Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Musim Penghujan, Kota Surabaya Merekah dengan Bunga Tabebuya

  • Jumat, 30 November 2018 | 19:00
  • / 21 Rabiul Uula 1440
Musim Penghujan, Kota Surabaya Merekah dengan Bunga Tabebuya
REDAM : Acara Sosialisasi. (sur)

Memontum SurabayaWarnanya yang cantik membuat pengguna jalan tertarik untuk melihatnya. Sepintas, bunga yang bermekaran disekitaran jalan protokol di Kota Surabaya itu, mirip dengan bunga sakura yang ada di Negara Jepang. Sesekali pengguna jalan melambatkan lajur keendaraannya, bahkan sepintas ada yang berhenti dan menepi sejenak untuk berswafoto dengan background bunga yang bernama tabebuya itu. Fenomena yang amat jarang di Surabaya tersebut, kini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Kota Pahlawan.

Ada empat macam warna bunga tabebuya yang ada di Surabaya, yakni merah muda, putih, kuning dan ungu. Bunga tumbuhan ini mudah terjatuh dari pohonnya saat terhempas angin, atau air hujan di musim hujan seperti saat ini.

Bunga dengan nama latin Tabebuia Chrysotricha ini jenis tanaman yang berasal dari negara Brasil. Tanaman ini termasuk jenis pohon besar dan seringkali disama-samakan dengan Bunga Sakura, karena bentuknya yang meyerupai dengan bunga sakura.

Puspita Anggaraini mengaku senang melihat pemandamgan Kota Surabaya yang seakan seperti kota-kota yang ada di Jepang. Perempuan kelahiran Probolinggo ini mengapresiasi langkah Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini yang bersedia untuk menanam tumbuhan tersebut di area protokol jalan.

“Ya meskipun saya bukan asli sini, tapinsaya bangga lihat fenomena ini. Karena dengan ini Kota Surabaya menjadi viral karena adanya bunga-bunga ini,” ungkapnya, ketika awak Memo X menemuinya di kawasan protokol Jalan Darmo Surabaya (29/11).

Puspita mengaku, tertarik berhenti.
Lantaran ia ingin mengabadikan momen langkah ini. Dengan adanya fenomena tabebuya, dirinya berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lebih gencar lagi, menanam tumbuh-tumbuhan yang ada di Surabaya.

“Bukan hanya tabebuya saja, semoga kendepannya Bu Risma menanam bibit bunga yang baru, agar ke depanya Kota Surabaya tambah bagus, dengan dihiasi bunga warna-warni yang bermekaran,” katanya.

Sedangkan Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Muhammad Fikser mengatakan Tabebuya kini tersebar di sejumlah jalan protokol. Di antaranya di Jalan Ahmad Yani, Jalan Darmo, dan Jalan Raya Gubeng, Surabaya.

Bibit Tabebuya yang tumbuh subur di protoko Kota Surabaya itu, kata Fikser, berasal dari budidaya petani bunga yang berada di Kebun Bibit (Taman FLora) Surabaya. Namun, Pemkot, juga tak jarang memasoknya dari petani-petani yang berasal dari Malang dan Kediri.

Menurutnya, saat itu bunga tabebuya belum banyak yang ditanam. Namun ketika 2010, Pemkot Surabaya memulai secara serius melakukan penanaman sejumlah jenis pohon dan tanaman, seiring dengan peremajaan ruang terbuka hijau di Surabaya.

“Idenya dari Ibu Risma, waktu dia masih menjabat Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, belum jadi wali kota itu,” papar Fikser. Ketika itu, Bambang DH menjabat wali kota.

Yang unik, mekarnya tabebuya pada beberapa hari ini adalah fenomena yang langka, karena lazimnya bunga tersebut berkembang di waktu musim kemarau saja Bukan pada musim menjelang hujan seperti sekarang ini.

“Mekarnya di musim hujan ini unik, karena saat mendung, angin berhembus, membuat Surabaya jadi romantis,” candanya.

Namun, memasuki musim penghujan, kini bunga-bunga cantik tersebut mulai berguguran, karena disapu dengan derasnya air hujan. Kendati demikian, tak munyulut rasa daya tarik warga untuk mengabadikan umtuk di unggah di sosial media mereka, walau bunganya sedang jatuh dan berguguran. (sur/ano/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional