Memontum.Com

Pengukuhan Guru Besar Polinema

Pembangunan Peternakan Ayam Pamotan Dampit Disorot

  • Selasa, 6 November 2018 | 09:48
  • / 26 Safar 1440
Pembangunan Peternakan Ayam Pamotan Dampit Disorot
Area gunung Semeru yang terbakar. (ist)

Memontum Malang—–Pembangunan peternakan ayam oleh Pt.Jafpa Comfeed Poultry Tbk di Dusun Umbulrejo Desa Pamotan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang,belakangan ini menjadi sorotan warga setempat.Pasalnya,rencana pembangunan diatas areal seluas 95 hektare ini belum kantongi izin.Kendati demikian,pembangunan gedung perusahaan peternakan ayam terbesar di Kabupaten Malang ini sudah dimulainya beberapa minggu lalu.Itu terlihat dari beberapa kendaraan besar mulai lalu lalang mengangkut material.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malang, Irianto menegaskan, pihaknya masih belum mengeluarkan izin terkait pembangunan peternakan tersebut. “Sudah dalam proses, tapi izinnya belum kita keluarkan. Karena masih banyak persyaratan yang belum lengkap,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatannya.

Dijelaskan, persyaratan yang dimaksud terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan perizinan dari warga yang terdampak secara langsung. “Kami tidak bisa memberi izin, karena persyaratan seperti AMDAL dan perizinan dari warga yang terdampak juga belum ada,” tegasnya.

Dikatakan,mengenai pembangunan pabrik,pihaknya tidak berhak melakukan peneguran Menurutnya, itu wewenang Satpol PP. “Kalau nyemprit (menegur) itu wewenangnya satpol PP, buka saya,” lanjutnya.

Salah seorang warga sekitar mengatakan,pembangunan peternakan ayam itu masih terdapat beberapa ketidakjelasan. Menurutnya, hingga saat ini, meskipun warga yang terdampak telah beberapa kali diajak sosialisasi, namun masih belum jelas apa bentuk kompensasi yang akan diberikan kepada desa khususnya warga yang terdampak, terkait pembangunan tersebut.

“Saya belum diajak sosialisasi, tapi tiba-tiba saya lihat kok sudah banyak kendaraan dan beberapa alat besar ada di lokasi. Sudah terlihat melakukan beberapa aktivitas proyek,” ujarnya.

Juga dijelaskan, dalam proyek tersebut, pihak perusahaan harus secara detil menjelaskan untuk mengantisipasi dampak yang kemungkinan terjadi. “Masalahnya kan itu peternakan, dampaknya yang mungkin terjadi bisa dilihat. Dalam pembangunan pun juga sudah terlihat dampaknya,” ujarnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Desa Pamotan Gatot Suharyanto membenarkan terkait pembangunan peternakan oleh Japfa Comfeed Poultry akan dibangun di atas lahan seluas 95 hektare telah melalui sosialisasi bersama beberapa warga. Menurutnya, warga telah beberapa kali diundang oleh pihak perusahaan untuk melakukan sosialisasi pembangunan peternakan tersebut.

Dijelaskan,sebagai bentuk kompensasi atas pembangunan tersebut, warga menginginkan dibangunnya akses jalan desa Pamotan yang juga akan dilalui oleh kendaraan pabrik nantinya. “Warga sudah mengajukan hal tersebut, dan pihak perusahaan sudah mengiyakan, tapi masih belum jelas kapan akan direalisasikan,” tukas Gatot.

 

Sebagai aparatur desa yang wilayahnya turut terdampak, Gatot mengaku bahwa pihaknya berupaya untuk menjembatani apa yang diinginkan warga terkait pembangunan peternakan tersebut. “Saya berupaya untuk menjembatani warga, warga inginnya apa, terutama warga yang terdampak secara langsung,” pungkasnya.(sur/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional