Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Tak Mandek di Lomba, Mahasiswa UB Kembangkan Bisnis Ciplukan Melalui Startup

  • Selasa, 6 November 2018 | 17:51
  • / 26 Safar 1440
  • Dibaca : 34 kali
Tak Mandek di Lomba, Mahasiswa UB Kembangkan Bisnis Ciplukan Melalui Startup
Mendapatkan apresiasi dari Rektor UB dan civitas akademika UB.

Memontum Kota Malang—-Ide inovatif dan kreativitas mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang tak pernah mati. Berawal keikutsertaan dalam lomba World Youth Invention Exhibition tingkat Internasional di Malaysia pada Juni 2018 lalu, mahasiswa jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian UB, Danniary Ismail Faronny, berhasil membuat sebuah startup makanan sehat berbahan baku buah ciplukan.

“Dari kegiatan tersebut, kami berkomitmen untuk kembangkan produk ciplukan dari produk Indonesia, menjadi sebuah startup yang kami beri nama Physalis Company. Hingga saat ini, startup yang belum genap 6 bulan ini telah memiliki 4 produk unggulan,” jelas Danny, sapaan akrabnya.

Tim Physalis Company saat memenangkan lomba World Youth Invention Exhibition di Malaysia.

Tim Physalis Company saat memenangkan lomba World Youth Invention Exhibition di Malaysia.

Keempat produk unggulan tersebut, diantaranya pertama, benih ciplukan dengan nama Chipseed; Kedua, tanaman ciplukan yang dinamai ChiPlant; Ketiga, buah segar ciplukan Freshchip yang dapat langsung dikonsumsi; Keempat, hasil olahan ciplukan Chipbar, yang mendapatkan 2 penghargaan sekaligus diajang gold medal dan best invention, yang diinisiasi bersama 2 rekannya, M. Alawy dan Choirum Ayun.

Physalis Company sendiri dikembangkan sebagai upaya hirilisasi riset pemuliaan tanaman ciplukan yang dibimbing oleh Dr. Budi Waluyo, dari jurusan Budidaya Pertanian FPUB, sehingga nilai manfaat dari penelitian bisa dirasakan oleh masyarakat luas. Dr. Budi saat ini telah mengkoleksi ratusan galur ciplukan dari beberapa pulau di Indonesia, mulai ciplukan kecil hingga ciplukan sebesar tomat.

Ditanya alasan memilih tanaman ciplukan sebagai produk unggulan mereka, CEO Physalis Company itu menjelaskan, ingin memperkenalkan tanaman lokal Indonesia ke mancanegara. “Kearifan lokal dari tanaman ciplukan dari dulu sampai sekarang selalu dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai gulma, dimana memiliki nutrisi yang tinggi dan manfaat kesehatan yang potensial,” terang Danny.

Buah ciplukan adalah nama sejenis buah kecil, yang ketika masak tertutup oleh perbesaran kelopak bunga. Umumnya tumbuh liar didapati bercampur dengan herba dan semak lainnya di kebun, tegalan, sawah yang mengering, tepi jalan, tepi hutan dan bagian-bagian hutan yang terbuka disinari terik matahari. Buahnya digemari anak-anak. Seluruh bagian tumbuhan, dari daun sampai akar biasanya dikeringkan lebih dulu, digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional.

Tak hanya itu, Danny juga menjelaskan, penelitian menunjukan ciplukan mengandung vitamin C yang relatif tinggi, lebih tinggi daripada buah anggur, serta zat physagulin F yang bermanfaat untuk penderita diabetes. “Jadi bisa digunakan untuk terapi diabetes, serta dapat dirasakan manfaatnya secara langsung untuk penurunan tekanan darah,” tandasnya.

Rektor UB, Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR. MS, sangat mengapresiasi hasil riset mahasiswa jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian UB tersebut, karena bisa mengembangkan tanaman yang saat ini semakin langka menjadi sebuah Bisnis Startup. “Semoga bisnis yang dijalankan ini bisa semakin berkembang dan hasil karyanya bisa dipatenkan,” tukas Rektor UB. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional