Connect with us

Gresik

Peserta Upacara Bersarung di Hari Santri Pemkab Gresik 2017

Diterbitkan

||

peserta upacara

Memontum Gresik— – Bupati Gresik Dr Sambari Halim Radianto mengajak para santri untuk bersama-sama menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ajakan Bupati ini disampaikan saat memimpin upacara Peringatan Hari Santri yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Gresik, Kamis (16/11/2017) pagi.

 

Upacara hari Santri yang diselenggarakan Pemkab Gresik kali ini mengharuskan peserta untuk memakai busana muslim dan bersarung untuk peserta upacara santri laki-laki. Selain diikuti oleh seluruh anggota Forkopimda Kabupaten Gresik serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TP PKK Kabupaten Gresik dan Dharma Wanita.

Bupati Gresik Sambari saat foto bersama bersama forkopimda

Bupati Gresik Sambari saat foto bersama bersama forkopimda

Upacara Hari Santri ke III kali ini juga diikuti oleh 500 orang santri peserta upacara yang terdiri dari PNS, Kelompok masyarakat, Organisasi social dan kemasyarakatan, dari pondok pesantren serta santri pelajar dari sekolah islam yang ada di Gresik.

 

Dalam sambutannya Bupati Sambari menyampaikan terima kasih kepada seluruh santri Gresik yang selama ini telah menghadang pengaruh dampak buruk globalisasi.

 

“Selama ini santri berhasil memfilter paham-paham yang tidak sesuai dengan masyarakat Gresik. Menjaga dampak globalisasi dan membentengi dari ancaman budaya negative dari luar mulai dari jaman sebelum kemerdekaan sampai saat ini ” tandas Sambari serius saat membacakan sambutan dihadapan para santri peserta upacara.

 

Santri, menurut Bupati tak hanya para anggota pondok pesantren dan Kyai. Tapi Santri adalah semua masyarakat muslim yang ada di Gresik. Untuk itu, Sambari meminta agar Bersama sama ikut mempertahankan Gresik sebagai kota santri. Tentu saja budaya Santri ini harus tetap dipertahankan dan dibentengi dari pengaruh dari semua unsur yaitu para tenaga kerja asing, turis, investor asing.

 

Usai pelaksanaan upacara, Bupati Gresik dan Ketua TP PKK Kabupaten Gresik membagikan hadiah kepada santri berprestasi. Mereka adalah dari kelompok Ponpes Al Abror Kecamatan Gresik sebagai juara festival Subbanul Wathon dan mars hari santri. PAC Fatayat NU Cerme juara lomba senam fatayat. Grup Qosidah Al Mukhtar PAC Fatayat Dukun juara Qosidah Rabana. Dan Irva Zahratul Warda dari Menganti sebagai juara Pemilihan Puteri Fatayat 2017 Gresik.

 

Bupati juga memberikan hadiah uang pembinaan kepada 11 atlit Sepatu roda yang tel;ah berhasil mendapat medali di Kejuaraan di Solo.(sgg/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gresik

28 Ribu Pelanggan PDAM Gresik Dipasok Air Umbulan

Diterbitkan

||

Dirut PDAM Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah.
Dirut PDAM Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah.

Memontum Gresik – Manajemen PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik terus berupaya berbenah agar kebutuhan air bersih di Kabupaten Gresik terpenuhi. Dipastikan sejak adanya posokan air bersih dari sumber mata air Umbulan tiga kecamatan di Gresik tidak lagi mengeluhkan air mampet.

Direktur Utama PDAM Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zariyah, SE mengatakan pihaknya telah menjalin kontrak dengan PT Air Bersih (AB) Propinsi Jatim untuk pengadaan air bersih dari Umbulan. “Harapan kami dengan masuknya air Umbulan, kita mensuplai air bersih siap minum, tidak ada kekeruhan dan persediaan air setiap hari selalu ada,” ujar Risa, panggilan akrab Direktur Utama PDAM Giri Tirta ini.

Salah satu pasal dalam kontrak itu, adalah PT AB memasok air dari Umbulan ke Gresik sebanyak 1000 liter per second (LPS) terhitung sejak Juli 2020. Namun karena masih terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki, selama tahun 2020 PDAM Giri Tirta mendapat 600 LPS yang terbagi dalam dua tahap.

Tahap pertama sebanyak 300 LPS pada Juli 2020. Disusul tahap 2, dalam jumlah yang sama dikucurkan pada Desember 2020. “Sisanya yang 400 LPS, akan kita kucurkan tahun depan. Sambil saat ini kita tengah menyiapkan sarana dan prasarana yang lebih memadai,” ujar Risa.

Air Umbulan yang diklaim bisa langsung diminum itu, ujar Risa, yang tahap pertama sudah dialirkan kepada 28 ribu pelanggan di Kecamatan Gresik dan sebagian Kecamatan Kebomas. “Tahap kedua, dialirkan Desember untuk sebagian Kecamatan Kebomas dan Perumahan GKB Kecamatan Kebomas dan Kecamatan Manyar yang bakal menikmati air bersih Umbulan,” tambahnya.

Dengan masuknya air Umbulan, kata Risa, pasokan air reguler dari Legundi Driyorejo akhirnya dialihkan ke wilayah Gresik Selatan. Dimana terdapat sekitar 50 ribu orang pelanggan, yang bermukim di Kecamatan Driyorejo, Menganti, Kedamean dan Kecamatan Cerme.

Selain memperbaiki kualitas air, tambah Risa, pihaknya juga rutin melakukan perbaikan sistem jaringan dengan mengganti pipa tua, bocor, karatan dengan pipa yang baru. “Pergantian total pipa utama sudah kita lakukan di Jl Panglima Sudirman, Jl Pahlawan, Jl Kartini dan Jl dr Sutomo,” tegasnya.

Disisi lain PDAM Giri Tirta juga sudah melaporkan progress ke DPRD Gresik terkait penyerapan dana penyertaan modal yang baru direalisasikan sebesar Rp 3,6 miliar. Namun, sisa waktu yang ada, PDAM akan berupaya maksimal untuk merealisasikan bussines plan 2020. “Di sisa tahun ini, akan ada tiga kali penyerapan anggaran,”tandas dia.

Dicontohkan, pemasangan pipa di Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas. PDAM Giri Tirta telah menyiapkan detail desain enginering (DED) untuk bisa dilaksanakan pada tahun 2020 ini. Apalagi, ada air dari Umbulan yang masuk. “DED untuk pemasangan pipa di Desa Kedanyang, sudah kami siapkan,”papar dia.

Disisi lain, ada pengalihan di lapangan yang sebelum tak ada di bussines plan. Misalnya proyek pipanisasi di Desa Morowudi dimana harus ada pergantian karena sudah rusak. Kendati demikian, PDAM Giri Tirta tetap sesuai aturan dalam melakukan pengalihan.

Untuk menghindari suatu permasalahan pihaknya melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mendapatkan rekomendasi ketika melakukan pengalihan dan perubahan bussines plan PDAM Giri Tirta 2019-2024. “Pengalihan harus ada rekomendasi dari BPKP. Makanya, kita minta rekomendasi dari BPKP,” punkasnya. (sgg/syn)

 

 

Lanjutkan Membaca

Gresik

Bawaslu Gresik Rekrut 2266 Pengawas TPS

Diterbitkan

||

Aktivitas di Bawaslu saat menjelang Pilkada Kabupaten Gresik.
Aktivitas di Bawaslu saat menjelang Pilkada Kabupaten Gresik.

Memontum Gresik – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gresik akan merekrut sebanyak 2266 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, 9 Desember 2020.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Kabupaten Gresik Maslukin mengatakan, ribuan pengawas TPS itu nantinya melakukan pengawasan di 18 kecamatan . “Rekrutmen 2266 pengawas ini sesuai dengan jumlah TPS yang ada di kabupaten Gresik, karena setiap TPS harus diawasi satu orang,” ujarnya.

Pendaftaran pengawas TPS dibuka mulai 3 Oktober hingga 15 Oktober 2020 di masing-masing Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Seleksi rekrutmen pengawas TPS dilakukan Panwascam dibantu pengawas desa/kelurahan.

Karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, lanjut Maslukin, maka proses rekrutmen petugas TPS sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. “Pendaftar pengawas TPS dapat dilakukan melalui media daring atau pos. Demikian pula proses wawancara bisa dilakukan secara daring,” ujarnya.

Sesuai peraturan perundangan, lanjut Maslukin, Pengawas TPS dibentuk 23 hari sebelum hari pemungutan suara dan dibubarkan tujuh hari setelah hari pemungutan suara.

Sedangkan persyaratan pengawas TPS antara lain, Warga Negara Indonesia, usia minimal 25 tahun, mempunyai integritas, berkepribadian yang kuat, jujur, dan adil. Berpendidikan paling rendah SMA atau sederajat, pendaftar diutamakan berasal dari kelurahan/desa setempat, bebas dari penyalahgunaan narkotika, dan bersedia melaksanakan pemeriksaan rapid test atau Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Ketua Bawaslu Gresik M Imron Rosyadi , menambahkan peran Pengawas TPS sangat penting dalam proses Pilkada 2020. Karena memiliki wewenang yang cukup penting, yakni melakukan pengawasan persiapan pemungutan suara dan penghitungan suara.

Selain itu, menyampaikan keberatan dalam hal ditemukannya dugaan pelanggaran, kesalahan, atau penyimpangan administrasi pemungutan dan penghitungan suara, serta menerima salinan berita acara, sertifikat pemungutan dan penghitungan suara. “Kami berharap agar petugas TPS terpilih profesional, berintegritas, adil, dan independen,” harap M Imron. (sgg/syn)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler