Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Hujan Deras Semalaman, Plafon TK Dharma Wanita Dinoyo Ambrol

  • Rabu, 5 Desember 2018 | 15:12
  • / 26 Rabiul Uula 1440
Hujan Deras Semalaman, Plafon TK Dharma Wanita Dinoyo Ambrol
Pujianto menunjukkan kondisi terparah ruang kelas yang mengalami ambrol, meski masih disanggah kipas angin. (rhd)

Memontum Kota Malang—-Hujan deras yang mengguyur Kota Malang sejak sore hingga dini hari, membuat ambrol atap plafon KB-TK-TPQ Dharma Wanita Persatuan 01 Dinoyo, yang berada di jalan MT Haryono gang XIII no 413 Dinoyo Malang, Rabu (5/12/2018). Plafon yang ambrol tepatnya menimpa kelas A2, B2, dan dapur sekolah. Tidak diketahui secara pasti kapan ambrolnya plafon. Hanya saja saat guru membuka kelas, baru diketahui kejadian tersebut. Demi keamanan 102 siswa dalam Proses Belajar Mengajar (PBM), siswa diliburkan sementara.

“Spontan kami liburkan demi keamanan siswa. Kita tunggu 1-2 hari ini, sembari menunggu tukang untuk perbaikan. Kami berharap besar Dinas Pendidikan memperhatikan kondisi kami, dan membantu atas kejadian ini. Sebenarnya, setiap hujan selalu terjadi kebocoran di semua ruangan. Kita selalu khawatir, namun perbaikan hanya bersifat sementara,” jelas Irma Damayanti, Kepala KB-TK-TPQ Dharma Wanita Persatuan 01 Dinoyo, kepada Memontum.com.

Irma Damayanti, saat menjawab pertanyaan awak media. (rhd)

Irma Damayanti, saat menjawab pertanyaan awak media. (rhd)

Dikonfirmasi melalui gawai, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang Totok Kasianto akan meninjau ke lokasi. Menurutnya, untuk bantuan sekolah ini harus melalui prosedur bantuan hibah, mengingat status sekolah bukan negeri. “Harus melalui Musrenbang untuk disetujui Walikota. Nanti akan kami tinjau dulu,” terang Totok.

KB-TK-TPQ Dharma Wanita Persatuan 01 Dinoyo ini berdiri sejak tahun 1969. Pada tahun 2006 kondisinya sudah memprihatinkan. Untuk proses perbaikan, hanya mengandalkan bantuan masyarakat dan upaya komite sekolah. Hanya pada tahun 2010 dan 2015, sekolah ini pernah menerima bantuan hibah Dindik Kota Malang. “Setiap tahun kami perbaiki sendiri. Kalau bantuan hibah dari Dindik, yaitu 2010 untuk perbaikan kusen dan plafon, dan 2015 untuk pengecoran 1 rombel KB di kelas belakang ukuran 2,5 X 6 meter,” jelas H. Pujianto SE, MHum, Ketua Komite Sekolah sejak 2014.

 Lurah Dinoyo Arif Tri Sastyawan langsung meninjau ke lokasi. (rhd)

Lurah Dinoyo Arif Tri Sastyawan langsung meninjau ke lokasi. (rhd)

Untuk pembangunan lainnya, mantan anggota DPRD Kota Malang ini pernah mengupayakan dan telah melaksanakan pembangunan 1 rombel untuk Kelompok Bermain yang berada di lantai 2, di sebelah bangunan lama yang saat ini mengalami kerusakan. “Nanti kami akan berkoordinasi dengan Ketua lembaga pendidikan Dharma Wanita Ir. Listyani, untuk masalah ini. Dan tadi kami sudah laporkan ke pak Walikota Sutiaji, dan beliau merespon InsyaAllah, artinya positif,” tukas Puji, sembari menunjukkan kondisi terparah ruang kelas yang mengalami ambrol, yang tidak jatuh sepenuhnya karena masih disanggah kipas angin.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Lurah Dinoyo Arif Tri Sastyawan langsung meninjau ke lokasi, dan menawarkan solusi penggunaan gedung badminton. Kebetulan sekolah ini berada diantara Kantor Kelurahan dan SDN Dinoyo 4 Malang. “Silakan dipakai mulai jam 6.30-11.00 WIB. Untuk mempermudah bisa menggunakan karpet, bukan kursi. Bisa juga menggunakan lantai atas, namun namanya anak-anak kecil, kami khawatirkan keamanannya,” jelas Arif.

Melalui Musrenbang Kelurahan Dinoyo tahun 2019, sudah masuk untuk rehab pembangunan KB-TK Dharma Wanita 01 Dinoyo ini. Dalam proses pembangunan yang diperkirakan 6 bulan, pihak Kelurahan sudah menyiapkan gedung alternatif sekolah di Balai RW III Dinoyo yang tak jauh dari sekolah. “InsyaAllah akan dibuat 2 lantai dari gedung lama yang saat ini mengalami kerusakan. Selain untuk rombel, bisa digunakan untuk tambahan ruang pembelajaran lainnya,” tandas suami dari Bu Lurah Kasin ini.

Atas respon tersebut, Irma mengucapkan syukur. Rencananya siswa dalam 5 rombel akan dijadikan satu gedung, dengan mengusung sarpras yang dimiliki untuk kemudahan pengawasan dan proses PBM. “Kalau bisa semua siswa dipindahkan ke sana. Sekitar 102 siswa, dari 2 kelas TK A, 2 kelas TK B, dan Kelompok Bermain. Apalagi ini sudah menjelang akhir semester satu, masih banyak kegiatan yang harus dilaksanakan hingga tuntas. Demi keamanan siswa, apalagi ada proses perbaikan, lebih baik dijadikan satu gedung,” ungkap Irma. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional