Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Pasca Konflik, Unikama Greget Kembalikan Citra Positif

  • Kamis, 3 Januari 2019 | 17:48
  • / 25 Rabiul Akhir 1440
Pasca Konflik, Unikama Greget Kembalikan Citra Positif
Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian, MSi, didampingi jajaran Rektorat dalam jumpa pers. (rhd)

Memontum Kota MalangKeluarnya Surat Keputusan Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia (SK Kemenkumhan RI) nomor AHU-0000965.AH.01.08.Tahun 2018 tentang persetujuan perubahan badan hukum PPLP PT PGRI yang ditandatangani oleh Dirjen Administrasi Hukum Umum Cahyo Rahadian Muzhar pada 18 Desember 2018, sebagai angin segar bagi pihak PPLP PT PGRI (Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia) Unikama (Universitas Kanjuruhan Malang) Drs. H Soejai.

Dalam SK Kemenkumhan RI tersebut disebutkan Soedjai sebagai ketua PPLP PT PGRI yang sah. Sehingga SK Kemenkumham milik Christea Frisdiantara nomor AHU-0000001.AH.0000001.08 Tahun 2018 tanggal 5 Januari 2018 batal demi hukum. Sekaligus penanda konflik dalam tubuh Yayasan dan berdampak pada kampus Unikama selama setahun lebih ini telah berakhir.

 Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian, MSi. (rhd)

Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian, MSi. (rhd)

Kabar baik tersebut diapresiasi jajaran Rektorat dan civitas akademika Unikama. Sebab kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) kampus dapat kembali berjalan kondusif. Meski diakui Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian, MSi, urusan SK tersebut bukan menjadi ranah kampus. Sebab Rektorat hanya sebagai badan pengelola. Sedangkan Yayasan sebagai badan penyelenggara.

“SK Kemenkumham tersebut menguntungkan dan membahagiakan kami, karena kampus bisa beroperasi kembali secara normal dan kondusif. Kami sudah lelah berkonflik selama setahun, dimana dampaknya langsung pada kampus. Bahkan di luaran pemberitaannya negatif. Harapan kami, ini sebagai starting poin mengembalikan citra Unikama kembali normal dan lebih baik,” ungkap Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian, MSi, didampingi jajaran Rektorat dalam jumpa pers, Kamis (3/1/2018) siang.

Berbagai upaya perbaikan dan pengembalian citra positif dilakukan oleh civitas akademika Unikama, dengan melibatkan sinergitas semua pihak, baik jajaran Rektorat, mahasiswa, dosen, alumni, orang tua dan keluarga. Secara internal, program pengembangan mulai bidang 1 hingga bidang 4 dapat berjalan kembali. Termasuk menjalin kerjasama dengan media sebagai mitra kerja untuk mengembalikan citra positif kepada khalayak umum.

“Ini sebagai kado awal tahun bagi kami. Secara internal kami terus berbenah untuk mengejar ketertinggalan. Konsentrasi Unikama saat ini untuk Capacity Building, SDM, Sarpras, Keuangan, Informasi, dan lainnya. Membangun citra positif Unikama menjadi tanggungjawab kami untuk menarik simpati dan kepercayaan masyarakat terhadap Unikama sebagai lembaga pendidikan tinggi,” beber Pieter, didampingi Wakil Rektor 4 Umiati Jawas, Ph.D

Langkah awal untuk mengembalikan citra secara eksternal, yaitu kembali menjaring ribuan mahasiswa. Sebagaimana diketahui sebelum konflik jumlah maba 1.800 orang, namun ketika konflik jumlah maba hanya 700 orang. Unikama akan melibatkan alumni dan mahasiswa untuk mengajak masyarakat sekitar masuk Unikama. Bahkan ditahap awal, Unikama akan memberikan beasiswa bebas DPP 100 persen .

Berbagai langkah promosi tetap dilakukan, baik melalui media, banner, masyarakat sekitar mahasiswa, alumni dan lainnya. Namun pendekatan manual dengan mendatangi sekolah di daerah juga tetap dilakukan. “Selain berinteraksi langsung, juga dapat membangun kepercayaan calon maba dan orang tua. Peluangnya hanya Januari-Februari. Memang tantangannya cukup berat, namun kami sepakat melakukan yang terbaik agar mampu bersaing dengan kampus lainnya. Termasuk mendorong kegiatan pengembangan dan pencapaian prestasi mahasiswa dan dosen di tingkat nasional dan internasional,” jelas Pieter, didampingi Wakil Rektor I Dr. Sudi Dul Aji, MSi.

Disinggung tentang kemungkinan ketidakpuasan kubu sebelah terkait keluarnya SK Kemenkumham, sengketa di PTUN, dan lainnya, Pieter menyerahkan urusan tersebut menjadi kewenangan Yayasan dan kuasa hukum. “Intinya kami tidak ingin ada gangguan dalam kampus. Bicara kerugian materi dan non materi, tak bisa dihitung. Kami juga membuka pintu bagi perseorangan di pihak sebelah untuk kembali bergabung. Namanya manusia kan tidak luput dari kesalahan. Tim yang akan mengevaluasi sesuai klasifikasi, track record, prestasi, dan lainnya,” tandas Pieter. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional