Connect with us

Kabupaten Malang

Misa Natal di Gereja Pertapaan Karmel Lancar dan Khidmat

Diterbitkan

||

Anggota Polres Malang berjaga disekitar gereja demi memberi keamanan pada umat Kristiani sedang menjalakan ibadah Natal (memo x/kik)

Memontum, Memo X–Suasana ibadah missa Natal di Gereja Pertapaan Karmel, Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang berlangsung lancar dan khidmat. Adapun persiapan dan pelaksanaan missa Natal tersebut telah dilakukan sejak Minggu (23/12/2018) lalu.

Untuk pengamanan, petugas yang berada di lapangan sudah melakukan upaya pengamanan dan sterilisasi sejak Minggu (23/12/2018). Adapun tim yang bertugas di lapangan merupakan tim gabungan dari kepolisian, TNI, Brimob, Banser, Pemuda Pancasila (PP) dan Muspika setempat. “Pengamanan mulai tanggal 23- 25 Desember kemarin. Terdiri dari satpam internal gereja ada 22 orang, dari kepolisian dan TNI masing-masing 1 regu. Untuk pengamanannya menyeluruh. Mulai dari tempat parkir, lokasi missa, sound system juga kami lakukan sterilisasi. Juga ada 1 unit Jibom,” ujar Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Jatim, AKBP Teddy Purnanto SIK.

Sementara itu, pelaksanaan Ibadah Misa Natal sendiri berlangsung khidmat. Menurut Pimpinan Organisasi Putri Karmel, Suster Maria Petra P. Karm, Jemaat yang hadir di Gereja Pertapaan Karmel sudah ada yang hadir untuk mengikuti paket Hari Raya Natal sejak Minggu (23/12/2018) kemarin. “Sekitar 500an orang yang hadir sejak tanggal 23 Desember kemarin. Itu mereka yang mengikuti paket Natal. Jadi kami memang menyediakan untuk siapa saja umat Nasrani yang ingin merasakan nuansa Natal disini,” ujarnya.

Sedangkan untuk hari ini (Selasa), ia mengatakan, total jamaah yang hadir ada sekitar 700 orang. Dituturkan, untuk di Gereja Pertapaan Karmel sendiri, jamaah yang hadir berasal dari berbagai daerah di Indonesia. “Ada juga yang dari Denpasar dan beberapa daerah lainnya,” katanya kepada awak media.

Untuk perayaan Hari Natal tahun ini, ia mengatakan tema yang diambil adalah ‘Kerahiman Tuhan’. Suster Petra menjelaskan, untuk Paket Natal sendiri, dikemas secara masing-masing. “Ada acara puncaknya itu kemarin, yaitu Rekonsiliasi Keluarga, disitu kami mencoba merekonsiliasi kondisi keluarga untuk bisa saling memaafkan dan tetap dalam bimbingan suster masing-masing,” ujarnya.

Dalam Natal kali ini, ia juga tidak lupa untuk mengajak seluruh jamaah agar selalu mendoakan Indonesia dapat selalu dalam kedamaian. “Selalu kami doakan, untuk pemerintah, kami juga selalu mendoakan agar selalu diberi rahmat kebijaksanaan. Apalagi, setelah diterpa bencana beberapa waktu lalu di Selat Sunda, kami berdoa agar selalu diberi ketabahan bagi mereka yang tertimpa,” pungkasnya. (kik/man/ono)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Terpopuler