Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Unikama Memanas, 6 Orang Jadi Korban Bentrok

  • Senin, 15 Oktober 2018 | 19:35
  • / 4 Safar 1440
Unikama Memanas, 6 Orang Jadi Korban Bentrok

Memontum Kota Malang——Suasana kampus Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) memanas. Sejumlah massa mahasiswa yang diduga dari kubu Pjs Rektor Koenta Aji atau Plt Ketua Yayasan PPLP Slamet Riyadi merangsek masuk ke halaman dan gedung Rektorat Unikama hingga mendapatkan perlawanan dari satpam, dosen, dan mahasiswa Unikama kubu Rektor Pieter Sahertian, Senin (15/10/2018). Dari sumber di lapangan menyebutkan, diperkiraan kelompok mahasiswa kubu Plt Ketua PPLP Slamet tersebut bersiap di sekitar lokasi sejak pukul 05.30 WIB, baru sekitar pukul 07.00 WIB lebih merangsek masuk setelah terjadi adu mulut dengan satpam kampus yang melarang masuk.

Perlu diketahui, sejak terjadi dualisme Yayasan PPLP-PT PGRI pada awal tahun 2018, terjadi pula perpecahan diantara dosen, karyawan, dan mahasiswa dari kedua belah pihak. Ada yang terang-terangan pro dan kontra, ada pula yang masih sembunyi-sembunyi. Tak hanya sekali, namun beberapa kali telah terjadi bentrok yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. Terparah sebelumnya terjadi pada akhir April 2018.

Massa saling lempar hingga jatuh 6 korban dari kedua belah pihak, baik mahasiswa, karyawan, dan satpam, yakni 4 orang dari pihak Rektor Pieter dan 2 orang dari pihak Plt Ketua PPLP Slamet. Selain itu, kaca pintu, jendela, dan beberapa fasilitas kampus lainnya juga mengalami kerusakan parah. Bahkan terjadi pencopotan papan nama pejabat ruangan, dan perusakan dokumen-dokumen penting. “Saat dilantai atas lorong penghubung depan ruang Rektorat, mereka juga saling lempar kursi dan tong sampah. Pokoknya ricuh. Khawatir terkena dampaknya kami lari keluar,” ungkap salah satu mahasiswi yang ikut menyaksikan.

Rektor Pieter turut meredam emosi mahasiswanya. (ist)

Rektor Pieter turut meredam emosi mahasiswanya. (ist)

Sementara itu, Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian, MSi, menjelaskan, bentrok tersebut bermula dari penyerangan yang dilakukan oleh kubu Plt. Yayasan Slamet Riyadi sejak pukul 06.00 WIB. “Saya dapat laporan, kelompok pak Erik (Wakil Rektor III versi Plt Ketua Yayasan PPLP Slamet Riyadi, red) itu masuk ke kampus dengan membongkar pagar tengah, kemudian dari situ mereka masuk menuju ruang rektorat. Mereka masuk membawa batu dan parang. Kami menyesalkan aksi premanisme di dalam kampus ini,” kata Pieter Sahertian.

Dampak : pagar tengah kampus Unikama yang dirobohkan kelompok Plt Ketua PPLP Slamet, dan gedung rektorat ditutup seng demi keamanan. (rhd)

Dampak : pagar tengah kampus Unikama yang dirobohkan kelompok Plt Ketua PPLP Slamet, dan gedung rektorat ditutup seng demi keamanan. (rhd)

Disinggung kebenaran massa yang mengaku mahasiswa dan turut menyerang, Pieter menjelaskan bahwa sebagian mahasiswa tersebut statusnya non-aktif dan di drop out (DO), dan dimanfaatkan pihak Slamet untuk ikut menduduki dan menguasai fasilitas kampus. “Saya tahu ini ulahnya pak Slamet, sebab kelompok itu bergerak dari timur dari rumahnya Pak Slamet. Memang beliau tidak terlihat, tapi kan arahnya dari rumah beliau.
Ada saja alasannya untuk memutarbalikkan fakta,” jelas Pieter, kepada awak media.

Akibat bentrok : Salah satu korban mahasiswa mengalami luka di kepala. (ist)

Akibat bentrok : Salah satu korban mahasiswa mengalami luka di kepala. (ist)

Usai identifikasi oleh pihak kepolisian, rencananya pihak Pieter akan melaporkan kejadian penyerangan yang mengakibatkan kerusakan-kerusakan dan korban jiwa tersebut. “Kami diminta kepolisian cooling down, agar peristiwa ini tidak merembet konflik antar suku mahasiswa. Dan kami meredam mahasiswa kami agar tidak melakukan aksi balasan ke rumah pak Slamet. Nanti diupayakan ada mediasi oleh kepolisian,” terang Pieter.

Untuk kegiatan perkuliahan sementara dihentikan sehari. Perkuliahan akan diaktifkan kembali mulai Selasa (16/10/2018). “Saya minta dosen untuk kembali mengajar. Jangan sampai hak-hak mahasiswa terabaikan dan dirugikan. Tri Dharma Perguruan Tinggi harus tetap jalan. Sementara kantor Rektorat ditutup, hingga ada mediasi,” tukas Pieter.

Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian MSi, saat menjawab pertanyaan awak media. (rhd)

Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian MSi, saat menjawab pertanyaan awak media. (rhd)

Sementara itu, Slamet Riyadi ketika dihubungi melalui saluran telepon mengelak kejadian tersebut atas perintahnya. Slamet mengatakan serangan tersebut merupakan gerakan murni dari mahasiswa. “Wah itu salah besar mas, saya juga baru tahu tadi kalau ada serangan itu. Jadi gini, serangan itu merupakan gerakan murni dari mahasiswa, mereka resah karena Pieter itu sudah tidak jadi rektor tapi masih lakukan wisuda,” kata Slamet Riyadi saat dihubungi melalui saluran telepon.

Tak hanya itu, Slamet juga menepis tanggapan bahwa kelompok yang menyerang tersebut berkumpul di rumahnya. Dirinya merasa dikambinghitamkan oleh kubu Pieter Sahertian. “Itu bohong besar, saya sekarang dalam perjalanan pulang dari Tulungagung, sekarang lagi berhenti di Blitar. Jadi saya tidak ada di rumah. Itu fitnah,” tukas Slamet. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional