Connect with us

Situbondo

Siswa SMAN 1 Situbondo Ajak Anak Muda Jadi Petani Modern

Diterbitkan

||

Memontum Situbondo Kelompok Siswa Siswi SMAN 1 Situbondo yang menamakan dirinya Tim Desa Binaan (DESBIN) SMASA, Menanam sayuran dengan memanfaatkan Lahan Sekolah untuk dijadikan tempat bertani dengan model Hidroponik. Ketua Tim DesBin SMASA Farah Sekarwangi mengatakan, mengembangkan Tanaman Hidroponik yang dirancang menggunakan pipa paralon. Menurutnya, selain tidak menggunakan pupuk zat kimia, tanaman tidak langsung bersentuhan dengan tanah.

“Kemungkinan segala bentuk hewan parasit tidak melekat dan hidup didalam tanaman. Sehingga saat dipanen dan dikonsumsi, aman dan tidak ikut masuk ke dalam tubuh kita”. Terangnya kepada Memontum.com. Selasa (8/1/2019).

Farah menambahkan, kegiatan yang mereka lakukan di Sekolah tidak lain untuk memasyarakatkan menanam sayuran dilahan rumah sendiri.

“Semakin sempitnya lahan pertanian di Kabupaten Situbondo karena alih fungsi, sehingga kami harus berinovasi dalam hal bertani. Misalnya dengan memanfaatkan lahan rumah. Walaupun sempit, tetapi bisa memproduksi tanaman konsumsi dengan model Hidroponik”. Imbuhnya

Untuk saat ini, mereka fokus mengembangkan berupa sayur kangkung dan selada. Pasalnya, kebutuhan masyarakat terhadap sayur ini cukup tinggi. Selain kebutuhan rumah tangga, juga sangat dibutuhkan di Rumah Makan atau Pedagang Pecel Lele.

“Kebutuhan sayur Kangkung dan Selada sangat tinggi. Saat ini saja, kami yang sudah mendapat pelanggan salah satu rumah sakit swasta hampir tidak terpenuhi. Permintaan 5 kilogram sekali panen. Mereka suka karena tanaman yang kami kembangkan terbukti sehat dan bergizi”. Ungkapnya.

Sementara itu, Pembina Tim Desbin SMAN 1 Situbondo Rudy Hartono mengatakan, keunggulan penanaman sayur dengan cara hidroponik ini adalah waktu panen lebih cepat dan hasilnya merupakan sayuran organik yang bebas dari kandungan zat kimia.

“Karena budidaya sayuran hidroponik ini tidak menggunakan pestisida dan obat kimia lain, sebagaimana biasanya dilakukan terhadap tanaman di atas media tanah”. Katanya.

Rudy menjelaskan, penyemaian bibit sayur dilakukan di atas “rockwool” yang telah diisi air, lalu disimpan di tempat yang kedap sinar matahari selama tiga hari.

“Setelah tumbuh, tanaman dipindahkan ke media pembesaran, lalu tujuh hari kemudian tanaman dipindahkan kembali ke media pendewasaan”. Ungkapnya.

Pihak sekolah berharap, suatu saat di Situbondo ada supermarket atau pasar modern yang siap menerima hasil panen sayur Hidroponik tersebut. Untuk saat ini hasil panen sayur Hidroponik tersebut di jual kepada Bapak Ibu Guru, Staf TU dan Siswa Siswi SMAN 1 Situbondo, Dinas Kesehatan Kabupten Situbondo, dan Car Free Day (CFD) di Kabupaten Situbondo. (yud/yan)

Advertisement
2 Komentar

1 Komentar

  1. Agustini

    8 Januari 2019 at 4:47 pm

    Sukses untuk siswa tim Desa Binaan SMAN 1 Situbondo

  2. Suningsih

    10 Januari 2019 at 1:27 pm

    Pengen niru utk sklah sy. Klo boleh caranya gmn agar bs d terapkan d sklah

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Dua Pemotor Terlibat Kecelakaan di Jalur Pantura Banyuputih Situbondo

Diterbitkan

||

KECELAKAAN: Kondisi 2 pengendara saat kecelakaan di TKP. (tik)

Memontum Situbondo – BRAAKK! Dua pemotor dari arah yang sama mengalami laka lantas di jalan raya Pantura Banyuputih tepatnya di Km 229.9 arah Surabaya, Keduanya dilarikan ke Puskesmas Banyuputih dengan luka luka disekujur tubuh. Selasa (24/9/2019) siang.

Wahet (30) warga Dusun Blangguan, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, mengemudikan Sepada motor Honda scoopy nopol. AE 3622 NB melaju dari arah Banyuwangi, tepatnya pada pukul 10.25 Wib di KM 229.9 mendadak sepeda motor pedagang penthol ( tanpa platnomer) yang dikemudikan oleh Kikik (35) asal Dusun dan Desa yang sama, menyebrang jalan, karena jarak terlalu dekat, keduanya hingga terjadi benturan tidak bisa dihindari.

Sehingga membuat keduanya terkapar ditengah jalan, dibantu warga sekitar kedua korban akibat kecelakaan dilarikan ke Puskesmas Banyuputih, sementara dua unit kendaraan diamankan di Mapolsek Banyuputih.

Kapolsek Banyuputih AKP Didik Rudianto SH saat ditemui Wartawan Memontum.com dikantornya membenarkan kejadian tersebut.

“Untuk sementara ini tidak ada korban jiwa, keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas Banyuputih untuk mendapatkan perawatan dan dua kendaraan langsung kami amankan di Polsek Banyuputih, ” kata Kapolsek AKP Didik Rudianto. (tik/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Situbondo

Kunjungi Polsek Jajaran, Kasi Propam Tekankan Netralitas dalam Pilkades Serentak

Diterbitkan

||

Kasi Propam Polres Situbondo, IPDA Harsono SH saat kunjungi Polsek Kapongan Situbondo dan tampak memberikan arahan kepada Kapolsek serta pada semua anggotanya. (im)

Memontum Situbondo – Propam Polres Situbondo melaksanakan safari keliling pada Polsek Jajaran dalam rangka sosialisasi dan pemasangan banner penekanan Kapolres Situbondo terkait netralitas Polri dalam Pilkades serentak tahun 2019 di Kabupaten Situbondo, Selasa (24/9/2019) pagi.

Kegiatan sosialisasi dipimpin langsung oleh Kasi Propam Ipda Harsono SH yang menindaklanjuti dan meneruskan penekanan Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono SH SIK MH terkait netralitas anggota Polri dalam pelaksanaan Pilkades dimana netralitas Polri dalam pilkada diatur dalam pasal 28 UU No.2/2002 tentang Polri.

“Tugas Polri adalah pengamanan, ada sangsi tegas bagi yang melanggar atau tidak netral mulai dari teguran, demosi hingga dipecat, ” terang Ipda Harsono, kepada Memontum.com.

Selain itu, Kasi Propam juga menyampaikan pesan Kapolres Situbondo kepada para Bhabinkamtibmas, bahwa di masing-masing desa agar meningkatkan komunikasi, koordinasi lintas sektoral.

“Untuk mencegah sekecil apapun permasalahan, agar dapat diselesaikan secara bersama-sama sebelum timbul konflik yang besar, ” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi dan pemasangan banner netralitas anggota Polri dalam Pilkades tersebut dilaksanakan di 17 Polsek Jajaran Polres Situbondo. (im/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Situbondo

Gebyar Expo Pengambilan Barang Bukti Hasil Kejahatan di Mapolres Situbondo

Diterbitkan

||

BARANG BUKTI : Kapolres Situbondo menunjukkan barang bukti hasil kejahatan. (im)

Memontum Situbondo – Kepolisian Resort (Polres) Situbondo menggelar gebyar expo pengambilan barang bukti hasil kejahatan berupa, 10 unit sepeda motor berbagai merk curanmor dan 4 unit sepeda motor laka lantas serta 1 unit mobil Honda Brio, 1 unit mobil Toyota New Avanza dan 2 unit Toyota Calya hasil dari kejahatan bermodus penipuan mobil rental di Mapolres Situbondo, Selasa (24/9/2019) pagi.

Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono SH SIK MH dalam rilisnya mengatakan, pengambilan barang bukti hasil kejahatan tersebut tidak dipungut biaya se peser pun.

“Untuk bisa mengambil kendaraan tersebut, pemilik harus bisa menunjukan bukti BPKB. Apabila BPKB sedang dianggunkan, maka pemilik harus minta surat keterangan dari pihak lessing atau lembaga peminjam, ” kata Kapolres Awan.

Dihadapan sejumlah awak media, Kapolres Awan menjelaskan, dalam proses penanganan hukum, penyidik Polres Situbondo mengedepankan transparansi yang mengacu pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan UU Keterbukaan Informasi Publik No14 Tahun 2008.

“Seluruh penyidik Polres Situbondo dalam menangani proses pidana selalu mengedepankan unsur transparansi dan akuntabilitas, ” tegas Kapolres Awan.

Lebih lanjut, Kapolres Awan mengatakan, bahwa barang bukti berupa 4 unit kendaraan roda empat dan 14 unit kendaraan roda dua atau sepeda motor, mulai hari ini dan hari hari berikutnya bisa diambil ke Mapolres Situbondo.

“Barang bukti yang diserahkan kepada pemiliknya, tentunya bisa dipertanggungjawabkan oleh penyidik dan prosesnya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, ” ujarnya.

Bukan hanya itu saja yang disampaikan Kapolres. Namun, Kapolres Awan Hariono juga menegaskan bahwa, kegiatan Expo pengambilan barang bukti hasil kejahatan yang di sita oleh Polres Situbondo tidak di pungut biaya sepeserpun.

“Silahkan bagi masyarakat yang kendaraan bermotornya hilang bisa langsung datang ke Polres Situbondo untuk melihatnya dan sambil membawa surat – surat tanda kepemilikan kendaraannya, ” pungkasnya.

Dikatakan Kapolres Awan Hariono pada akhir rilisnya, bagi pemilik kendaraan yang hendak mengambil kendaraan tersebut diharuskan membawa surat kendaraan berupa STNK dan BPKB serta surat tanda laporan polisi yang telah dibuat.

“Harus membawa BPKB, STNK serta persyaratan lain. Kemudian petugas akan cek, jika sesuai maka akan langsung diberikan. Pengambilan ini gratis tanpa dipungut biaya, ” tambahnya.

Salah satu pemilik kendaraan yang mengambil yakni Rubiyanto (52) warga Dusun Langai, RT 001 RW 001, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo yang hadir pada acara Gebyar Expo Pengambilan Barang Bukti tersebut mengucapkan terima kasih kepada Polres Situbondo yang telah berhasil menemukan kendaraan bermotornya yang hilang beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, sepeda motor saya telah ketemu. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada Polres Situbondo yang telah menindak lanjuti laporan polisi Nomor STPL/K/172/V/RES.1.8./2019/JATIM/RES SITUBONDO hingga berhasil mengungkapnya, ” tutur Rubiyanto. (im/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler