Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Terjangan Hujan, Tantangan Trial Game Asphalt Malang

  • Jumat, 14 Desember 2018 | 22:03
  • / 5 Rabiul Akhir 1440
Terjangan Hujan, Tantangan Trial Game Asphalt Malang
Ajang malam hari menjadi tantangan tersendiri bagi para pebalap. (ist)

Memontum Malang – Ajang balap supermoto bergengsi Trial Game Asphalt 2018 bergulir panas di Sirkuit Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, selama 2 hari, Jumat-Sabtu (14-15/12/2018). Ajang ini sekaligus seri terakhir sebagai babak penentuan siapakah rider yang berhak menyandang predikat juara umum Trial Game Asphalt 2018.

Di hari pertama, dibuka dengan free practice delapan kelas pendukung (Trail 150 Komunitas, Trail 250 Open, FFA 450 Non Pro, Trail 175 Komunitas), kelas utama (Trail 175 Open, FFA 250, Trail 175 Non Pro), dan kelas khusus (FFA 450 Internasional). Jelang malam, dihelat delapan QTT untuk kelas pendukung, kelas utama, dan kelas khusus. Semakin malam semakin panas, dengan dipamungkasi empat super chrono.

Para rider menunjukkan kebolehannya di track basah. (ist)

Para rider menunjukkan kebolehannya di track basah. (ist)

Selain sejumlah rider top Indonesia yang siap bertarung habis-habisan di lintasan aspal Kanjuruhan untuk memperebutkan total hadiah juara umum sebesar Rp 150 juta. Para rider top dunia, seperti Lewis Cornish (UK), Germain Vincenot (France), dan Jan Deteinbach (Germany), juga mengaspal di kelas FFA 450 International Championship.

“Dalam grand final ini, selain 3 rider internasional, juga diikuti 120 starter. Tentunya kehadiran pebalap asing ini akan memacu pebalap nasional untuk lebih maju dan lebih berkualitas. Harapannya, akan lebih mengangkat animo penonton di tanah air, khususnya pulau Jawa yang memiliki kans tersendiri,” jelas Cahyadi Gunawan, Ketua Penyelenggaran Trial Game Asphalt 2018.

Cahyadi Gunawan, Ketua Penyelenggaran Trial Game Asphalt 2018. (ist)

Cahyadi Gunawan, Ketua Penyelenggaran Trial Game Asphalt 2018. (ist)

Cahyadi menambahkan, dipilihnya Kanjuruhan Malang karena memiliki track lebar. Alasan ini hampir sama dengan track lainnya. “Dengan track lebar ini, tantangannya beda. Kalau sirkuit panjang seperti Sentul, kan ada kecepatan. Sedangkan Supermoto menggabungkan kepiawaian dan kecepatan. Ini salah satu upaya kami mengangkat Trial Game Asphalt sebagai barometer extreme sports di tanah air,” tandasnya.

Sejumlah rider papan atas Indonesia tampil dalam kondisi terbaik, diantaranya Doni Tata (Juara Umum Trial Game Asphalt 2017), Farudilla Adam, Tommy Salim, Ivan Harry Nugraha, Pedro Wunner, Dimas Ekky, Gerry Salim, dan lainnya. Tontonan panas lengkap dengan hiburan band ini gratis dipersembahkan khusus bagi pecinta Supermoto.

Dengan kondisi cuaca ekstrim seperti ini, hujan harus gunakan ban basah. Saya harus bisa optimal di kelas FFA 250, untuk mempertahankan gelar juara saya. Untuk kelas FFA 450 Internasional, saya usahakan juga maksimal. Namun yang saya utamakan FFA 250. Baik rider nasional dan internasional, saya anggap saingan terberat, dan tak bisa dianggap remeh. Karena mereka semua cukup agresif,” jelas Doni Tata, Juara Umum Trial Game Asphalt 2017.

Nantinya, Sabtu (15/12/2018), merupakan race day dimana balapan digelar dua kali, yakni sore dan malam hari. Pastinya, race yang berlangsung malam hari dengan disinari ribuan watt lampu penerangan akan menambah tantangan. Penonton bakal disuguhi hentakan musik dari band ternama yang mengiringi jalannya lomba hingga saat penentuan juara umum, yang akan dimeriahkan dentuman kembang api raksasa. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional