Connect with us

Jombang

Usulan Verifikasi Jadi Momok bagi Agen E-Warung Penyalur BPNT

Diterbitkan

||

Memontum Jombang—–Usulan verifikasi dan valisidasi untuk keagenan bantuan pangan non tunai yang diterbitkan oleh plt sekda berupa surat rekomendasi agen tertanggal 8 agustus 2018 dan dibatasi hingga tanggal 30 agustus 2018 menjadi momok bagi agen e-warung penyalur BPNT. Akibatnya, tidak sediki agen e-warung yang kemudian memilih untuk mengundurkan diri.

Menurut sumber yang dapat dipercaya,surat rekomendasi yang ditanda tangani oleh pemerintah desa,camat hingga dinas sosial tersebut sangat sulit didapatkan oleh para calon agen e-warung, bahkan harus bersihtegang dengan perangkat desa untuk mendapatkanya, kalaupun diberikan surat rekomendasi pihak desa juga mengaku telah membentuk agen e-warung

Seperti yang terjadi di desa Cukir kecamatan diwek, Salah satu agen e-warung Arifin (41) mengundurkan diri tiga hari menjelang penyaluran BPNT karena ia tak ingin dituduh menyerobot jatah e-warung yang sudah dibentuk oleh desa.

” Pihak desa sudah membentuk agen sendiri,kulo dewe juga nggak enak di arani oyok-oyok, pak lurah juga ngomong gak opo-op wes tak tanda tangani (rekom e-warung bpnt.red) .Kulo jawab mboten pun pak, jenengan wes mbentuk kok,” Ujar Arifin

Arifin, menceritakan ikhwal ia meminta rekom,karena telah didatangi oleh pihak BNI dan dilamar sebagai agen penyalur BPNT karena disamping memiliki toko pihaknya juga telah memiliki EDC, namun untuk melengkapi syarat ke agenan ia diperintah untuk meminta rekomendasi ke Pihak Deaa oleh petugas BNI.

Tak berselang lama,ia pun kemudian menghubungi kasun untuk meminta rekom yang kemudian diarahkan ke bagian kesra desa cukir Lila, namun tak kunjung ada jawaban hingga beberapa hari, bahkan pesan yang ia kirim via watshap terkait pengajuan rekompun tidak di balasnya.

“Beberapa hari kemudian,ada pertemuan di mojosongo, dan kebetulan istri saya ketemu dengan kesra, mbk lila bilang kepada istri saya unyuk menemui pak lurah tapi kalau dimarahi disuruh diam saja,” terang Arifin.

“Saya mikir, apa salahnya kok dimarahi, pikir saya gitu. Padahal kita gak menyalahi aturan ,wong prosedurnya kita kan harus minta, tapi karena butuh rekom akhirnya istri saya memberanikan diri tetap meminta,dan ternyata betul istri saya pulang sambil nangis, saya gak tau pastinya intinya istri saya di uring-uring pak lurah teko-teko kok jalok surat rekom,” tambahnya.

Sementara itu, kepala desa cukir Sutomo, saat dikonformasi melalui pesan seluler berdalih tidak memamrahi warganya yang meminta rekomendasi, pihaknya hanya sekedar memberi pengertian

” Ya ,dak di marahi mas,cuma di kasik pengertian, kenapa se,selama ini kalo dah tau duluan ada program Agen dari BNI kok gak koordinasi atau melaporkan ke desa, seolah-olah meninggal kan desa,langsung kerjasama nya sama BNI,” Kata Sutomo

Ia menjelaskan setelah ada surat edaran masuk terkait edaran pendataan agen ,pihaknya telah mengumpulkan semua kasun dan staf desa ,tapi setelah mendapat agen sesuai usulan kasun dan staf dan kami rekomendasikan dia ( istri Arifin.red) muncul.

“Begitu ada surat masuk, permintaan pendataan Agen, kita kumpulkan semua Kasun dan staf desa, untuk ndata masalah itu,setelah sudah dapat Agen sesuai masukan Kasun dan staf, dan sudah kami rekomendasikan , baru dia nya yang kerjasama sama BNI ke desa, Lo,selama ini kemana,” Pungkas Sutomo.

Tidak hanya di desa cukir, menurut sumber yang bisa dipercaya akibat sulitnya mendapat surat rekomendasi sejumlah agen di beberapa kecamatan ploso dan tembelang lebih memilih mengundurkan diri. (ham/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jombang

Desa Karanglo Salurkan BLT DD Tahap IV

Diterbitkan

||

Kades Karanglo, Habib Ghofir, saat menyerahkan bantuan secara simbolis.
Kades Karanglo, Habib Ghofir, saat menyerahkan bantuan secara simbolis.

Memontum JombangPemerintahan Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, melaksanakan penyaluran bantuan BLT-DD Tahap IV kepada 100 KPM baru dari Dusun Kedunglo, Bajang, Serapah, Mojokembang, Bayeman dan Dusun Kelagen, Selasa (20/10) pagi. Pelaksanaan penyerahan yang disalurkan melalui Bank Jombang tersebut, dikonsentrasikan di Balai Desa Karanglo.

Kepala Desa Karanglo, Habib Ghofir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penerima bantuan pada hari ini, merupakan kelompok baru untuk penerima bantuan BLT-DD. Penerima bantuan BLT-DD Tahap IV, terdapat penurunan, yakni dari sekitar 170 KPM sekarang menjadi 100 KPM. Salah satu alasannya, karena dana yang terbatas.

Ditambahkan Habib, 100 KPM yang mendapatkan bantuan nantinya, adalah kelompok baru yang belum pernah menerima bantuan baik dari Kemensos maupun Dana Desa (DD). Hal ini dilakukan, supaya pembagian bantuan bisa merata serta tepat sasaran. Untuk besaran Bantuan BLT-DD, Rp.300 ribu per KPM.

“Persyaratan untuk mengambil dana bantuan BLT-DD adalah foto copy KK sebanyak 2 lembar, foto copy KTP sebanyak 2 lembar. Apabila penerima bantuan berhalangan hadir, dapat diwakilkan tetapi harus menggunakan surat kuasa dan KTP asli dari orang yang mewakili,” katanya.

Proses penyaluran bantuan sesuai dengan Permendes, tambahnya, harus melalui non tunai. Tetapi, kebijakan di Kabupaten Jombang melalui Bank Jombang. Jadi, alurnya setelah desa mengambil dari Bank Jatim, kemudian desa mentransfer ke Bank Jombang dan selanjutnya menyalurkan secara langsung kepada penerima bantuan.

Dengan diberikannya bantuan tersebut, Habib berharap, bantuan BLT-DD bisa membantu meringankan beban masyarakat terdampak Covid19. Serta, digunakan sebaik-baiknya untuk membeli kebutuhan pokok. “Semoga dengan bantuan ini, nantinya bisa meringankan beban semua,” lanjutnya. (azl/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Jombang

Bupati Jombang Serahkan Program PTSL Pengampon

Diterbitkan

||

Penyerahan sertifikat tanah kepada warga Desa Pengampon.
Penyerahan sertifikat tanah kepada warga Desa Pengampon.

Memontum Jombang – Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, menyerahkan sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) kepada warga Desa Pengampon, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Kamis (15/10) tadi. Dalam kesempatan penyerahan 1062 sertifikat secara simbolis itu, turut hadir Kepala BPN Jombang, Tutik Agustiningsih serta OPD terkait.

Bupati Jombang dalam sambutannya, menjelaskan bahwa program PTSL sangat membantu warga dalam mengurus dan mendapatkan sertifikat tanah dengan mudah dan cepat. Sehingga, ke depan tidak akan terjadi perselisihan perihal atas tanah di masyarakat. Apalagi, seperti tanah warisan yang rentan terjadi perselisihan.

“Kepada warga penerima program PTSL, apabila sudah mempunyai sertifikat, agar menyimpan dan menjaga dengan sebaik-baiknya. Karena apabila memang dibutuhkan sebagai agunan di bank, untuk membuka usaha atau menyekolahkan anak, pastikan sertifikat tersebut tidak asal dalam memilih bank,” katanya.

Bupati juga berharap, dengan adanya pembagian sertifikat ini, semoga warga di Desa Pengampon, bisa semakin maju. Termasuk, aman, tentram dan sejahtera, seluruh warganya.

Kepala BPN Jombang, Tutik Agustiningsih, di tempat sama mengatakan, sebelum program PTSL, memang ada program Prona. Tetapi, program itu tidak bisa menyelesaikan sertifikat lebih banyak seperti sekarang. Hal ini, tentunya terkait dengan anggaran negara.

“Program ini berbeda dengan Prona. Khusus program PTSL, anggarannya sudah diperbanyak. Sehingga, BPN bisa merealisasikan jumlah sertifikat lebih banyak. Semoga, ini bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Tutik Agustiningsih. (azl/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler