Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

TP PKK Jatim dan Pemprov Jatim Lakukan Deteksi Dini bagi Isteri ASN Pemprov Jatim

  • Selasa, 17 Oktober 2017 | 20:47
  • / 26 Muharram 1439
  • Dibaca : 115 kali
TP PKK Jatim dan Pemprov Jatim Lakukan Deteksi Dini bagi Isteri ASN Pemprov Jatim
Gubernur Jatim H Soekarwo pimpin Rakor IVA Test di Gedung Negara Grahadi Surabaya bersama Sekda Prov Jatim H Akhmad Sukardi dan Ketua TP PKK Prov Jatim Hj Nina Soekarwo

Memontum Surabaya Tim Penggerak PKK Prov. Jatim didukung jajaran Pemprov. Jatim akan melakukan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara bagi isteri ASN dan pegawai ASN perempuan di jajaran Pemprov. Jatim. Kegiatan akan dilakukan pada tanggal 30 Oktober s.d. 4 November 2017. Ini dimaksudkan untuk menekan jumlah penderita kedua jenis kanker tersebut.

 

Kegiatan yang diharapkan menjadi sebuah gerakan di Jatim ini dibahas pada rapat Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Inspeksi Visual Asam Asetat (Iva) Tes yang dipimpin Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo, di gedung negara Grahadi Jl. Gubernur Suryo 7 Surabaya, Selasa (17/10). Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jatim Ny Dra Nina Soekarwo dan Sekda Jatim, Dr H Akhmad Soekardi.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo menyampaikan dukungan penuhnya terhadap kegiatan pemeriksaan deteksi dini kanker, termasuk kepada para istri ASN dan karyawati ASN di lingkungan Pemprov Jatim.

”Ini merupakan tugas negara, karena mandat langsung dari Ibu Negara melalui Kemendagri. Pemprov Jatim siap melaksanakan dan satu garis lurus dengan Pemerintah Pusat,” tegasnya.

 

Pakde Karwo sapaan akrabnya menjelaskan, permasalahan kanker menjadi sebuah beban, bukan hanya penderita, tetapi juga keluarga dan pemerintah. Dengan memberikan perhatian serius terhadap wanita, khususnya melalui deteksi dini, sebagai wujud kepeduliaan kepada para perempuan serta sekaligus edukasi terhadap bahaya kanker.

 

Satu Jam, Satu Penderita Kanker Meninggal di Indonesia
Sementara itu, Bude Karwo-sapaan Ny. Dra. Nina Soekarwo menjelaskan pilihan Pemerintah menjadikan TP PKK sebagai mitra penanggulangan kanker ini karena jangkauannya yang sampai dengan dasa wisma. Oleh karena itu, selain kepada jajaran Pemprov Jatim, ia pun telah menyurati para ketua TP PKK kab/kota untuk melakukan langkah sama.

 

Kanker serviks dan kanker payudara, jelas Bude Karwo, sangat berbahaya bagi kaum perempuan. Karena tidak menimbulkan keluhan, penyakit ini disebut ‘silent disease’. Akibatnya, sekitar 70 persen perempuan yang mengidap baru memeriksakan diri ketika sudah pada stadium lanjut, yaitu stadium 3 atau 4, atau acapkali telah menjalar ke banyak organ. “Deteksi dini lah sebagai langkah penting mengurangi silent disease ini,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, ia mengharapkan deteksi dini ini menjadi sebuah gerakan masyarakat. Di Jatim sendiri saat ini tercatat sebanyak 92 ribu perempuan telah melakukan deteksi dini.

 

Ditambahkan, jumlah penderita kanker di Indonesia cukup banyak. Menurut data, setiap satu jam terdapat satu orang di Indonesia meninggal karena menderita kanker. Angka tersebut lebih baik dibandingkan rata-rata dunia dimana setiap dua menit ada satu perempuan meninggal karena kanker, khususnya kanker serviks dan kanker payudara.

 

Dalam kesempatan sama, Bude Karwo menjelaskan sudah saatnya masyarakat harus diberikan pemahaman mengenai hidup sehat demi kelangsungan hidupnya. Hal wajib yang perlu diperhatikan adalah fokus memperbaiki gaya hidup, salah satunya dalam hal makanan. “TP PKK sebagai gerakan yang menjangkau sampai dengan masyarakat akar rumput atau grass root berperan penting dalam memberikan sosialisasi tersebut,” tegasnya pada rapat yang dihadiri seluruh kepala OPD di jajaran Pemprov Jatim. Juga, Kakanwil BKKBN. (nhs/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional