Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Pembangunan Peradaban dan Ketatanegaraan, Penentu Masa Depan Indonesia

  • Minggu, 6 Januari 2019 | 16:57
  • / 28 Rabiul Akhir 1440
Pembangunan Peradaban dan Ketatanegaraan, Penentu Masa Depan Indonesia
Rektor UB, Ketua MK, dan Ketua Senat UB, menjawab pertanyaan awak media. (rhd)

*Sidang Senat Terbuka Dies Natalis 56 UB

Memontum Kota Malang———Upaya pembangunan sistem pendidikan bagi anak-anak bangsa  terkecuali, sebagai salah satu cara mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengaturan tentang hak jaminan pendidikan sebelum dan setelah perubahan UUD 1945, kita temukan perbedaan yang cukup signiflkan. Sebelum perubahan, hanya satu pasal dua butir ayat yakni Bab XIII Pasal 31. Namun setelah perubahan, ada 4 pasal dan 9 butir ayat ketentuan [Pasal 220 ayat (2), (3), Pasal 28C ayat (1), Pasal 28E ayat (1), Pasal 31 ayat (1-5)], yang mengatur pendidlkan dan ilmu pengetahuan.

“Jika dalam UUD 1945 sebelum perubahan hanya mengatur warga negara berhak untuk mendapatkan pengajaran, dan pemerintah hanya berkewajiban untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran. Namun setelah perubahan, warga negara menjadi wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah memiliki kewajiban membiayainya. Untuk itu, konstitusi telah menetapkan persentase anggaran 20 persen bagi dunia pendidikan, baik ditingkat pemerintah pusat maupun tingkat pemerintah daerah dalam APBN dan APBD,” jelas Ketua Mahkamah Konstitusi, Dr. Anwar Usman, SH, MH, saat menjadi narasumber Orasi Ilmiah Dies ke-56 UB, di Gedung Samantha Krida UB, Malang, Sabtu (5/1/2019).

Ketua MK, Dr. Anwar Usman, SH, MH, memaparkan Orasi Ilmiah. (rhd)

Ketua MK, Dr. Anwar Usman, SH, MH, memaparkan Orasi Ilmiah. (rhd)

Bertemakan “Peran Mahkamah Konstitusi dalam Membangun Peradaban dan Ketatanegaraan Indonesia Masa Depan sebagai Negara Hukum yang Konstitusional”, pria yang sebelumnya menjabat “Ketua Mahkamah Konstitusi “‘L9″14 Januari 2015 hingga 1 April 2018 ini, mengatakan konstitusi menjadi rule of the game bagi penyelenggaraan negara. Peran Mahkamah Konstitusi menjadi penting menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam konstitusi agerjalan sesuai kaidah. “Ada 3 aspek yang memiliki pengaruh paling besar dalam membangun peradaban dan ketatanegaraan Indonesia di masa depan, yaitu aspek human resources yang ditingkatkan melalui pendidikan, aspek pembangunan kesejahteraan rakyat, dan aspek menata kehidupan demokrasi sebagai pilihan sistem bernegara,” jelas pria kelahiran Bima, NTB, 31 Desember 1956 ini.

Ketua Senat UB Prof.Dr.Ir. Ariffin, M.S. menyampaikan, rapat terbuka senat merupakan agenda tahunan untuk mendengarkan laporan tahunan kinerja Rektor dihadapan seluruh anggota senat UB dan Sivitas Akademika sebagai bentuk pertanggungjawaban publik. Sekaligus membuktikan kebersamaan Rektor dan civitas akademika UB dalam membangun UB lebih  bermartabat. “Kepada seluruh Sivitas Akademika UB, mari tahun 2019 kita isi semangat beribadah dalam berjuang untuk mewujudkan visi UB menjadi Perguruan Tinggi dengan reputasi internasional dalam IPTEKSBUD, terutama yang menunjang industri berbasis budaya dan kesejahteraan masyarakat dengan bekerja ikhlas, cerdas, keras, kompak dan tanggungjawab,” jelas Prof Arifin, dalam sambutannya.

Sementara itu, Rektor UB Prof.Dr.Ir. Nuhfil Hanani AR, M.S. mengatakan, tantangan UB kedepan adalah mempersiapkan diri menjadi WCU (World Class University) dengan kekhususan WCEU (World Class Entrepreneurial University). Selain itu, UB bersiap menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). Semua komponen di UB harus bekerja keras dan kompak dalam mengembangkan UB menjadi WCEU dan PTNBH, membangun SDM yang handal, dan meningkatkan daya saing global. “Sepanjang tahun 2018, banyak prestasi yang telah diraih UB di bidang manajemen institusi, organisasi dalam penyelenggaraan Tri Dharma, pengembangan SDM, pembinaan dan pengembangan mahasiswa,” beber Rektor UB, dalam laporannya.

Sebut saja, UB juga mendapat penghargaan Program Asuh PT (Perguruan Tinggi) Unggul, serta meraih peringkat II bidang prestasi kemahasiswaan nasional dari Ditjen Belmawa Kemenristekdikti; UB termasuk 12 PTN untuk dipromosikan universitas Internasional; Memiliki 34 jurnal bereputasi tinggi, satu jurnal internasional terindeks scopus, 33 jurnal bereputasi sedang, serta 44 jurnal terakreditasi nasional; 6 kali juara PIMNAS, dengan 3 kali berturut-turut juara 1; dan lainnya. “Terbaru, Humas UB memborong tiga penghargaan terbaik utama Anugerah Humas 2018. Dari banyak prestasi tersebut, saat ini UB menduduki peringkat 800+ di dunia, dan ditargetkan mampu menembus 600+,” tegas Rektor UB. (rhd)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional