Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Darmin Nasution : Pemerintah Fokuskan Infrastruktur Industri Hadapi Revolusi Industri 4.0

  • Kamis, 13 Desember 2018 | 17:08
  • / 4 Rabiul Akhir 1440
Darmin Nasution : Pemerintah Fokuskan Infrastruktur Industri Hadapi Revolusi Industri 4.0
Menko Perekonomian Darmin Nasution, saat menyampaikan paparannya. (rhd)

Memontum Kota Malang—-Pemerintah semakin memperluas cakupan penyediaan infrastruktur untuk terus berkontribusi dalam percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Usai fokus di bidang infrastruktur fisik, seperti jalan tol dan bandara, selama empat tahun terakhir, pemerintah mencoba untuk membangun infrastruktur industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara jangka panjang.

Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution, saat menjadi keynote speaker dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadyah (AFEB PTM) ke-2 Tahun 2018, di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang, Kamis (13/12/2018). Tema yang diangkat yaitu Kesiapan Menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Rektor UMM Fauzan memberikan cinderamata, usai menyematkan almamater keluarga kehormatan UMM kepada Menko Perekonomian. (rhd)

Rektor UMM Fauzan memberikan cinderamata, usai menyematkan almamater keluarga kehormatan UMM kepada Menko Perekonomian. (rhd)

Pemerintah mendiversifikasi fokus pembangunan infrastruktur. Tak hanya mengembangkan infrastruktur fisik, juga infrastruktur industri, serta iklim perizinan dan kemudahan berusaha. Infrastruktur industri yang dimaksud, meliputi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri, dan Kawasan Pariwisata Terpadu. Pembangunan infrastruktur industri untuk mendorong keinginan pemerintah dalam merealisasikan Revolusi Industri 4.0 melalui inisiatif Making Indonesia 4.0.

“Inisiatif ini diharapkan mampu memberikan dampak, di antaranya revitalisasi sektor manufaktur, meraih posisi kembali sebagai net export, meningkatkan kekuatan keuangan negara, meningkatkan belanja negara, meningkatkan investasi, dan membangun ekonomi yang kokoh,” jelas pria yang menjabat Menko Perekonomian sejak 12 Agustus 2015 ini, dihadapan mahasiswa dan peserta AFEB-PTM di Dome UMM.

Darmin menegaskan, pembangunan infrastruktur selama ini oleh pemerintah tidak hanya berasal dari APBN, tetapi juga dukungan swasta dan BUMN. Dalam hal ini, dana APBN teralokasi untuk infrastruktur mencapai 10 persen, sedangkan 51 persen berasal dari sektor swasta dan 39 persen dari BUMN. Diversifikasi fokus pembangunan infrastruktur ini juga perlu didorong dengan memberikan kemudahan berusaha bagi para investor untuk memperbaiki iklim investasi.

“Pertumbuhan ekonomi biasanya meningkatkan impor, sehingga pemerintah merumuskan pemberian insentif untuk industri yang susah dihasilkan di Indonesia, seperti industri kelompok besi dan baja, serta industri petrokimia. Seharusnya, industri-industri ini dikerjakan 20 tahun yang lalu, karena saat itu kita masih surplus migas,” jelas pria kelahiran Tapanuli, Sumatera Utara, 21 Desember 1948 ini.

Rektor UMM, Drs. Fauzan M.Pd, turut mengamini gagasan Menko Perekonomian dengan kesesuaian rencana pendirian Institut Pendidikan Vokasi (IPV) UMM dalam waktu dekat. “UMM siap mendukung Revolusi Industri 4.0, dengan dukungan Pak Menteri, Pak Gubernur. Saya kira kami universitas tinggal action saja. Bahkan awal 2019, dimana sebelumnya kami bekerjasama dengan provinsi Jatim menyediakan 20 hektar untuk Institut Pendidikan Vokasi (IPV) UMM,” ungkap Fauzan.

Untuk mengawali IPV ini, UMM merencanakan bakal membuka 5 sekolah bidang keahlian. Yakni sekolah Desain dan Media, TIK dan Elektronika, Bisnis dan Manajemen, Kesehatan dan Hospitality, serta Agribisnis. Kelima sekolah keahlian ini akan dibangunkan gedung seluas 20 hektar di wilayah Karang Ploso, Kabupaten Malang. “Selanjutnya, jika kelima IPV ini sudah terlihat kemajuannya, UMM tentu akan terus menambah sekolah bidang keahlian lainnya,” tukas Fauzan. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional