Connect with us

Kota Malang

UMM Bakal Sulap Kawasan Selatan Jatim Park 3 Jadi Kampung Hijau

Diterbitkan

||

Jamroji dan Arum Martikasari berbagi Cerita di Balik Kerja Kreatif Branding Desa di Matos Campus Expo.

Memontum Kota Malang—-Merujuk kesuksesan Kampung Warna-Warni Jodipan di Kota Malang, sebagai Kampung tematik garapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mampu menginspirasi berbagai pihak untuk turut menyulap kawasannya menjadi destinasi wisata menarik.

Belum selesai UMM menggarap proyek ‘Discover Gresik’, yakni proyek mem-branding lima kawasan di Kabupaten Gresik, Program Studi Ilmu Komunikasi UMM kembali diminta menggarap kawasan di selatan komplek wisata Jatim Park 3, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Permintaan tersebut diterima langsung dosen Ilmu Komunikasi, Jamroji, salah satu tokoh dosen di balik suksesnya Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ).

Arum Martikasari, dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMM.

Arum Martikasari, dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMM.

Rencananya, mulai Oktober 2018 nanti, UMM dan Jatim Park Group bakal mengintegrasikan 89 rumah di selatan area Jatim Park 3 menjadi kawasan wisata edukasi bernama Kampung Hijau. Kolaborasi apik proyek ini, kembali akan bekerjasama dengan PT. Indana Paint sebagai perusahaan penyedia cat untuk KWJ. L “Banyak permintaan kepada kami untuk mengubah kawasannya menjadi objek wisata serupa KWJ. Karena tiap daerah punya potensinya masing-masing. Bahkan bisa jadi lebih besar potensinya ketimbang Jodipan,” imbuh Arum Martikasari, dosen Prodi Ilmu Komunikasi.

Selain menyulap kampung berwarna-warni, di tiap rumah juga bakal dipasang tanaman hidroponik, atau budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. Tenik ini menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. “Apapun yang dilakukan mereka (mahasiswa praktikum, red) itu based on research. Anak-anak Jodipan saja riset di sana selama dua minggu. Door to door ke rumah warga. Harus mendapatkan insight (wawasan, red) dulu dari sana. Menyampaikan maksud Indana di sana juga,” terang Arum.

Dilanjutkan Arum, tiap karya keatif dalam praktikum seperti hadirnya kawasan KWJ, prinsip yang senantiasa diterapkan adalah untuk menumbuhkan potensi itu bukan disuapin, tapi dipancing. “Bukan kita yang bawa ikannya ke mereka, tapi kita sediakan saja pancingannya ke mereka. Itu bagian dari usaha kami untuk membuat mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM menjadi berbeda dengan yang lain,” imbuh Arum. (rhd/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Terpopuler