Connect with us

Mojokerto

Danramil Magersari Bersama Persit KCK Pantau Imunisasi Difteri

Diterbitkan

||

Danramil 0815/19 Magersari saat dampingi pelaksaan layanan imunisasi

Memontum Mojokerto Layanan kesehatan pemberian imunisasi dalam rangka Outbreak Responze Immunitaion (ORI) Difteri Putaran III di wilayah Kota Mojokerto, Jawa Timur, khususnya Kecamatan Magersari hingga hari ini masih berlangsung, Senin (19/11/2018). Kali ini Danramil 0815/19 Magersari Kapten Inf Desto Jumeno bersama para Babinsa dan Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0815 Mojokerto turun langsung memantau pelaksanaan layanan imunisasi di sejumlah tempat.

Salah satunya Taman Posyandu Mangunrejo 9 Lingkungan Balongsari IV Nomor 10-A RT 2 RW 3 Kelurahan Balongsari Kecamatan Magersari. Di lokasi ini layanan kesehatan diberikan bagi 36 Balita oleh Tim Medis dari UPT Puskesmas Gedongan, Windiatik.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, PLKB Magersari, Ketua RT 2 Naufal, Ketua Kader Posyandu Posyandu Mangunrejo 9 Enik Sukowati beserta para Kader, Babinsa Kelurahan Balongsari Serma Sofiul dan Koptu Ahmad Nur Afandi, Anggota Persit KCK Ranting Magersari, Ny. Sofiul dan Ny. Junari.

Pantauan di lapangan, dari 36 anak tersebut, yang mendapatkan vaksin hanya 34 orang, sedangkan dua anak batal diimunisasi karena sakit.

Selain sasaran di atas, layanan imunisasi juga berlangsung di Posyandu Lingkungan Kuti Kelurahan Gunung Gedangan diperuntukan 62 anak, yang dilakukan Petugas Pustu Gunung Gedangan, Nihayatul Mufidah, Amd, Keb dan Emin K, S.Gz, serta Dinas P3A & KB Kota Mojokerto, Novi, S.Psi serta dipantau dan didampingi langsung Babinsa Gunung Gedangan Serma Sudirman, SH beserta dua orang anggota Persit KCK, dan Ketua Posyandu, Sumarlik beserta 6 orang anggota Kader.

Sementara di Posyandu Melati Lingkungan Sentanan Gang II RT 02 RW II Kelurahan Sentanan, pemberian vaksin dan Vitamin A dilakukan Petugas Dinas Kesehatan UPT Puskesmas Gedongan, Fitria beserta satu orang dengan sasaran 22 anak. Namun yang divaksin hanya 10 anak, sedangkan 12 anak ditunda karena 5 anak masih sekolah, 1 anak pindah domisili dan 6 anak berhalangan.

Pemberian vaksin di lokasi ini dipantau langsung Babinsa Kelurahan Sentanan Pelda Dwi Heri Budiyanto dan Serka Abas Tirtana bersama dua anggota Persit KCK Ny. Erni Purwaningsih dan Ny. Tatik, Ketua RT setempat Tyas Palupi, Ketua Posyandu Nurul beserta 4 orang Kader.

Saat di lokasi kegiatan, Danramil 0815/19 Magersari Kapten Inf Desto Jumeno, mengatakan, pemantauan dan pendampingan pelaksanaan imunisasi dalam rangka ORI Difteri Putaran III di wilayah Magersari oleh Para Babinsa, merupakan bentuk dukungan Koramil (TNI) guna mensukseskan program pemerintah sekaligus pembinaan wilayah.

“Kehadiran Pengurus dan Anggota Persit KCK Cabang XXX Kodim 0815 dan Ranting Koramil Magersari yang turut memantau pelaksanaan layanan kesehatan (ORI Difteri) ini, merupakan bentuk Kerja Sama antara Persit KCK Cabang XXX Kodim 0815 Mojokerto dan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto,” ungkap Danramil.(den/gan/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mojokerto

Disparpora Mojokerto Gelar Kirab Haul Syekh Jumadil Kubro ke-644 Tahun 2019

Diterbitkan

||

Disparpora Mojokerto Gelar Kirab Haul Syekh Jumadil Kubro ke-644 Tahun 2019

Memontum Mojokerto – Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto kembali menggelar agenda wisata dan kebudayaan tahunan yakni Kirab Kubro dalam rangka memperingati Haul Syekh Jumadil Kubro ke-644 Tahun 2019.

Kirab budaya diberangkatkan dari Pendopo Agung Trowulan, dan finish di halaman Makam Troloyo, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, pada Kamis (14/9/2019) .

Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Pungkasiadi didaulat membacakan paluhuran (silsilah) Syekh Jumadil Kubro, yang diawali prosesi cucuk lampah atau ‘membuka jalan.’Hal ini dimaksudkan sebagai usaha menolak bala dan mengusir semua gangguan seperti hawa buruk yang dapat mengganggu jalannya prosesi.

Arak-arakan berbagai macam gunungan mulai tumpeng agung, tumpeng aneka hasil bumi dan tumpeng jajanan pasar, sukses menjadi daya tarik acara. Tumpeng-tumpeng ini dipercaya sebagai berkah.

Kirab dan prosesi cucuk lampah disempurnakan barisan peserta kirab berpakaian ala Walisongo, santri, pembawa kendi tujuh, pembawa jajan pasar, Tumpeng Songo, Panji Poncowarno, Panji Gulo Klopo (Sang Saka Merah Putih) yang diserahkan kepada Wakil Bupati.

Pemkab Mojokerto dan Disparpora sebagai leading sector, ingin agar tradisi ini bisa terus terjaga sebagai event rutin yang mencerminkan kearifan lokal.

Wabup berharap agar usaha nguri-uri budaya terus dijaga dan dilestarikan. Animo masyarakat yang cukup tinggi terhadap event-event budaya di daerah Trowulan khususnya, bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan potensi wisata daerah.

“Trowulan sebagai daerah wisata unggulan Kabupaten Mojokerto di bidang sejarah dan budaya, makin lama makin dikenal publik, baik lokal maupun luar daerah. Kirab kubro memperingati Haul Syeh Jumadil Kubro yang diperingati tiap tahun tidak pernah sepi animo. Dengan haul ini, kita bisa terus mengingat perjuangan Syekh Jumadil Kubro dalam berdakwah dan menyebarkan ajaran agama Islam,” ungkap Wabup.

Syekh Jumadil Kubro dikenal sebagai penyebar Agama Islam di tanah Jawa pada masa Kerajaan Majapahit. Syekh Jumadil Kubro adalah leluhur dan guru dari para Walisongo sesudahnya. Mengingat besarnya jasa dalam perkembangan Islam khususnya Jawa Timur, maka banyak kalangan umat Islam yang memelihara tradisi untuk terus mendoakan hari wafatnya, atau dalam Islam dikenal sebagai haul.

Rangkaian Haul Syekh Jumadil Kubro tahun 2019, juga dilanjutkan dengan pengajian umum bersama K.H. Falakul Alam dan K.H. Ahmad Muwafiq, pada Minggu (15/9/2019) malam di tempat yang sama. (mrg/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Mojokerto

Kota Mojokerto Kembali Raih Penghargaan Wahana Tata Nugraha 2019

Diterbitkan

||

Kota Mojokerto Kembali Raih Penghargaan Wahana Tata Nugraha 2019

Memontum Mojokerto – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kembali menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha 2019. Penghargaan yang ke-11 kalinya ini, diserahkan secara langsung oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi kepada Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di JCC, Jakarta, pada Minggu (15/9/2019).

Penghargaan Wahana Tata Nugraha tersebut, diberikan kepada daerah yang dianggap mampu menata transportasi publik dengan baik. Hal ini, tidak lepas dari koordinasi, komitmen dan sinergitas antara Pemkot Mojokerto bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mojokerto Kota dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta peran aktif masyarakat.

Melalui Dinas Perhubungan Kota Mojokerto dan pemangku kepentingan terkait, Pemkot Mojokerto telah melahirkan berbagai formula baru untuk mendukung sarana dan prasarana serta fasilitas publik di bidang transportasi dan lalu lintas.

Seperti, Car Free Day, Taman Lalu Lintas, Jalur Sepeda, Satlantas Peduli Pejalan Kaki (SAPA JAKA), Kawasan Tertib Lalu Lintas, Rute Aman Selamat Sekolah (RASS), Area Traffic Control System (ATCS), Zona Selamat Sekolah (ZOSS) dan Pelajar Pelopor Lalu Lintas.

Selanjutnya ada Abdiyasa Teladan, Angkutan Sekolah Gratis (ASG), Kampanye Keselamatan Sekolah, Partisipasi Masyarakat Melalui Media Sosial, Kampung Lalu lintas, Sekolah Tertib Lalu Lintas (STLL), Uji Emisi Gratis, SIM Samsat Corner, Polisi Cilik Polres Mojokerto Kota, Duta Lalu Lintas Jawa Timur, Re-Training Pengemudi Truk dan Bus, dan Pondok Pesantren Idol Road Safety (PONIRAS).

“Penghargaan Wahana Tata Nugraha diberikan kepada Pemkot Mojokerto karena adanya komitmen yang baik antara, Pemkot Mojokerto dengan masyarakat serta seluruh stakeholder dalam meningkatkan kinerja pelayanan transportasi khususnya lalu lintas dan angkutan kota. Komitmen tersebut telah direalisasikan melalui beberapa peningkatan pelayanan,” ungkap Wali Kota.

Penghargaan Wahana Tata Nugraha yang diperoleh Pemkot Mojokerto, merupakan hasil penilaian terhadap kinerja penyelenggaraan dan kinerja operasional sistem transportasi perkotaan, yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2019.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor Pm 35 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pemberian Penghargaan Wahana Tata Nugraha, bahwa pemberian Penghargaan Wahana Tata Nugraha dilaksanakan setiap 2 (dua) tahun.

“Pemkot Mojokerto sangat berharap bahwa tujuan akhir keberhasilan dari lomba di bidang penataan transportasi publik dan lalu lintas ini bukan sekedar perolehan Piala Wahana Tata Nugraha, akan tetapi dapat mewujudkan capaian kinerja transportasi yang lebih baik dan berkelanjutan. Yang pada akhirnya, dapat meningkatkan pelayanan masyarakat di bidang transportasi,” harap Ning Ita, sapaan akrabnya.

Untuk mendapatkan penghargaan ini, pemerintah telah mengikuti penilaian Penghargaan Wahana Tata Nugraha selama 14 kali mulai tahun 2004 sampai 2019. Ini artinya, berbagai prestasi pun telah dicapai seperti Penghargaan Wahana Tata Nugraha berupa Plakat sebanyak satu kali, Kategori Lalu Lintas sebanyak dua kali dan Piala Wahana Tata Nugraha sebanyak 11 kali, termasuk Penghargaan Wahana Tata Nugraha Tahun 2019.

“Penghargaan itu, sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 180 Tahun 2019 Tentang Penetapan Kota/Kabupaten dan Provinsi Sebagai Penerima Penghargaan Wahana Tata Nugraha Tahun 2019,” tegas Ning Ita.

Sekedar diketahui, penghargaan Wahana Tata Nugraha diberikan berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan dengan objek penilaian melalui lima bidang. Seperti, bidang lalu lintas, bidang angkutan umum, bidang sarana transportasi darat, bidang prasarana transportasi darat dan bidang umum. (mrg/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler