Connect with us

Kabupaten Malang

Desa Inovatif Kreatif, Masyarakat Sejahtera

Diterbitkan

||

GONG : Pembukaan Bursa Inovasi Desa Ditandai Pukul Gong. (Ist)

Memontum, Malang–Program Inovasi Desa (PID) merupakan satu jalan pintas pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas desa secara berkualitas dengan capaian target RPJM 2015-2019.

Adri Dewanto Ahmad, Koordinator Konsultan Pendamping Desa Kementrian Desa Provinsi Jawa Timur mengatakan, melalui bursa Inovasi desa menjadi momentum  tepat bagi desa-desa di Kabupaten Malang dan seluruh Indonesia untuk terpacu menjadi sektor vital pembangunan.

“Sekarang momentum tepat bagi desa untuk jadi sektor vital pembangunan melalui inovasi kreatif seiring dengan potensi desa yang begitu kaya, ” ujar Andri seusai acara bursa inovasi desa Kabupaten Malang di Universitas Muhammadiyah Malang, Senin (15/10/2018) siang.

Ditambahkan Andri, hal mendasar dalam mengembangkan desa adalah keterbaruan inovasi dan pertukaran pengetahuan.

“Dasarnya adalah keterbaruan inovasi dan pertukarannya. Inovasi ini didapat dari realitas hasil kerja desa-desa dalam melaksanakan kegiatan pembangunan, ” ulasnya.

Juga dijelaskan Adri, sebagai indikator keberhasilan, setiap desa pada acara kali ini diberi sebuah form komitmen mengenai pertukaran ide dan inovasi. Kemudian dicoba diterapkan di desa lain. Jika sejalan dengan RKP Desa maka akan dinilai berhasil.

“Ada form komitmen, desa nanti akan diberi pilihan sebuah program dari desa lain, nah jika mereka bisa menerapkan sesuai RKP ya dinilai berhasil, ” urainya.

Praktik unggul inovasi desa pada acara tersebut telah didokumentasikan menjadi bagian pembelajaran desa-desa agar dapat direplikasi jadi kegiatan di tahun selanjutnya. Diharapkan, percepatan dan ketepatan sasaran pembangunan dapat segera tercapai.

Hasil dokumentasi yang dilakukan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) merekam 62 kegiatan unggulan Desa yang tersebar di 33 Kecamatan di seluruh Kabupaten Malang.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Suwadji mengatakan, maksud dari diadakannya kegiatan tersebut, adaalah untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah serta inisiatif atau alternatif kegiatan pengembangan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

“Untuk apa yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut, adalah kegiatan yang bernilai inovatif dalam pembangunan desa yang bukan dalam bentuk barang, melainkan beruoa ide-ide kreatif yang lahir dan berkembang di desa, ” pungkasnya.

Demi suksesnya kegiatan, seluruh 378 desa di Kabupaten Malang mengirimkan masing-masing perwakilannya sebanyak 3 orang yakni Kepala Desa, Badan Pemerintah Desa (BPD), Tokoh Masyarakat. (Sur/sos)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *