Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Pemkab Lamongan Pilih Penggunaan APBD Untuk 1000 Embung Rakyat

  • Kamis, 4 Oktober 2018 | 16:17
  • / 23 Muharram 1440
Pemkab Lamongan Pilih Penggunaan APBD Untuk 1000 Embung Rakyat

Memontum LamonganPemkab Lamongan memilih menggunakan APBD tahun ini untuk membeli sebanyak 14 excavator berupa backhoe. Belasan alat berat ini menjadi bagian dari pencanangan program pengerukan 1.000 embung. Respon masyarakat terhadap program ini ternyata luar biasa. Berdasar laporan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Khusnul Yaqin, saat ini sudah ada 172 embung desa di delapan kecamatan yang antri menggunakan backhoe milik Pemkab Lamongan tersebut.

Sementara Bupati Fadeli saat mencanangkan program pengerukan 1.000 embung di dalam Embung Desa Dumpiagung Kecamatan Kembangbahu, Kamis (4/10/2018) mewanti-wanti transparansi pelaksanaan program itu.

Dia memastikan, bahwa Pemkab Lamongan menggratiskan pemanfaatan backhoe tersebut untuk pengerukan embung desa. Sementara operasionalnya akan didanai melalui APBDes sebagai bagian dari optimalisasi penggunaan dana desa.

Beberapa tahun terakhir ini, lanjut Fadeli, Lamongan sudah semakin nyaman saat musim penghujan tiba. Genangan yang terjadi, terutama di kawasan Bengawan Jero, kini surut dalam beberapa hari karena efektifnya penggunaan pompa banjir.

“Menyediakan backhoe bagi program pengerukan 1.000 embung ini adalah ikhtiar kami untuk memberikan jaminan ketersediaan sumber air baku di pedesaan. Baik untuk pertanian maupun rumah tangga selama musim kemarau,” katanya menjelaskan.

Dia berharap kedepan bisa menyediakan satu unit backhoe  di setiap kecamatan di Lamongan. Sehingga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk menambah volume embung desa.

Keberadaan tandon air berupa embung di pedesaan menjadi sangat penting artinya. Karena embung ini bisa digunakan memanen air saat musim penghujan untuk memenuhi kebutuhan di musim kemarau.

Selain dengan menyediakan backhoe, Pemkab Lamongan tahun ini juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 5,6 miliar untuk mengeruk 36 embung desa di sejumlah kecamatan.

Pengerukan ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas tandon air. Karena akan mengeruk sedimen hingga 135.460 meter kubik. (Ifa/zen/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional