Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Pertama Kali, Nozle Pora Digelar di Trenggalek

  • Senin, 17 Desember 2018 | 20:46
  • / 8 Rabiul Akhir 1440
Pertama Kali, Nozle Pora Digelar di Trenggalek
upacara pernikahan atau nozle pora digelar di Trenggalek

Memontum Trenggalek – Upacara pernikahan unik terjadi di Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Karena yang menikah adalah petugas pemadam kebakaran (Damkar), maka, upacara yang biasa dilakukan ‘Pedang Pora’ itu, diganti dengan ‘Nozzle Pora’.

Walaupun menggunakan pakaian adat Jawa, namun upacara pernikahan unik pasangan Jefri Candra Setiawan dan Frilian Selvana ini, juga dengan layaknya militer atau kepolisian. Sejumlah petugas pemadam kebakaran dengan kostum lengkap bersiap menembakkan water cannonnya.

Mochamad Basuki, Ketua Tim Damkar Kabupaten Trenggalek menerangkan, upacara pernikahan Nozzle Pora ini dimulai dengan iring-iringan pengantin laki-laki menuju rumah pengantin perempuan.

“Saat melewati barisan anggota Damkar yang sudah siap dalam upacara Nozzle Pora, bersamaan mobil Damkar yang awalnya dinaiki pengantin laki-laki langsung menyemprotkan air ke atas sebagai bentuk penghormatan, ” ucap Basuki, Senin (17/12/2018).

Dikatakannya, upacara unik ini menggunakan nozzle, sebab nozzle atau yang dikenal dengan nama semprotan merupakan senjata utama petugas Damkar untuk memadamkan api

“Ini senjata yang biasa digunakan temanten laki-laki yang kebetulan anggota kami, ” imbuhnya.

Sementara itu, pengantin pria, Jefri Candra, menerangkan, dengan digelarnya upacara Nozzle Pora pada pernikahannya ini, pihaknya merasa cukup senang dan bahagia di momen kehidupannya.

“Meski upacara pernikahan dengan Nozzle Pora ini baru pertama kali digelar di Trenggalek, namun kegiatannya cukup lancar. Dan ini adalah hari paling bahagia saya di kehidupan saya, ” katanya.

Diterangkannya, untuk persiapan upacara ini, tim Damkar Kabupaten Trenggalek mempersiapkannya selama 10 hari untuk latihan. Sedangkan untuk pelaksanaan acara tersebut hanya dilakukan selama kurang lebih 15 menit.

“Upacara pernikahan ini merupakan upacara Nozzle Pora pertama kali yang digelar di Kabupaten Trenggalek, maka kami juga persiapkan sebaik mungkin agar tidak terjadi kesalahan,” pungkas Jefri. (mil/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional