Connect with us

Surabaya

Surabaya Bagian Tuan Rumah Sepeda Nusantara

Diterbitkan

||

Memontum Surabaya—-Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bakal menggelar Sepeda Nusantara, di Surabaya, Minggu (28/10/2018) mendatang. Selain di Kota Pahlawan, ada 70 kota dan kabupaten di 31 provinsi di Indonesia yang juga menghelat agenda yang sama. Arief Setia Purwanto selaku Kepala Bidang Pembinaan Olahraga Dispora Surabaya mengatakan, acara Sepeda Nusantara merupakan kegiatan bersepeda santai. Kegiatan ini, dilaksanakan di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia dengan tujuan untuk mendorong minat masyarakat berolahraga, khususnya menggunakan sepeda.

“Jadi konsepnya sepeda santai. Nanti dari pihak Kemenpora sendiri akan menilai di berbagai daerah terkait penyelenggaraan sepeda Nusantara ini. Mungkin dari cara pengemasan atau kemeriahan acara,” kata Arief, Selasa (23/10/2018).

Pelaksanaan tahun ini sama dengan tahun kemarin. Dengan memulai start di Jalan Wijaya Kusuma. Sementara untuk rute, dimulai dari Jalan Wijaya Kusuma – Wali Kota Mustajab – Jalan Pemuda – Panglima Sudirman – Urip Sumoharjo – Dr. Soetomo (polisi istimewa) – Indragiri – Mayjend Sungkono – Taman Makam Pahlawan belok ke kiri melalui Villa Bukit Mas – Gunungsari – Kebun Binatang Surabaya (KBS) – Diponegoro – Pasar Kembang – Kedungdoro – Praban – Genteng Kali – Ngemplak dan finish di Jalan Wijaya Kusuma.

“Acara akan dimulai pada pukul 06.00 WIB. Dengan jarak tempuh sekitar 22 – 25 kilometer,” terangnya.

Pada pelaksanaan acara Sepeda Nusantara ini, Dinas Kegiatan Sepeda Nusantara yang digelar di Surabaya bakal dimeriahkan dengan berbagai acara menarik lain. Seperti senam bersama dan berbagai games menarik, bahkan, panitia telah menyediakan berbagai hadiah, untuk menarik minat peserta.

Sejumlah dua unit kulkas, 10 voucer wisata, dua unit sepeda motor, dua unit TV LED, tiga unit sepeda MTB dan sebagainya menjadi hadiah yang akan dibawa oleh para peserta yang bejo mendapatkannya. Arief juga mengaku telah menggandeng pihak ketiga untuk meramaikan event tersebut.

“Untuk hadiah utama kami menyediakan satu unit mobil. Dan akan dilakukan pengundian pada saat acara. Saat ini, jumlah peserta sudah mencapai sekitar 2000 orang,” jelasnya.

Kepemudaan dan Olahraga Kota Surabaya turut menggandeng pihak keamanan juga kesehatan. Bertujuan untuk menghindari kejadian-kejadian yang tak diinginkan, demi kelancaran kegiatan hingga akhir acara.

“Polrestabes, Polsek setempat, kemudian Satpol PP dan Linmas akan mengamankan. Kita minta untuk masing-masing satu unit untuk sweepernya. Kalau ada yang tercecer itu dari Dinas Kesehatan kita minta mobil ambulans yang mobile,” ujar Arief.

Seperti biasa jika terdapat kegiatan acara besar yang melewati sepanjang jalan akan dilakukan penjagaan oleh beberapa petugas, juga panitia yang turut dalam event. Arief mengharapkan untuk masyarakat juga ikut ambil dalam bagian ini, guna meramaikan kegiatan Sepeda Nusantara tersebut.

Arif juga mengungkapkan dan mengharapkan dengan adanya event Sepeda Nusantara ini, benar memberikan efek tersendiri di tengah masyarakat. Ini sebagai bentuk kehadiran negara untuk mendorong warganya agar tetap hidup sehat dengan bersepeda.

“Di situ kita bebas mau pakai sepeda apa saja monggoh. Peserta juga boleh berasal dari luar kota, kami juga tidak membatasi usia peserta. Intinya acara ini untuk berolahraga dan mempererat tali persaudaraan,” imbuhnya.

Untuk masyarakat Surabaya yang berminat bisa ambil bagian menjadi peserta Sepeda Nusantara. Untuk bisa mendapatkan tiket box yang telah disediakan oleh pihak panitia di beberapa lokasi. Di antaranya, Toko Sinar Baru Jalan Walikota Mustajab Surabaya, Toko Rejo Agung Jalan Wijaya Kusuma, Toko Sinar Terang Jalan Gubernur Suryo dan Jalan Jati Sari Pepelegi Waru Sidoarjo dengan harga 30 ribu.

Joko Suprianto selaku Pelaksana tugas (PLT) Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya menyampaikan, bahwa pihaknya bersama kepolisian akan membantu dalam pengaturan arus lalu lintas. Menurutnya, terdapat sekitar 40 titik persimpangan jalan yang akan dilalui para peserta.

“Kami bersama Kepolisian akan membantu pengamanan di 40 titik persimpangan. Untuk menjaga dan mengendalikan arus lainnya,” ujar Joko.

Untuk area parkir senndiri, Dishub Surabaya sudah menyiapkan beberapa titik lokasi parkir bagi para peserta. Yakni di Jalan Sedap Malam, Jimerto, dan Wijaya Kusuma. Bahkan jika kurang, Dishub akan menambah titik lokasi parkir kendaraan, di Jalan Slamet Surabaya. (est/ano/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

Wujudkan Kemandirian dan Daya Juang Mahasiswa, UT Surabaya Gelar PKBJJ di Tuban

Diterbitkan

||

Wujudkan Kemandirian dan Daya Juang Mahasiswa, UT Surabaya Gelar PKBJJ di Tuban

Memontum Surabaya – Sistem belajar jarak jauh (SBJJ) sebagaimana yang diterapkan di Universitas Terbuka (UT), menuntut kemandirian dan daya juang mahasiswa untuk belajar. Bahkan, kemandirian dalam belajar ini menjadi faktor utama dan modal yang sangat penting dalam menentukan persistensi (kebertahanan) dan keberhasilan belajar mahasiswa UT.

Sayangnya, belajar mandiri sejauh ini belum menjadi suatu tradisi atau kebiasaan bagi mahasiswa UT karena mereka telah terbiasa belajar tatap muka dan dibimbing oleh guru atau dosen di ruang kelas.

Untuk menyiapkan kesiapan belajar dan sekaligus upaya percepatan adaptasi mahasiswa baru dengan SBJJ, UPBJJ-UT Surabaya telah menyelenggarakan kegiatan PKBJJ (Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh) bagi mahasiswa baru (Maba) di Kabupaten Tuban.

Pada tanggal 14 – 15 September 2019, bertempat di SMAN 2 Tuban dan diikuti sebanyak 506 mahasiswa baru, terdiri dari Program Studi Akuntansi 71 orang, program studi Manajemen 293 orang, Ilmu Administrasi Negara 66 orang, Ilmu komunikasi 29 orang, Ilmu Perpustakaan 23 orang, Ilmu Hukum 2 orang, Ilmu Pemerintahan 2 orang, Kearsipan 1 orang, Pendidikan Matematika 3 orang, dan Pendidikan Bahasa Indonesia 8 orang.

Direktur UPBJJ-UT Surabaya, Dr. Suparti, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan PKBJJ merupakan salah satu upaya UT untuk mempercepat mahasiswa baru beradaptasi dengan SBJJ, yang menghendaki setiap mahasiswa mampu mempelajari materi perkuliahan secara mandiri tanpa tergantung kepada dosen.

“Berbeda dengan perkuliahan di Perguruan Tinggi tatap muka (konvensional), dimana dosen mengarahkan mahasiswa untuk belajar, tetapi pada pendidikan jarak jauh sebagaimana yang diterapkan di UT, mahasiswa tidak diwajibkan hadir di kelas sehingga mereka tetap bisa kuliah sambil bekerja. Namun, mahaiswa dituntut mampu secara mandiri untuk mempelajari materi perkuliahan baik bahan ajar cetak maupun non cetak, seperti layanan tutorial online (kuliah online).” Terangnya.

Selama kegiatan PKBJJ ini, lanjutnya, mahasiswa dilatih oleh instruktur yang berasal dari dosen dan pegawai UT Surabaya, diantaranya Drs. Suparman, M.Pd, Drs. Sodiq Anshori, M.Pd, Dr. Pardamean Daulay, S.Sos., M.Si, Drs. Agus Prabowo, S.E, Sucipto, S.Sos, Pujianto, S.Sos, Mujono, S.E, dan Sugito.

“Selama dua hari mahasiswa dilatih untuk menguasai keterampilan belajar efektif, keterampilan membaca dan merekam hasil baca, keterampilan mengakses berbagai layanan online UT, termasuk layanan tutorial online (tuton) sebagai pengganti kuliah tatap muka, dan memastikan kesanggupan mahasiswa UT dalam menyusun rencana dan target belajar serta mengelola waktu belajar dengan baik“ ungkapnya.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa sangat antusias mengikuti pelatihan. Hal ini terlihat dari keaktipan mahasiswa dalam bertanya dan mengerjakan tugas atau latihan yang dimbing olinstruktur.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan dapat melahirkan mahasiswa yang berkarakter mandiri sebagai modal utama dalam menjalani sistem pembelajaran jarak jauh di UT sehingga mereka bisa belajar dengan baik dan lulus tepat waktu” harapnya. (Ace/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Bawaslu Surabaya Usulkan Anggaran Pilwali Rp 27,7 M

Diterbitkan

||

Bawaslu Surabaya Usulkan Anggaran Pilwali Rp 27,7 M

Memontum Surabaya – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya telah mengusulkan anggaran untuk Pemilihan Walikota Surabaya 2020 mendatang. Nilai yang diusulkan mencapai Rp 27,7 miliar.

Ketua Bawaslu Surabaya, M Agil Akbar menyebut usulan tersebut mengalami kenaikan dibandingkan rencana awal pihaknya beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Bawaslu Surabaya mengusulkan Rp26,5 miliar.

Penambahan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang juga bertambah. Dari yang sebelumnya berjumlah 4.300 TPS menjadi 4.327 TPS.

“Kami baru mendapat kepastian jumlah TPS setelah berkoordinasi resmi dengan KPU (Komisi Pemilihan Umum) Surabaya dan Bakesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa Politik Perlindungan Masyarakat) Surabaya dan beberapa instansi lainnya beberapa waktu lalu,” katanya.

Anggaran sebesar itu rencananya akan digunakan dalam beberapa pos anggaran. Di antaranya, honorarium bagi para petugas Ad Hoc (sementara).

“Sebab, hanya komisioner saja yang mendapat honorarium dari APBN,” katanya.

Beberapa badan ad hoc tersebut di antaranya, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Panitia Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL), dan Pengawas TPS (PTPS). Rencananya, proses seleksi akan dilakukan Desember mendatang.

“Sesuai regulasi, rekrutmen AD Hoc pengawas pemilu dilakukan sebelum PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) terbentuk. Sementara PPK dibentuk Januari sehingga kami rencananya akan melakukan seleksi sejak Desember tahun ini,” jelasnya.

Badan Ad Hoc rencananya memiliki masa kerja sekitar 9-12 bulan. “Termasuk, bertugas sejak saat pencalonan, kampanye, hingga pasca pemungutan suara,” ucap alumni Unesa tersebut.

Selain untuk honorarium, anggaran Bawaslu Surabaya juga diperuntukkan untuk sosialisasi pengawasan pemilu, koordinasi dengan Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu), dan beberapa pos anggaran lain.

“Di dalam menjalankan fungsi pengawasan, kami tak bekerja sendiri,” katanya.

“Gakkumdu, misalnya. Kami bekerjasama dengan pihak kepolisian dan kejaksaan. Juga, Pengawasan Pemilu Partisipatif,” Tutupnya.

Usulan anggaran tersebut pun kini telah masuk dalam rancangan yang akan disampaikan ke pemerintah kota yang rencananya akan masuk dalam hibah daerah. Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Kota Surabaya ditargetkan selesai Oktober mendatang. (Ace/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Khofifah Ajak Muslimat Tingkatkan Dakwah di Bidang Ekonomi

Diterbitkan

||

Khofifah Ajak Muslimat Tingkatkan Dakwah di Bidang Ekonomi

Memontum Surabaya – Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa meminta Muslimat NU untuk meningkatkan progresivitas dakwah melaui bidang ekonomi agar tidak ada lagi perempuan dan warga Muslimat yang terjerat rentenir.

Hal tersebut diucapkan Gubernur Jawa Timur ini saat penyelenggaraan Haul Akbar Pendiri Muslimat NU dan Kajian Inspirasi 1441 di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

“Kita semua punya harapan bahwa ibu-ibu Muslimat NU dapat mewujudkan komitmen untuk membebaskan masyarakat dari kemiskinan dan jeratan renternir melalui koperasi dan program perkreditan rakyat yang lebih luas jangkauannya,” jelas Khofifah.

Dakwah melalui penguatan program ekonomi ini, lanjutnya, perlu lebih progresif seiring dengan program arus ekonomi baru yang digagas Wakil Presiden Terpilih, KH Ma’ruf Amin.Karena itu, Muslimat NU harus terus belajar dan mengikhtiarkan hal tersebut. Mengenai gagasan program tersebut telah ada fatwa MUI tentang Financial Technology (Fintech).

Fintech ini bisa menjadi penguatan dakwah Bil Maal yang harus dilakukan Muslimat NU.

“Sebagai implementasinya, nanti akan diluncurkan aplikasi e-commerce Muslimat NU, Insya Allah bulan November saat Rakernas Muslimat NU. Supaya yang rumahnya di ujung Pacitan, yang rumahnya di ujung Trenggalek, yang rumahnya di ujung Situbondo, yang punya produk tidak perlu repot-repot harus membuat gudang tetapi produk dapat dipasarkan. Begitu juga sebaliknya,” kata mantan Menteri Sosial ini.

Menurutnya, aplikasi ini bisa berseiring dengan program Pemprov Jatim One Pesantren One Product (OPOP).Harapannya, ketika terdapat produk terpilih dapat dibimbing, didampingi, dan dikembangkan agar berkualitas dan berdaya saing, layak jual tidak hanya di dalam tetapi juga di luar negeri.

“Training centernya saat ini di Unusa yang sudah saya resmikan satu bulan yang lalu. Saya ingin ini menjadi inovasi dakwahnya muslimat. Dakwah Bil Maal. Saya berharap program ini terus dikuatkan,” harapnya.

Khofifah juga mengajak kepada Muslimat NU untuk menyisir embrio-embrio sentra pertumbuhan ekonomi di lingkungan Muslimat NU.

“Sekarang tahun 2019 kita menyelenggarakan Haul Akbar pendiri Muslimat NU untuk memberikan semangat bagi kita, bagaimana Muslimat NU bisa menguatkan ekonominya sebagai media dakwah dan mewujudkan gagasan Kyai Wahab untuk kebangkitan para pedagang ,” tegasnya.

Menurutnya, inovasi dakwah berikutnya adalah dakwah melalui digital IT. Mengingat hampir semua anggota Muslimat NU memegang telepon genggam (handphone).

“Saya ingin mengajak kepada kita semua, pemanfaatan digital IT lewat handphone juga kita pakai sebagai sarana dakwah. Terima kasih jajaran Muslimat NU telah banyak melakukan khataman Al Qur’an one day one juz. Ada juga yang mengamalkan one week one juz,” ujarnya.

Dijelaskan, dakwah melalui Digital IT ini bisa dilakukan untuk Khataman Quran. Khataman tersebut ada yang satu hari satu jus, juga ada yang satu minggu satu jus.

“Dengan memperbanyak gerakan mengkhatamkan Alqur’an kita mohon semoga Allah menganugerahkan limpahan keberkahan kepada bangsa Indonesia dan Jawa Timur pada khususnya,” ucapnya.

Hadir juga dalam kesempatan itu, ulama dari Mekkah Dr. Syekh Muhammad Ismail.Dalam ceramah agamanya, Ulama dari Mekkah Dr. Syekh Muhammad Ismail menekankan kemuliaan perempuan di menurut Islam, menurut Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT.

Seorang perempuan bisa memikul tanggung jawab lebih besar dari pria. Allah memuliakan perempuan muslim.

“Ridho atau kerelaan dari kedua orang tua. Ridho ibu di atas ayah. Berbakti kepada Ibu 3 kali lipat dibanding kepada Ayah,” pungkasnya. (Ace/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler