPU

Diterbitkan

||

Jenazah pasien covid-19 disalatkan di depan pintu masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Padomasan.
Jenazah pasien covid-19 disalatkan di depan pintu masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Padomasan.

Sempat Terjadi Salah Paham dan Debat

Memontum Jember – Proses pemakaman seorang wanita warga Dusun Krajan, Desa Padomasan, Kecamatan Jombang dilakukan dengan Protokol Covid-19, Minggu (18/10/2020) sore, berlangsung cukup panjang. Penyebabnya, terjadi salah paham antara pihak keluarga dengan tim pemakaman, sehingga mengakibatkan debat terlebih dahulu.

Namun, setelah dimediasi, prosesi pemakaman pun berjalan dengan standart protokol Covid-19. Sementara jenazah, disalatkan di depan pintu masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Kapolsek Jombang, Iptu Kusmianto, menjelaskan bahwa adanya perdebatan itu, karena pihak keluarga kurang mendapat informasi perihal kondisi jenazah. Yakni, hasil swab test korban, terkonfirmasi positif covid-19.

“Sempat terjadi perdebatan antara keluarga dengan petugas saat akan pemakaman. Pemicunya miss komunikasi (salah paham, red) soal kondisi almarhumah yang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Kusmianto saat dikonfirmasi wartawan seusai pemakaman.

Kusmianto menjelaskan, pihak keluarga ingin pemakaman dilakukan secara umum dan dilakukan prosesi dengan kaidah agama Islam. Bahkan, disalatkan di musala atau masjid setempat.

“Kami akhirnya menengahi terhadap kesalah-pahaman itu. Alhamdulillah, pihak keluarga dan warga sekitar dapat menerima,” sambungnya.

Sehingga, prosesi pemakaman tetap menggunakan protokol Covid-19. Tapi saat disalatkan, posisi jenazah di dalam peti dan berada di dalam mobil ambulans. Sementara untuk warga dan pihak keluarga yang mensalatkan jenazah, posisinya di tengah jalan atau depan pintu masuk TPU.

Sekdes Padomasan, Abdul Khafid mengatakan bahwa terjadinya perdebatan karena kurangnya informasi yang disampaikan pihak rumah sakit dengan pihak keluarga.

“Almarhumah seorang janda dan memang terjadi miss komunikasi. Penyebabnya karena kurangnya informasi dari pihak rumah sakit kepada keluarga. Jadi, ada salah satu keluarga sempat emosi. Bahkan sampai mau mengangkat sendiri (memakamkan dengan cara normal) jenazah itu,” ujar Khafid. (ark/tog/sit)

 

Lanjutkan Membaca

Jember

Plt Bupati Jember Resmikan Pemasangan Listrik Gratis

Diterbitkan

||

Penyerahan bantuan pemasangan listrik gratis di MI Misbahul Ulum di Desa Suko, Kecamatan Jelbuk.
Penyerahan bantuan pemasangan listrik gratis di MI Misbahul Ulum di Desa Suko, Kecamatan Jelbuk.

Memontum Jember – Plt Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, didampingi Manager UP3 PLN Jember, Hamzah, meresmikan pemasangan listrik gratis 1300 Watt di Gedung MI (Madrasah Ibtidaiyah) Misbahul Ulum di Desa Suko, Kecamatan Jelbuk, Kamis (15/20) tadi.

Pelaksanaan peresmian sendiri, ditandai dengan menghidup Miniature Circuit Breaker (MCB) di KWH (Kilo Watt Hour) Meter di Gedung Kelas MI, yang berada di Barat Gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Misbahul Ulum.

Manager UP3 PLN Jember, Hamzah, pemasangan listrik gratis tersebut dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) PLN ke 75. Pemasangan sendiri, bukan hanya di MI Misbahul Ulum. Tetapi juga, ada sekitar 80 pelanggan yang telah dipasang secara gratis oleh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jember – Unit Induk Distribusi (UID) Jawa timur.

“Dari total sekitar 80 pelanggan yang kami pasang gratis, salah satunya adalah MI Misbahul Ulum. Sementara dari total jumlah tersebut, 60 unit menyasar kepada Madrasah Ibtidaiyah dan 20 kepada rumah tinggal golongan tidak mampu,” katanya.

Masih menurut Hamzah, pada konsepnya biaya seperti penyambungan dan sertifikat layak operasi tetap berbayar di PLN. Namun, di HUT PLN ke 75 kali ini, semuanya dibayarkan dari anggaran Corporate social responsibility (CSR) PLN.

“Harapan kami, dengan masuknya listrik di madrasah ini dapat meningkatkan kwalitas proses belajar mengajar. Sehingga, akan melahirkan generasi handal yang mampu membawa Jember menjadi lebih maju dan juga menjadi pemimpin yang berakhlak,” harapnya.

Plt Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, menyampaikan terima kasih kepada PLN, karena telah memberikan program pemasangan listrik gratis pada Madrasah Ibtidaiyah dan warga yang tidak mampu.

“Pemasangan listrik gratis ini adalah sebagai wujud nyata dari tema HUT PLN ke 75 yakni Menerangi Indonesia Mencerdaskan Bangsa,” ujarnya bangga. (bud/sit)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler