Connect with us

Trenggalek

Peringatan Hari Pahlawan, Ratusan Seniman Ramaikan Lomba Melukis

Diterbitkan

||

salah satu peserta tampak serius mengikuti lomba melukis di halaman Mapolres Trenggalek

Memomtum Trenggalek – Setelah sukses menggelar Pawai Obor yang diadakan beberapa hari yang lalu, Polres Trenggalek kembali menggelar Lomba Lukis Kamtibmas Se-Jawa Timur dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Tahun 2018.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S didampingi oleh pejabat utama sekaligus perwira staff dan Kapolsek jajaran turut hadir menyaksikan berlangsunya lomba lokis dengan tema Kamtibmas tersebut.

Lomba dibuka langsung oleh Kapolres yang ditandai dengan goresan pertama pada salah satu kanvas yang nantinya akan di lanjutkan oleh salah satu peserta.

“Dalam kegiatan ini, sedikitnya 210 seniman yang akan meluapkan inspirasi melukisnya di atas kain kanvas yang sudah kami siapkan. Sengaja kami memilih lokasi dihalaman Mapolres Trenggalek, mengingat pesertanya cukup banyak, ” ucap Didit saat dikonfirmasi, Senin (12/11/2018).

Didit juga mengatakan, dengan mengambil tema Kamtibmas diantaranya anti Narkoba, anti hoax, anti Miras, tertib berlalu lintas, Bhineka Tunggal Ika, dan Kerukunan umat beragama dapat digunakan menjadi sarana komunikasi polri dengan masyarakat.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mengisi ruang pada perjuangan hari pahlawan ini agar keutuhan NKRI tetap terjaga salah satunya dengan lomba-lomba seperti ini, ” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah Ketua Panitia, AKP Suyono menegaskan terkait tata tertib yang harus dipatuhi oleh seluruh peserta.

“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam lomba lukis kamtibmas ini. Diantaranya yakni, kami memberikan durasi waktu 6 jam kepada pelukis untuk menyelesaikan hasil karyanya, ” tuturnya.

Diakui Yono sapaan akrabnya, karya lukis yang dibuat ini bersifat original buatan dan merupakan hasil karyanya sendiri tanpa bantuan dari orang lain.

Seperti yang terlihat dilokasi kegiatan, lomba lukis ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari seniman tulen hingga pelajar dan anak-anak. Karya yang dibuat pun benar-benar membuat takjub.

Media yang digunakan tidak melulu menggunakan cat minyak bahkan ada pula yang melukis menggunakan media arang dan ampas kopi. Hasilnya bisa ditebak nuansa hitam putih memukau lengkap pesan kuat didalam setiap guratannya.

Sedikit berbeda, peserta dari usia anak-anak justru pintar memainkan imajinasinya dengan menggambar Poster lengkap dengan tulisan pesan yang mudah ditangkap oleh siapapun yang melihat. Warna-warna cerah banyak dipakai menggambarkan semangat mereka sebagai generasi muda.

“Mengingat proses melukis yang lumayan lama, para peserta juga dimanjakan dengan berbagai jajanan mulai dari mis instan rebus, teh maupun kopi disiapkan panitia di pinggir halaman Mapolres, ” pungkas Yono. (mil/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *