Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Bupati Bondowoso Hadiri Malam Puncak HSN 2018

  • Minggu, 28 Oktober 2018 | 17:59
  • / 17 Safar 1440
Bupati Bondowoso Hadiri Malam Puncak HSN 2018

Memontum Bondowoso—+Bupati Bondowoso, mengatakan akan pentingnya peran ulama dan para santri terhadap pemerintah untuk menjaga NKRI. “Hari Santri merupakan bukti nyata pengakuan pemerintah terhadap para ulama dan santri dalam memperjuangkan kedaualatan NKRI,” tutur Drs KH. Salwa Arifin, Kamis malam (25/10/2810) saat menghadiri acara malam puncak Hari Santri Nasional (HSN) di Gedung PCNU Bondowoso.

Peringatan Hari Santri Nasional, ditetapkan sebagai hari besar nasional, yakni bertepatan dengan dikumandangkannya Resolusi Jihad, oleh Rais Akbar NU, KH Hasyim Asy’asri, pada 22 Oktkber 1945 silam.

Hari Santri Nasional 2018, yang mengusung tema , “Menjaga Persatuan Dan Kesatuan Para Kaum Santri”, yakni mengenang betapa penting para Kiai dan kaum santri akan peran kemajuan bangsa dan Negara. Dalam sambutannya, Bupati Salwa juga menyampaikan terimaksih kepada para tamu yang menghadiri acara tersebut. “Terimaksih yang sebesar-besarnya saya haturkan atas partisipasinya telah hadir dalam acara Hari Santri ini, mari kita jaga dan kita tingkatkan persatuan dan kesatuan para ulama dan kaum santri demi damainya Bondowoso. Dan semoga NU terus menjadi organisasi kemasyarakatan yang mampu membawa kemaslahatan bagi umat manusia ,” imbuhnya.

Tampak hadir mantan Bupati Bondowoso Amin Said Husni, pengasuh Ponpes se Kabupaten Bondowoso, pengurus NU se Kabupaten Bondowoso, Dandim 0822, Wakapolres, Danki Brimob, Danyon Raider 514.

Amin Said Husni menyampaikan Resolusi Jihad dalam masa sekarang, adalah menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). “Tentu juga mengisi kemerdekaan ini, dengan berbagai keilmuan, dan berperan di berbagai bidang,” katanya.

Dalam orasinya, Amin mengatakan, bahwa bentuk melanjutkan kemerdekaan dengan berbagai peran sebagai pengurus Jamiah NU, berperan di bidang ekonomi, bidang politik, pemerintahan, dan lain-lain. “Harus disiapkan secara terencana. Nahdlatul Ulama, harus punya kepedulian, dan menyiapkan kadernya, masuk ke dalam berbagai lini kehidupan. Yang punya bakat politik, silahkan masuk ke politik, yang bakatnya ekonomi silahkan masuk ke ekonomi, yang bakat di pertanian tetap tekuni pertanian, dan begitu seterusnya,” paparnya, di depan warga Nahdliyin Bondowoso. Tetapi ghirohnya, harus tetap menggunakan semangat NU,”ujarnya.

Usai doa dilanjutkan ramah tamah dan makan tabek (nasi bungkus) bersama, penuh keakraban dan gayeng. Juga Ibu Waka Polres ditemani Muslimat di ruang Fatayat makan nasi tabek bersama. Suasana pun, penuh keakraban. (ifa/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional