Connect with us

Sidoarjo

Dinas PUPR, Juri Adu Sakti Pertarungan Konsultan Vs Konsultan

Diterbitkan

||

VOLUME SEDIMEN : Alat berat mengeruk sedimen sungai Pucang dengan volume 22.650.682 M3 diratakan ditanggul dan yang 11.581.018 M3 diangkut dengan dump truk untuk dibung keluar . (par)

*Konsultan Ancam Mundur, Proyek Avor Pucang Gonjang-ganjing (2/bersambung)

Memontum Sidoarjo——Pertarungan teknis pekerjaan avor Pucang antara kontraktor dan konsultan semakin sengit. Hal itu disebabkan keduanya punya dasar yang begitu kuat. Sang Kontraktor yang juga  konsultan itu, temtunya  tak akan mau didekte begitu saja oleh konsultan yang dikenal begitu ‘kenceng’ dalam mengawasi proyek yang didanai APBD Sidoarjo.

Karena keduanya mempunyai dasar yang begitu teknis dalam mengerjakan dan mengawasai proyek avor sungai Pucang,  Komisi C DPRD Sidoarjo akhirnya  ikut turun tangan dengan menelisik apa yang sumber persoalan ini. .

Moh Nizar SH , anggota Komisi C DPRD Sidoarjo mengaku mendapat laporan atas polemik atas proyek avor Kali Pucang.“ Kami akan terjun ke lapangan untuk melihat fakta yang sebenarnya,” janjinya.

Untuk itu, lanjut poltisi Partai Golkar ini, pihaknya akan membuka dokumen kontrak,  bagimana specifikasi teknis pekerjaan pengerukan dan pasanagan plengsengan sisi utara sungai di lingkungan Desa Bluru Kidul, Kecamatan Kota Sidoarjo.

Dengan dokumen itu, sambung wakil rakyat yang berangkat dari Dapil Kecamatan  Krian, Balongbendo dan Tarik itu maka tidak ada alasan keduanya adu kepinteran dalam  mengerjakan dan mengawasi proyek pemeliharaan avor Pucang itu.

Selanjutnya,  dengan berpegangan pada  dokumen kontrak itu maka tidak ada lagi eyel-eyelan dan akan  mutung dengan ancaman  mengundurkan dari pengawasan seperti  yang dilontarkan konsultas pengawas.

Hal itu,  seperti dinyatakan   Kepala Bidang Pembangunan dan Tata Ruang PUPR Sidoarjo Ir Bambang Tjatur Miarso MT. Diakui  Bambang memang terjadi kesalah pahaman antara kontraktor dengan konsultan pengawas proyek avor Pucang.

Persoalan ini sempat dikomunikasikan de Dinas PUPUR Pemkab Sidoarjo namun belum ditemukan titik temu,  yang akhirnya terlontar konsultan pengawas mundur dari pengawasan proyek pemeliharaan avor sungai Pucang.

“ Kalua konsultan mundur, urusanya jadi panjang, Saya sekarang ngerih-ngerih supaya konsultan pengawas jangan sampai mundur dan tetap melakukan tugasnya hingga rampung,” tutur Bambang. (par/fan/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *