Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Siswa SMAN 1 Situbondo Ajak Anak Muda Jadi Petani Modern

  • Selasa, 8 Januari 2019 | 14:13
  • / 1 Jumadil Uula 1440
Siswa SMAN 1 Situbondo Ajak Anak Muda Jadi Petani Modern

Memontum Situbondo Kelompok Siswa Siswi SMAN 1 Situbondo yang menamakan dirinya Tim Desa Binaan (DESBIN) SMASA, Menanam sayuran dengan memanfaatkan Lahan Sekolah untuk dijadikan tempat bertani dengan model Hidroponik. Ketua Tim DesBin SMASA Farah Sekarwangi mengatakan, mengembangkan Tanaman Hidroponik yang dirancang menggunakan pipa paralon. Menurutnya, selain tidak menggunakan pupuk zat kimia, tanaman tidak langsung bersentuhan dengan tanah.

“Kemungkinan segala bentuk hewan parasit tidak melekat dan hidup didalam tanaman. Sehingga saat dipanen dan dikonsumsi, aman dan tidak ikut masuk ke dalam tubuh kita”. Terangnya kepada Memontum.com. Selasa (8/1/2019).

Farah menambahkan, kegiatan yang mereka lakukan di Sekolah tidak lain untuk memasyarakatkan menanam sayuran dilahan rumah sendiri.

“Semakin sempitnya lahan pertanian di Kabupaten Situbondo karena alih fungsi, sehingga kami harus berinovasi dalam hal bertani. Misalnya dengan memanfaatkan lahan rumah. Walaupun sempit, tetapi bisa memproduksi tanaman konsumsi dengan model Hidroponik”. Imbuhnya

Untuk saat ini, mereka fokus mengembangkan berupa sayur kangkung dan selada. Pasalnya, kebutuhan masyarakat terhadap sayur ini cukup tinggi. Selain kebutuhan rumah tangga, juga sangat dibutuhkan di Rumah Makan atau Pedagang Pecel Lele.

“Kebutuhan sayur Kangkung dan Selada sangat tinggi. Saat ini saja, kami yang sudah mendapat pelanggan salah satu rumah sakit swasta hampir tidak terpenuhi. Permintaan 5 kilogram sekali panen. Mereka suka karena tanaman yang kami kembangkan terbukti sehat dan bergizi”. Ungkapnya.

Sementara itu, Pembina Tim Desbin SMAN 1 Situbondo Rudy Hartono mengatakan, keunggulan penanaman sayur dengan cara hidroponik ini adalah waktu panen lebih cepat dan hasilnya merupakan sayuran organik yang bebas dari kandungan zat kimia.

“Karena budidaya sayuran hidroponik ini tidak menggunakan pestisida dan obat kimia lain, sebagaimana biasanya dilakukan terhadap tanaman di atas media tanah”. Katanya.

Rudy menjelaskan, penyemaian bibit sayur dilakukan di atas “rockwool” yang telah diisi air, lalu disimpan di tempat yang kedap sinar matahari selama tiga hari.

“Setelah tumbuh, tanaman dipindahkan ke media pembesaran, lalu tujuh hari kemudian tanaman dipindahkan kembali ke media pendewasaan”. Ungkapnya.

Pihak sekolah berharap, suatu saat di Situbondo ada supermarket atau pasar modern yang siap menerima hasil panen sayur Hidroponik tersebut. Untuk saat ini hasil panen sayur Hidroponik tersebut di jual kepada Bapak Ibu Guru, Staf TU dan Siswa Siswi SMAN 1 Situbondo, Dinas Kesehatan Kabupten Situbondo, dan Car Free Day (CFD) di Kabupaten Situbondo. (yud/yan)

2 Komentar

  1. Agustini Selasa, 8 Januari 2019
  2. Suningsih Kamis, 10 Januari 2019

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional