Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Delegasi MTsN 1 Rasakan Pengalaman Bertanding di IYSIF 2018

  • Rabu, 28 November 2018 | 18:30
  • / 19 Rabiul Uula 1440
Delegasi MTsN 1 Rasakan Pengalaman Bertanding di IYSIF 2018
Zaki Zaidan Akbar, dan Archie Vian Nizam Effendi, menampilkan karya Elpro-Tech. (ist)

Memontum Kota Malang—–+Satu lagi, kebanggaan dirasakan delegasi MTsN 1 Kota Malang ketika mengikuti Indonesia Youth Science Innovation Fair (IYSIF) 2018, yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di BSD Serpong, awal November lalu. IYSIF merupakan ajang lomba yang diikuti oleh kumpulan para pemenang pada berbagai ajang inovasi bergengsi di berbagai tingkatan.

Kali ini, delegasi MTsN 1 Kota Malang di antaranya Zaki Zaidan Akbar, dan Archie Vian Nizam Effendi, keduanya siswa kelas 9, turut ambil bagian IYSIF 2018, adalah peraih juara harapan 2 INOTEK tingkat Jawa Timur yang mengusung ELPRO-TECH (Accelerator Salt Processing Technology), yaitu teknologi akselerator pembuatan garam berbasis geomembran dan green home effect dengan vacum purifying technology, untuk mewujudkan swasembada garam nasional. Elpro-Tech dinilai layak bersaing dengan jenjang pendidikan diatasnya. Jadi dalam IYSIF tak memandang gelar, namun seberapa besar karya itu bermanfaat luas.

Siswa delegasi MTsN 1 Kota Malang, didampingi guru pembimbing Zahrohtul Mufidah, dan Kepala MTSN 1 Malang, Drs Samsudin MPd. (ist)

Siswa delegasi MTsN 1 Kota Malang, didampingi guru pembimbing Zahrohtul Mufidah, dan Kepala MTSN 1 Malang, Drs Samsudin MPd. (ist)

“Indonesia sebagai negara maritim, namun masih mengimpor garam pada 2017, dan itu menjadi ide awal kami. Petani garam di Indonesia masih minim melek teknologi, masih tradisional mengolah garam di pinggir pantai, sehingga kadar garamnya rendah. Padahal, jika mengolah air laut di tengah laut, garam yang dihasilkan lebih banyak dan murni. Melalui sample 1 liter air laut, Elpro-Tech mampu menghasilkan sekitar 40 gram garam dengan KP I 98 persen dalam 7-10 hari,” jelas Zaki, sembari menambahkan pembuatan alat ini hanya merogoh kocek Rp 1,2 juta.

Elpro-Tech merupakan rancang bangun untuk mempercepat proses pembuatan garam dan pemurnian garam yang mengkombinasikan 2 hal, yaitu prinsip greenhouse effect dan teknologi geomembran, dengan memanfaatkan vacum purifying technology. Greenhouse effect digunakan pada tahap penguapan (evaporasi) air laut, sedangkan geomembran digunakan pada tahap pengkristalan.

“Panas matahari yang diserap oleh kaca akan terperangkap di dalamnya dan dapat menaikkan suhu hingga bertambah 6 derajat Celsius. Alat ini menggunakan panas hingga 90 derajat Celsius. Geomembran merupakan media yang efektif dalam menyerap panas. Dalam pembuatan garam dapat menghasilkan garam lebih putih dan terhindar dari kotoran dan terjadi proses pemurnian garam, sehingga dapat meningkatkan kualitas garam hingga KP I atau 97,46 persen. Dan Elpro-Tech bisa mencapai 98 persen,” beber Zaki.

Karena persaingan cukup ketat, delegasi MTsN 1 Kota Malang masih belum beruntung. Namun setidaknya, pengalaman ini cukup menambah jam terbang mereka di ajang bergengsi. Selain itu sehari sebelumnya, mereka baru saja mengikuti Madrasah Young Research Supercamp (MYRES), sehingga persiapannya kurang matang. “Hasil karya Elpro-Tech cukup menarik pengunjung Science Expo 2018, untuk pameran hasil karya peserta IYSIF. Bahkan usai INOTEK Jatim lalu, kami sempat dihubungi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, dan diminta soft filenya untuk dipelajari, apakah benar seperti itu. Untuk hasil karya siswa kami ini, kami sedang mengupayakan hak patennya,” ungkap guru pembimbing Zahrohtul Mufidah, mendampingi Kepala MTSN 1 Malang, Drs Samsudin MPd. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional