Connect with us

Kabupaten Malang

DTPHP Kabupaten Malang Berharap Petani Bisa Ciptakan Produk Olahan Hasil Tani

Diterbitkan

||

Memontum Malang Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang terus berupaya memajukan potensi pertanian di Kabupaten Malang. Dalam mendukung upaya tersebut, bersama Asosiasi Pasar Tani (Aspartan), DTPHP Kabupaten Malang menggelar Pameran Produk Unggulan Tanaman Pangan pada Selasa (13/11/2018) siang. Pameran digelar di halaman Kantor Dinas DTPHP Kabupaten Malang, setidaknya ada sekitar 25 stan dari beberapa desa di Kabupaten Malang yang menjajakan produk unggulan hasil tani masing-masing. Adapun beberapa produk yang dijajakan adalah buah dan sayur organik, berbagai olahan hasil tani seperti keripik dan olahan lainnya. "Terutama tanaman pangan ya, seperti Pajale (Padi, Jagung, Kedele) selain tanaman hortikultura, " ujar Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Budhiar Anwar. Menurut Budhiar, digelarnya pameran seperti ini adalah untuk memicu para pelaku usaha terutama di sektor pertanian agar bisa lebih mandiri dalam mengolah hasil taninya. Mengingat potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Malang menurutnya yang sangat luar biasa, maka hasil tani masih perlu diolah untuk bisa mempunyai nilai tambah dalam penjualannya. "Para petani kita sudah sangat andal dalam bercocok tanam. Dan hasilnya setiap tahun juga surplus, ditambah kualitasnya yang juga tidak kalah dengan hasil tani di daerah lain. Dengan kegiatan seperti ini, paling tidak bisa merangsang para pelaku usaha di sektor pertanian untuk bisa mempunyai nilai tambah, salah satunya ," tuturnya Sebagai contoh, Budiar mengatakan, jika dahulu petani hanya bisa menjual gabah, paling tidak sekarang sudah bisa menjual beras poles. "Saat ini beras harganya mencapai Rp 9.000 per kilo nya jika sudah dikemas bisa menjadi Rp 10.000 per kilo, apalagi jika kita lihat di beberapa toko modern harganya bisa jauh diatasnya," tambah Budhiar. Menurutnya, dalam pameran tersebut masih belum bisa mewakili Kabupaten Malang dalam menunjukan potensi pertanian yang ada, namun dari kegiatan tersebut ia berharap bisa menjadi embrio yang dapat memunculkan ide-ide baru dalam berinovasi mengolah hasil tani. "Saya juga berharap, kegiatan seperti ini nantinya bisa diperluas cakupannya, atau bahkan bisa juga berkontribusi dalam ajang pameran produk inovasi dalam skala yang lebih luas seperti di Tingkat provinsi, " pungkasnya. (sur)

Memontum Malang —Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang terus berupaya memajukan potensi pertanian di Kabupaten Malang. Dalam mendukung upaya tersebut, bersama Asosiasi Pasar Tani (Aspartan), DTPHP Kabupaten Malang menggelar Pameran Produk Unggulan Tanaman Pangan pada Selasa (13/11/2018) siang.

Pameran digelar di halaman Kantor Dinas DTPHP Kabupaten Malang, setidaknya ada sekitar 25 stan dari beberapa desa di Kabupaten Malang yang menjajakan produk unggulan hasil tani masing-masing.

Adapun beberapa produk yang dijajakan adalah buah dan sayur organik, berbagai olahan hasil tani seperti keripik dan olahan lainnya.

“Terutama tanaman pangan ya, seperti Pajale (Padi, Jagung, Kedele) selain tanaman hortikultura, ” ujar Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Budhiar Anwar.

Menurut Budhiar, digelarnya pameran seperti ini adalah untuk memicu para pelaku usaha terutama di sektor pertanian agar bisa lebih mandiri dalam mengolah hasil taninya. Mengingat potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Malang menurutnya yang sangat luar biasa, maka hasil tani masih perlu diolah untuk bisa mempunyai nilai tambah dalam penjualannya.

“Para petani kita sudah sangat andal dalam bercocok tanam. Dan hasilnya setiap tahun juga surplus, ditambah kualitasnya yang juga tidak kalah dengan hasil tani di daerah lain. Dengan kegiatan seperti ini, paling tidak bisa merangsang para pelaku usaha di sektor pertanian untuk bisa mempunyai nilai tambah, salah satunya ,” tuturnya

Sebagai contoh, Budiar mengatakan, jika dahulu petani hanya bisa menjual gabah, paling tidak sekarang sudah bisa menjual beras poles.

“Saat ini beras harganya mencapai Rp 9.000 per kilo nya jika sudah dikemas bisa menjadi Rp 10.000 per kilo, apalagi jika kita lihat di beberapa toko modern harganya bisa jauh diatasnya,” tambah Budhiar.

Menurutnya, dalam pameran tersebut masih belum bisa mewakili Kabupaten Malang dalam menunjukan potensi pertanian yang ada, namun dari kegiatan tersebut ia berharap bisa menjadi embrio yang dapat memunculkan ide-ide baru dalam berinovasi mengolah hasil tani.

“Saya juga berharap, kegiatan seperti ini nantinya bisa diperluas cakupannya, atau bahkan bisa juga berkontribusi dalam ajang pameran produk inovasi dalam skala yang lebih luas seperti di

Tingkat provinsi, ” pungkasnya. (sur)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *