Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG

281 Atlet Semarakkan Kejurnas Orienteering Panglima TNI IV 2018

  • Sabtu, 8 Desember 2018 | 18:59
  • / 29 Rabiul Uula 1440
281 Atlet Semarakkan Kejurnas Orienteering Panglima TNI IV 2018
Upacara pembukaan Kejurnas Orienteering Panglima TNI IV 2018. (rhd)

Memontum Kota Malang—-Upaya mengembangkan dan ikut mempopulerkan disiplin orienteering, Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Orienteering Panglima TNI IV 2018 di Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud) TNI AD, Karangploso, selama 3 hari, mulai Jumat – Minggu (7-9/12/2018).

Diikuti sekitar 281 peserta dari kalangan TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Umum se-Indonesia, turut mewarnai Kejuaraan Nasional Orienteering Panglima TNI IV Tahun 2018. Kejurnas Orienteering kali ini memperlombakan 3 kelas kategori, yaitu Sprint Distance Orienteering, Middle Distance Orienteering, dan Mountain Bike Orienteering (MTBO).

Ketua Pelaksana Kejurnas Orienteering, Kol (Inf) Kunto Arief Wibowo, S.IP , mengatakan lokasi pelaksanaan terbagi menjadi dua area. Untuk Sprint Distance Orienteering dilaksanakan di Pusdik Arhanud, sedangkan Middle Distance Orienteering dan Mountain Bike Orienteering (MTBO), dilaksanakan di UB Forest. “Dipilihnya wilayah ini, karena konturing yang menyerupai atau mirip kontur di luar negeri. Karena pemenang dari sini akan mewakili Indonesia di ajang Orienteering internasional,” jelas Kunto.

Pelepasan peserta Kejurnas Orienteering Panglima TNI IV 2018 untuk bertanding. (rhd)

Pelepasan peserta Kejurnas Orienteering Panglima TNI IV 2018 untuk bertanding. (rhd)

Tujuan lain, seiring bertambahnya peserta akan terbentuk Pengda-Pengda FONI di daerah. Harapannya, akan semakin berkembang varian materi baru dalam Orienteering nasional dan internasional. Sesuai standar internasional, TNI dan sipil sama, hanya dibedakan umur dan gender. Menurutnya, saat ini atlet Orienteering dari Indonesia merupakan terbaik di Asia Tenggara, targetnya mencetak atlet Orienteering dunia internasional. “Menariknya, meningkatnya animo masyarakat umum pada Orienteering dari kalangan mahasiswa dan pelajar, seperti Pecinta Alam. Kalau sarana prasarana dari militer sangat disupport. Sehingga bisa saling bersinergi membesarkan Orienteering,” jelas Kunto.

Sementara itu, Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Militer Indonesia, Brigjen TNI Sapriadi, S.IP, MA, mengatakan kegiatan kali keempat ini sebagai bukti kepedulian TNI pada generasi muda. Tiap tahun animonya meningkat, karena orientasinya jelas untuk mencetak atlet internasional. Ada 3 tujuan utama, pertama, menyiapkan dan memilih atlet muda berprestasi yang dapat diarahkan menjadi atlet andalan TNI dan nasional. Kedua, membangun karakter, kesehatan, militansi, dan sportivitas generasi muda. Ketiga, membangun integritas dan soliditas generasi muda dalam persatuan melalui prestasi nasional. Sebagai perhatian TNI, maka diadakan Kejuaraan Nasional Orienteering Panglima TNI IV Tahun 2018 ini,” jelas Kapusjas TNI ini, usai membuka acara, Sabtu (8/12/2018).

Orienteering ini awalnya merupakan olahraga navigasi di militer. Karena melibatkan 3 skill, yaitu kekuatan (power), intelegensia dalam analisa, dan ketenangan jiwa. “Seorang atletik belum tentu bisa menang, karena dia harus bisa baca mapping titik yang dituju dengan benar dan cepat. Secara kedinasan militer, seorang tentara harus bisa menuju target dengan cermat dan cepat. Jadi sangat menunjang,” ungkap Brigjen TNI Asep Rosidin, Direktur Topografi AD, yang turut hadir di lokasi.

Peserta dari TNI AD, Serda Anggraeni, mengaku perlu mempelajari medan dengan cepat, sebab lokasi di Pusdik Arhanud dan UB Forest terbilang baru. “Kesulitannya navigasi, karena medannya baru. Apalagi di dalam area militer, dan di hutan murni di UB. Jelas sangat menantang,” jelas anggota KOWAD ini.

Sementara, rombongan 13 siswa SMK Miri Sragen, yang terdiri 7 atlet putra dan 6 atlet putri ini mengaku kali kedua ikut kegiatan ini. Bahkan, sebelumnya mereka pernah meraih juara 1, 2, 3 untuk putri, dan juara junior putra. “Awalnya ingin tahu apa itu Orienteering. Prakteknya mengikuti langsung Orienteering tahun lalu. Dan Alhamdulillah mampu membawa pulang prestasi. Untuk kali ini, tantangannya medannya lebih sempit, namun rutenya padat,” jelas Vera Rahmawati kelas 12 jurusan Teknik Gambar Bangunan, perwakilan siswa SMK Miri Sragen. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional