Connect with us

Kota Malang

Disbudpar Kota Malang Getol Garap Pokdarwis

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang——“Kota pariwisata telah disematkan untuk kota Malang. Namun itu tak bermakna apabila tidak diikuti oleh rasa memiliki dan keterlibatan aktif warganya, “ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Wahyuni disela sela pembinaan Kelompok Sadar Wisata di kampung tematik 3 D Kelurahan Rampal, Minggu (13/1/2019). Terlebih kampung 3 D bersama kampung warna warni dan kampung biru telah menjadi satu kesatuan paket wisata kota.

Wisatawan masih antusias untuk melakukan aktifitas wisata selfie di lokasi tersebut, maka warga setempat harus memiliki tourisme minded. Imbuh Dayu, demikian Kadisbudpar kota Malang akrab disapa.
Karena menonjolkan pada keunikan lukisan mural tiga dimensi, maka untuk mengantisipasi kejenuhan pengunjung diperlukan kreatifitas warga untuk terus melakukan peremajaan lukisan, menggali cinderamata yang disajikan dan yang tidak kalah pentingnya karena berada di tengah tengah pemukiman adalah keramah tamahan dan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan pengunjung. Tambah wanita yang ramah senyum tersebut.

Sementara itu data dari Disbudpar, masih 11 Pokdarwis yang ada di kota Malang. Secara kuantitatif dari 57 kelurahan yang ada di kota Malang, maka masih 10 persen dan ini masih sedikit untuk sebuah kota yang mentasbihkan sebagai kota wisata sebagaimana termaktub dalam Tri Bina Cita Kota Malang (red. Malang kota Pendidikan, kota Pariwisata dan kota jasa / industri).

Menyikapi hal tersebut, Dayu, demikian Kadisbudpar kota Malang disapa, menuturkan langkah pendampingan dan edukasi terus dilakukan di tingkat kelurahan kelurahan. “Ada 2 (dua) hal yang kita tekankan yakni bagaimana mendorong dan memotivasi masyarakat agar menjadi tuan rumah yang baik dalam mendukung kegiatan kepariwisataan serta mendorong dan memotivasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan daya tarik wisata, “imbuh Ida Ayu.

Sutiaji, Walikota Malang, menilai dan mengakui bahwa masyarakat kota Malang belum kuat etos wisatanya. “Masyarakat kita belum seperti Bali maupun Yogya. Darah wisatanya belum sekental dua daerah tersebut. Tapi bukan berarti kita (kota Malang) nggak bisa. Saya yakin dan saya percaya bisa, “ujar Walikota yang sering lontarkan ide ide kreatif tersebut.

Secara khusus Sutiaji telah mendorong Disbudpar untuk memperbanyak dan memperkuat Pokdarwis. “Masak nggak sampai 50 persen. Padahal kota Malang makin.akrab dan mungkin juga pelopor lahirnya kampung kampung wisata tematik. Maka kehadiran Pokdarwis yang memang basisnya kelurahan menjadi teramat strategis.
Hal lain yang menurut Walikota Sutiaji penting dilakukan untuk makin mengentalkan darah wisata kota Malang adalah penyusunan agenda wisata secara permanen, pengkayaan hotel hotel dengan budaya lokalistik serta pernak pernik wisata khas Malang, penguatan pemandu wisata dan penguatan ciri khas wisata kota Malang yang akan di “push” adalah wisata heritage.

“Strategi lainnya adalah sinergi wisata Malang Raya. Karena Bali dan Yogya itu juga karakteristiknya satu kesatuan, “tegas Pak Aji, demikian warga menyapa Walikotanya.
Mengacu data kunjungan, prospek wisata kota Malang sangat potensial. Pada ajang Indonesia Atractive Index (IAI), wisata kota Malang masuk dan mendapat penghargaan kota potensial wisata dengan ditopang kehadiran kampung tematik.(hms/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Malang

Dua Tim Polinema Lolos KIBM 2020

Diterbitkan

||

Tim Teh Kulit Jeruk (O’Peel) terdiri dari Rizki Bagus Maulana, Prasasti Valentina, Prayoga Vicky, Syayidah Fatimatuz Zahro dan Nanda Ristina dari Jurusan Teknik Kimia di bawah bimbingan Shabrina Adani Putri, S.Si., M.Si.
Tim Teh Kulit Jeruk (O’Peel) terdiri dari Rizki Bagus Maulana, Prasasti Valentina, Prayoga Vicky, Syayidah Fatimatuz Zahro dan Nanda Ristina dari Jurusan Teknik Kimia di bawah bimbingan Shabrina Adani Putri, S.Si., M.Si.

Memontum Kota Malang – Inovasi Bisnis Teh Kulit Jeruk dan Abang Rahasia membawa dua tim mahasiswa Polinema (Politeknik Negeri Malang), lolos pada Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa (KIBM) Tahun 2020.

Tim Teh Kulit Jeruk (O’Peel) terdiri dari lima mahasiswa, mereka masing-masing Rizki Bagus Maulana, Prasasti Valentina, Prayoga Vicky, Syayidah Fatimatuz Zahro dan Nanda Ristina dari Jurusan Teknik Kimia di bawah bimbingan Shabrina Adani Putri, S.Si., M.Si.

Sedangkan tim Abang Rahasia (Korea Mukbang Khas Rempah Indonesia), dibimbing oleh Yusna, SE, M.Si, Ak, CA dengan lima mahasiswa. Mereka diantaranya, Ovillia Reta Artadinata, Riska, Devina Putri dan Safina dari Jurusan Akuntansi dan Cokorda Istri Anjani dari Jurusan Teknik Kimia.

KIBM sendiri, diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kompetisi ini digelar, untuk mendorong terciptanya wirausahawan yang kreatif dan inovatif di era Revolusi Industri 4.0, serta membangun soft skill dengan baik.

KIBM Tahun 2020, diikuti oleh perguruan tinggi yang ada di Indonesia dan dilaksanakan secara daring.

“Tim O’Peel terdiri dari mahasiswa semester tiga yang memulai bisnisnya dari semester dua dan ikut Program Mahasiswa Wirausaha. Tahun ini, mereka lolos di KIBM dan mendapatkan pendanaan KIBM senilai Rp 15 juta,” kata pembimbing Tim Teh Kulit Jeruk (O’Peel), Shabrina Adani Putri, S.Si., M.Si.

Ketua Tim O’Peel, Rizki Bagus Maulana, menjelaskan bahan baku kulit Jeruk O’Peel diperoleh melalui kerjasama dengan pedagang buah di Batu. Kulit Jeruk mengandung flavonoid dan Vitamin C yang tinggi untuk menjaga kekebalan tubuh. “Produk O’Peel saat ini telah dipasarkan offline dan online,” ujarnya.

Tim Abang Rahasia (Korea Mukbang Khas Rempah Indonesia), dibimbing oleh Yusna, SE, M.Si, Ak, CA. dengan lima mahasiswa diantaranya, Ovillia Reta Artadinata, Riska, Devina Putri dan Safina dari Jurusan Akuntansi dan Cokorda Istri Anjani dari Jurusan Teknik Kimia.Tim Abang Rahasia (Korea Mukbang Khas Rempah Indonesia), dibimbing oleh Yusna, SE, M.Si, Ak, CA. dengan lima mahasiswa diantaranya, Ovillia Reta Artadinata, Riska, Devina Putri dan Safina dari Jurusan Akuntansi dan Cokorda Istri Anjani dari Jurusan Teknik Kimia.

Tim Abang Rahasia (Korea Mukbang Khas Rempah Indonesia), dibimbing oleh Yusna, SE, M.Si, Ak, CA. dengan lima mahasiswa diantaranya, Ovillia Reta Artadinata, Riska, Devina Putri dan Safina dari Jurusan Akuntansi dan Cokorda Istri Anjani dari Jurusan Teknik Kimia.

Pembimbing Tim Abang Rahasia, Yusna, SE, M.Si, Ak, CAT menerangkan, bahwa Tim Abang Rahasia ini mempunyai usaha kuliner dengan beberapa menu Korea dengan bahan asli Indonesia. Sebelumnya mereka juga ikut PMW sebelum lolos KIBM.

Ovillia Reta Artadinata menambahkan, Abang Rahasia menyajikan makanan Korea dengan cita rasa rempah khas Indonesia di antaranya Toboki, Raboki, dan Odeng. Produk kuliner ini dipasarkan secara online melalui WhatsApp, Facebook dan Instagram.

Ketua Entrepreneurship Training Unit (ETU) Polinema, Dr. Dra. Anik Kusmintarti, MM., mengatakan sebelum lolos KIBM, ke dua tim mengikuti seleksi dengan membuat proposal, melengkapi persyaratan administrasi dan usaha yang sudah berjalan minimal enam bulan.

“Kedua tim mendapatkan pendanaan dari Pusat Prestasi Nasional dan wajib membuat laporan penggunaan dana dan kemajuan usaha. Jika laporannya bagus, mereka berkesempatan untuk mengikuti KIBM Award,” kata Ketua ETU Polinema. (hms/sit)

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Hadirkan Jaksa dan Hakim, 78 Pelanggar Prokes di Jl Simpang Balapan Dapat Sanksi Denda

Diterbitkan

||

Pelanggar Prokes jalani sidang ditempat. (ist)
Pelanggar Prokes jalani sidang ditempat. (ist)

Memontum Kota Malang – Petugas Polresta Malang Kota, Kodim 0833, Satpol PP dan Dishub Kota Malang, melakukan Operasi Gabungan Yustisi di Jl Simpang Balapan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (24/11/2020) pukul 09.00 hingga pukul 11.00 WIB, berhasil menjaring 78 pelanggar. Yakni pelanggar Protokol Kesehatan (Prokes), pengendara kendaraan bermotor yang tidak memakai masker.

Operasi Yustisi kali ini menghadirkan jaksa dan hakim yang melakukan sidang di tempat bagi para pelanggar Inpres No 6 Tahun 2020 dan Perda Jatim No 02 Tahun 2020 serta Perwalikota Malang Nomor 30 Tahun 2020 di wilayah Kota Malang.

Setiap masyarakat pengguna kendaraan bermotor yang melintas, dilakukan pengecekan oleh petugas. Bila ketahuan tidak memakai masker, maka langsung wajib mengikuti sidang di tempat dan membayar denda.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundangan Daerah Satpol PP Kota Malang, Natalino Monteiro bahwa Operasi Yustisi ini akan terus dilakukan.

“Kami akan rutin melakukan Operasi Yustisi. Sebab sampai saat ini masih banyak masyarakat yang didapati tidak memakai masker. Dalam Ops Yustisi ini ada 78 pelanggar yang kami tindak. Mereka ikuti sidang di tempat,” ujar Natalino.

Rata-rata pelanggar dikenakan denda Rp 25 ribu. Dari 78 pelanggar sebanyak 73 pelanggar telah membayar denda sedangkan 5 lainnya meninggalkan KTP. Pelanggar bisa mengambil KTP dan membayar denda di Kejaksaan Negeri Malang.

“Total uang denda yang kami kumpulkan dalam kegiatan operasi yustini ini mencapai sebanyak Rp. 1.825.000,” nya lagi.

Harapannya dengan Operasi Yustisi seperti ini bisa menyadarkan masyarakat tentang pentingnya disiplin dalam Prokes terutama dalam memakai masker.

“Sering dijadikan alasan oleh para pelanggar adalah merasa gerah saat memakai masker, sehingga maskernya tidak dipakai dan disimpan di dalam tas atau jok sepeda motor. Namun pastinya dengan tidak memakai masker mereka telah melanggar protokol kesehatan Covid-19. Semoga masyarakat semakin sadar dan disiplin dalam protokol kesehatan,” ujar Natalino. (gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler