Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Ngeri, “Limbah” Kulit Sapi, Diolah Jadi Bahan Makanan? Dikirim ke Bali

  • Senin, 26 November 2018 | 12:55
  • / 17 Rabiul Uula 1440
Ngeri, “Limbah” Kulit Sapi, Diolah Jadi Bahan Makanan? Dikirim ke Bali
JEMUR : Bahan yang dijemur kemudian dikemas. (ist)

Memontum Malang–Anggota Buru Sergap dan penyidik Satuan Reskrim Polres Malang, Jumat (23/11/2018) siang, menggerebek lokasi pengolahan bahan makanan di Dusun/Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Temuan petugas, bahan mentah itu diduga berasal dari limbah kulit sapi yang diolah dengan cairan kimia.

Informasi didapat dari berbagai Sumber, termasuk warga Dampit dekat lokasi, tempat pengolahan limbah tersebut telah berjalan selama 1 tahun lebih. Sebagian warga mengetahui, limbah bahan olahan diakui tidak didistribusikan ke Malang, melainkan ke Pulau Dewata Bali.

Lokasi pengolahan limbah jauh dari pemukiman warga. Sebab itu, warga kampung tidak terdampak polusi bau limbah. Namun begitu, bau limbah tetap tercium warga penggarap lahan dekat lokasi pengolahan. “Yang bau ya petani penggarap lahan dekat situ,” ujar warga.

NGERI : Limbah seperti ini jadi bahan makanan? (ist)

NGERI : Limbah seperti ini jadi bahan makanan? (ist)

Lokasi pengolahan, berjarak 1 Kilometer dari kampung. Sekitarnya terhampar lahan garap petani. Untuk pembuangan sisa bahan olahan atau sampah produksi, pengelola memakai sistem lubang tanah. Sisa bahan olahan dibuang ke dalam lubang dan kembali ditutup material tanah.

Proses pengolahan bahan mentah cukup sederhana. Sepengetahuan Sumber Memontum.com, bahan limbah dalam karung dikeluarkan. Kemudian dicuci bersih menggunakan cairan kimia.

Setelahnya direbus di tempat khusus dan kemudian dijemur. “Setahu saya, dicuci dulu, direbus, dijemur, dikemas, dikirim pakai kendaraan,” sebut warga yang tak ingin disebutkan namanya.

Khusus kiriman bahan mentah, datang pada malam hari. Kadang satu truk, kadang datang 2 truk. Perkiraan, bahan mentah limbah seberat 1 ton lebih.”Malam hari datangnya truk. Pemiliknya orang sini,” ungkap seorang warga.

Lebih dari 3 hari pengolahan bahan mentah, bahan setengah jadi kemudian dikirim kembali ke luar Malang. Diketahui umum, bahan setengah jadi tersebut umumnya, diolah kembali menjadi bahan makanan, seperti krupuk rambak dan lain-lain.

Terkait penggerebekan tersebut, lewat ponsel, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, menegaskan pihaknya masih, menyelidiki, mendalami dan memeriksa keterangan lebih lanjut saksi-saksi. “Kami kirim sampel ke Labfor. Nanti menunggu hasilnya,” ungkap Adrian.

Selain memintai keterangan 3 saksi atau karyawan pengolah limbah dan pihak pengelola, pihak Polres Malang juga mengamankan barang bukti berupa alat, bahan mentah dan bahan setengah jadi atau hasil siap kirim. (sos)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional