Connect with us

Mojokerto

Kunjungi Ponpes Salafiyah Fatchul Ulum, Dandim 0815 Ajak Santri Tangkal Radikalisme

Diterbitkan

||

Dandim 0815 di hadapan Ratusan Santri PPSFU

Memontum Mojokerto Komandan Kodim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., terus bersinergi bersama para ulama dan segenap santri yang berada di wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto. Hal ini dilakukan guna menangkal adanya paham radikalisme dan terorisme yang sangat meresahkan hingga berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa.

Kali ini, Dandim 0815 Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Salafiyyah Fachul Ulum Dusun Pacet Utara Desa Pacet Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Kedatangan Dandim 0815 yang didampingi Danramil 0815/16 Pacet Kapten Inf Heru Widodo Cahyono Putro disambut langsung Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Fachul Ulum (PPSFU) KH. Muslich Abbas, SH beserta para pengurus.

Dihadapan ratusan santri PPSFU, Dandim 0815 mengatakan, para santri merupakan generasi muda kader penerus bangsa harus bisa menjadi kebanggaan dan memiliki kemampuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan NKRI.

“Para santriwan/santriwati Ponpes Salafiyyah Fatchul Ulum Pacet yang telah digembleng ini, tidak hanya membela dan membesarkan agama namun harus menjadi pejuang bangsa demi keutuhan, kejayaan dan kedaulatan NKRI yang kita cinta bersama,” tegasnya.

Masih tutur Dandim, untuk itu santriwan/santriwati yang telah dibekali ilmu agama, akhlak dan ilmu pengetahuan harus membentengi diri agar tidak mudah terhasut dan terprovokasi oleh kelompok yang tidak sepaham atau berseberangan dengan NKRI.

“Hindari, cegah dan tangkal segala upaya kelompok yang mengatasnamakan agama yang memprovokasi, menghasut, menebarkan kebencian, menyebarkan faham radikal, dan tindakan kontra produktif lainnya demi kepentingan kelompok itu sendiri, “ tandas Dandim.

Dari permaslahan yang berkembang di luar negeri hingga terjadi perang saudara berkepanjangan, terjadi bukan karena agama, akan tetapi cenderung disebabkan perebutan wilayah, kekayaan alam dan sumber energi.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Fachul Ulum (PPSFU) KH. Muslich Abbas, SH, memberikan respon positif atas kehadiran Dandim 0815 Mojokerto untuk silaturahmi dan memberikan pencerahan wawasan kebangsaan bagi para santrinya.

“Dengan silaturahmi Dandim 0815 Mojokerto ini diharapkan memberikan manfaat dan menjadi pedoman bagi para santriwan/santriwati Ponpes Salafiyyah Fatchul Ulum Pacet. Semoga dengan semakin terbagunnya hubungan persaudaraan ini, kita bersama-sama mampu berkontribusi bagi kehidupan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera demi menjaga keutuhan NKRI ,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Kyai yang akrab dengan sapaan “Yai Lik” tersebut menegaskan, para santrinya harus memahami bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka tunggal Ika merupakan kekuatan bangsa Indonesia yang menjadi pedoman dan pandangan bangsa Indonesia dan menjadi harga mati bagi semua masyarakat Bangsa Indonesia.(den/gan/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mojokerto

Disparpora Mojokerto Gelar Kirab Haul Syekh Jumadil Kubro ke-644 Tahun 2019

Diterbitkan

||

Disparpora Mojokerto Gelar Kirab Haul Syekh Jumadil Kubro ke-644 Tahun 2019

Memontum Mojokerto – Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto kembali menggelar agenda wisata dan kebudayaan tahunan yakni Kirab Kubro dalam rangka memperingati Haul Syekh Jumadil Kubro ke-644 Tahun 2019.

Kirab budaya diberangkatkan dari Pendopo Agung Trowulan, dan finish di halaman Makam Troloyo, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, pada Kamis (14/9/2019) .

Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Pungkasiadi didaulat membacakan paluhuran (silsilah) Syekh Jumadil Kubro, yang diawali prosesi cucuk lampah atau ‘membuka jalan.’Hal ini dimaksudkan sebagai usaha menolak bala dan mengusir semua gangguan seperti hawa buruk yang dapat mengganggu jalannya prosesi.

Arak-arakan berbagai macam gunungan mulai tumpeng agung, tumpeng aneka hasil bumi dan tumpeng jajanan pasar, sukses menjadi daya tarik acara. Tumpeng-tumpeng ini dipercaya sebagai berkah.

Kirab dan prosesi cucuk lampah disempurnakan barisan peserta kirab berpakaian ala Walisongo, santri, pembawa kendi tujuh, pembawa jajan pasar, Tumpeng Songo, Panji Poncowarno, Panji Gulo Klopo (Sang Saka Merah Putih) yang diserahkan kepada Wakil Bupati.

Pemkab Mojokerto dan Disparpora sebagai leading sector, ingin agar tradisi ini bisa terus terjaga sebagai event rutin yang mencerminkan kearifan lokal.

Wabup berharap agar usaha nguri-uri budaya terus dijaga dan dilestarikan. Animo masyarakat yang cukup tinggi terhadap event-event budaya di daerah Trowulan khususnya, bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan potensi wisata daerah.

“Trowulan sebagai daerah wisata unggulan Kabupaten Mojokerto di bidang sejarah dan budaya, makin lama makin dikenal publik, baik lokal maupun luar daerah. Kirab kubro memperingati Haul Syeh Jumadil Kubro yang diperingati tiap tahun tidak pernah sepi animo. Dengan haul ini, kita bisa terus mengingat perjuangan Syekh Jumadil Kubro dalam berdakwah dan menyebarkan ajaran agama Islam,” ungkap Wabup.

Syekh Jumadil Kubro dikenal sebagai penyebar Agama Islam di tanah Jawa pada masa Kerajaan Majapahit. Syekh Jumadil Kubro adalah leluhur dan guru dari para Walisongo sesudahnya. Mengingat besarnya jasa dalam perkembangan Islam khususnya Jawa Timur, maka banyak kalangan umat Islam yang memelihara tradisi untuk terus mendoakan hari wafatnya, atau dalam Islam dikenal sebagai haul.

Rangkaian Haul Syekh Jumadil Kubro tahun 2019, juga dilanjutkan dengan pengajian umum bersama K.H. Falakul Alam dan K.H. Ahmad Muwafiq, pada Minggu (15/9/2019) malam di tempat yang sama. (mrg/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Mojokerto

Kota Mojokerto Kembali Raih Penghargaan Wahana Tata Nugraha 2019

Diterbitkan

||

Kota Mojokerto Kembali Raih Penghargaan Wahana Tata Nugraha 2019

Memontum Mojokerto – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kembali menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha 2019. Penghargaan yang ke-11 kalinya ini, diserahkan secara langsung oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi kepada Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di JCC, Jakarta, pada Minggu (15/9/2019).

Penghargaan Wahana Tata Nugraha tersebut, diberikan kepada daerah yang dianggap mampu menata transportasi publik dengan baik. Hal ini, tidak lepas dari koordinasi, komitmen dan sinergitas antara Pemkot Mojokerto bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mojokerto Kota dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta peran aktif masyarakat.

Melalui Dinas Perhubungan Kota Mojokerto dan pemangku kepentingan terkait, Pemkot Mojokerto telah melahirkan berbagai formula baru untuk mendukung sarana dan prasarana serta fasilitas publik di bidang transportasi dan lalu lintas.

Seperti, Car Free Day, Taman Lalu Lintas, Jalur Sepeda, Satlantas Peduli Pejalan Kaki (SAPA JAKA), Kawasan Tertib Lalu Lintas, Rute Aman Selamat Sekolah (RASS), Area Traffic Control System (ATCS), Zona Selamat Sekolah (ZOSS) dan Pelajar Pelopor Lalu Lintas.

Selanjutnya ada Abdiyasa Teladan, Angkutan Sekolah Gratis (ASG), Kampanye Keselamatan Sekolah, Partisipasi Masyarakat Melalui Media Sosial, Kampung Lalu lintas, Sekolah Tertib Lalu Lintas (STLL), Uji Emisi Gratis, SIM Samsat Corner, Polisi Cilik Polres Mojokerto Kota, Duta Lalu Lintas Jawa Timur, Re-Training Pengemudi Truk dan Bus, dan Pondok Pesantren Idol Road Safety (PONIRAS).

“Penghargaan Wahana Tata Nugraha diberikan kepada Pemkot Mojokerto karena adanya komitmen yang baik antara, Pemkot Mojokerto dengan masyarakat serta seluruh stakeholder dalam meningkatkan kinerja pelayanan transportasi khususnya lalu lintas dan angkutan kota. Komitmen tersebut telah direalisasikan melalui beberapa peningkatan pelayanan,” ungkap Wali Kota.

Penghargaan Wahana Tata Nugraha yang diperoleh Pemkot Mojokerto, merupakan hasil penilaian terhadap kinerja penyelenggaraan dan kinerja operasional sistem transportasi perkotaan, yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2019.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor Pm 35 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pemberian Penghargaan Wahana Tata Nugraha, bahwa pemberian Penghargaan Wahana Tata Nugraha dilaksanakan setiap 2 (dua) tahun.

“Pemkot Mojokerto sangat berharap bahwa tujuan akhir keberhasilan dari lomba di bidang penataan transportasi publik dan lalu lintas ini bukan sekedar perolehan Piala Wahana Tata Nugraha, akan tetapi dapat mewujudkan capaian kinerja transportasi yang lebih baik dan berkelanjutan. Yang pada akhirnya, dapat meningkatkan pelayanan masyarakat di bidang transportasi,” harap Ning Ita, sapaan akrabnya.

Untuk mendapatkan penghargaan ini, pemerintah telah mengikuti penilaian Penghargaan Wahana Tata Nugraha selama 14 kali mulai tahun 2004 sampai 2019. Ini artinya, berbagai prestasi pun telah dicapai seperti Penghargaan Wahana Tata Nugraha berupa Plakat sebanyak satu kali, Kategori Lalu Lintas sebanyak dua kali dan Piala Wahana Tata Nugraha sebanyak 11 kali, termasuk Penghargaan Wahana Tata Nugraha Tahun 2019.

“Penghargaan itu, sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 180 Tahun 2019 Tentang Penetapan Kota/Kabupaten dan Provinsi Sebagai Penerima Penghargaan Wahana Tata Nugraha Tahun 2019,” tegas Ning Ita.

Sekedar diketahui, penghargaan Wahana Tata Nugraha diberikan berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan dengan objek penilaian melalui lima bidang. Seperti, bidang lalu lintas, bidang angkutan umum, bidang sarana transportasi darat, bidang prasarana transportasi darat dan bidang umum. (mrg/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Mojokerto

Walikota Mojokerto Berangkatkan 2.890 Peserta Gerak Jalan Pelajar 2019

Diterbitkan

||

Walikota Mojokerto Berangkatkan 2.890 Peserta Gerak Jalan Pelajar 2019

Memontum Mojokerto – Masih dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke – 74 dan Hari Olahraga Nasional, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberangkatkan peserta Jalan Sehat dan Gerak Jalan Pelajar 2019, pada Sabtu (14/9/2019) . Kegiatan ini diikuti oleh 170 regu dari pelajar SD, MI, SMP, MTS serta SMA, MA dan SMK se-Kota Mojokerto dengan total 2890 peserta.

Kepala Dinas Pendidikan Amin Wachid menyampaikan bahwa kegiatan Jalan Sehat dan Gerak Jalan Pelajar 2019 ini diharapkan dapat meningkatkan gemar olahraga di kalangan generasi muda khususnya di Kota Mojokerto, serta, meningkatkan pemahaman dan keterampilan baris-berbaris dengan benar sejak dini bagi para pelajar.

“Jalan sehat dan Gerak jalan ini juga dapat meningkatkan nilai patriotisme, nasionalisme, serta menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk itu, semoga kegiatan ini dapat menjadi motivasi tersendiri bagi pelajar di seluruh Kota Mojokerto tercinta ini,” jelas Amin.

Adapun rute jalan sehat dan gerak jalan lanjut Amin , dibedakan. Dimana, untuk rute jalan sehat dimulai dari halaman kantor Pemerintah Kota di Jalan Gajah Mada 145 menuju finish di kantor Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar).

Sedangkan untuk gerak jalan pun memiliki dua klasifikasi. Dimana untuk pelajar SD dan MI, menempuh rute sejauh kurang lebih tiga kilometer. Yang dimulai dari halaman kantor Pemerintah Kota (Pemkot) di Jalan Gajah Mada 145 menuju simpang empat Jalan Empunala. Dilanjutkan menuju Jalan Benteng Pancasila dan finish di Jalan Gajah Mada.

Lain halnya untuk rute gerak jalan pelajar setingkat SMP dan SMA yang menempuh perjalanan kurang lebih enam kilometer. Yang dimulai dari titik start di Pemkot di Jalan Gajah Mada 145 menuju jembatan Gajah Mada. Lalu putar ke Jalan Hayam Wuruk, Jalan Trunojoyo, Jalan Ijen, Jalan Semeru, Jalan Benteng Pancasila dan berakhir di Jalan Gajah Mada.

Sementara Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak kepada seluruh warga Kota Mojokerto untuk turut mengkampanyekan gerakan olahraga. Sehingga, gerakan ‘ayo gerak’ yang dicanangkan oleh Pemkot Mojokerto dapat terlaksana disegala usia.

“Semoga dari kegiatan ini, dapat memotivasi para pelajar serta masyarakat di Kota Mojokerto untuk selalu kontinu dalam menggerakkan tubuh. Jadi, tidak seperti yang diviralkan saat ini, mager atau males gerak. Padahal itu tidak seharusnya diviralkan,” tegas Ning Ita.

Selain kegiatan jalan sehat dan gerak jalan pelajar, Ning Ita juga memberikan penghargaan bagi 14 putra putri Kota Mojokerto yang berhasil meraih prestasi pada event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur pada beberapa waktu lalu. Prestasi ini diraih dari cabang olahraga angkat berat, gulat, karate, atletik, billiard, judo dan dancesport.

“Kota Mojokerto sudah sepatutnya berbangga. Mereka ini telah mengharumkan Kota Mojokerto dan berhasil membawa pulang medali emas, perak dan perunggu. Dari berbagai cabang olahraga,” ungkapnya.

Berikut nama peraih penghargaan

1. Mathius Handika : 1 medali emas dan 1 pedali perak dari Cabor Angkat Berat
2. Mokhammad Khalifah Syahputra : 1 perak dari Cabor Gulat
3. Bagas Dwi Prasetyo : 1 medali perak dari Cabor Karate
4. Adela Nuraini : 1 medali perak dari Cabor Atletik
5. I Gede Arya Adhiraka meraih 1 medali perunggu dari cabor Billiard
6. Nurma Ulifatul Umroh : 1 medali perunggu dari cabor Billiard
7. Muhammad Rizky Ifani dan Brilian Vadiansyah : 1 medali perunggu dari Cabor Billiard double putra
8. Hendra Aditya : 1 medali perunggu dari Cabor Judo
9. Gala Ardia Rahmatulloh : 1 medali perunggu Cabor Judo
10. Jonana Sabastias Gerit Frejurnalistio, Chiara Kansa Putri Hermawan, Dwi Nusa Aji Winarno, Halimatussa Dyah Ayuningtyas masing-masing meraih 1 medali perunggu dari cabor dancesport (eksibisi). (mrg/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler