Connect with us

Kabupaten Malang

Produksi Miras Gedangan Digerebek, Pemilik Kabur, Ratusan Liter Miras dan Alat Produksi Disita

Diterbitkan

||

Puluhan Gentong Berisi Miras Setengah Jadi 2.Tungku 3.Rumah Sutrisno Tempat Produksi(Sur)

Memontum Malang—Petugas BeaCukai Malang melakukan penggrebekan produksi Minuman Keras(Miras)di Desa Sindurejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang Selasa (23/10/2018) siang tadi. Dari dalam sebuah rumah kecil, tempat produksi, petugas berhasil mengamankan sekitar 105 liter Miras siap konsumsi yang dikemas dalam tiga durigen plastik. Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah alat produksi seperti, tungku, wajan dan durigen di dua lokasi yang jaraknya berdekatan. Dua lokasi tersebut diduga kuat milik Sutrisno(42) warga Rt 01 Rw07 desa setempat.

Sayangnya,Sutrisno yang selama berpuluh-puluh tahun dikenal sebagai produksi Miras terbesar ini berhasil lolos dari sergapan petugas gabungan ini.Petugas juga saksikan langsung tungku tempat produksi dengan menggunakan kayu bakar ini,termasuk puluhan durigen berisi Miras setengah jadi.”Kami tidak berhak memberikan keterangan.Silahkan datang ke kantor”,pinta salah seorang petugas Bea Cukai ditemui dilokasi

Tak berhenti disitu,petugas Bea Cukai terus melakukan penyisiran disejumlah titik.Alhasil,dirumah Hari warga Rt06 Rw01 Desa Sindurejo,petugas gabungan yang terdiri dari lima mobil ini berhasil mengamankan sebanyak 5 durigen masing-masing berisi 25 liter Miras siap konsumsi dan 2 galon berisi 15 liter.”Mas Hari kabur mas.Sebagai pengganti,Sutik(41)isterinya dibawa ke kantor BeaCukai untuk dimintai keterangan”,ujar salah seorang warga yang sempat menyaksikan prosesi penggrebekan ini kepada Memontum.Com.

Berbagai sumber yang dihimpun langsung wartawan media ini di seputaran Desa Sindurejo Selasa(23/10/2018)siang.
“Trobas”,nama yang selalu akrab dalam sebutan para pecandu Miras.Nama tersebut merupakan akronim dari Mbah TroBasuki(alm),orang pertama pembuat Miras Desa Sindurejo puluhan tahun silam.Produksi minuman alkohol sistem manual ini berlanjut hingga ke sekian generasi.Hasilnya ternyata lumayan gemilang.

Salah satunya Sutrisno,yang dalam aksi penggrebekan ini berhasil lolos dari sergapan petugas.”Dalam satu hari dia(Sutrisno)bisa produksi sebanyak 500 liter.Rincinya,dia punya dua buah tungku.Masing-masing tungku bisa menghasilkan Miras sebanyak 35 liter.Itupun dalam hitungan per-3,5jam.Padahal,produksi mereka selama 24 jam,dengan harga jual Rp27ribu/liter.Tinggal mengalikan saja”,terang salah seorang warga yang keberatan menyebutkan namanya.(sur/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG

Terpopuler