Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dengan Pencegahan Pungli

  • Jumat, 18 Januari 2019 | 09:31
  • / 11 Jumadil Uula 1440
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dengan Pencegahan Pungli
HARUS BAYAR : Pembangunan Pipanisasi Desa Ngenep Karangploso. (Ist)

Memontum Malang—-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mencanangkan, bahwa di tahun 2019 pendidikan di Kabupaten Malang harus bersih dari pungutan dengan dalih apapun. Hal itu dikatakan Plt Bupati Malang, HM Sanusi. Dengan tegas ia mengatakan, kepada lembaga pendidikan di Kabupaten Malang agar tidak menarik uang pada siswa, terutama uang gedung.

“2019 kualitas pendidikan harus diutamakan. Sehingga saya tidak mau lagi ada kendala terkait masalah pendidikan. Terlebih masalah biaya,” ujar Sanusi.

Dikatakannya, peningkatan kualitas lembaga pendidikan di Kabupaten Malang, semuanya sudah dicukupi dari APBD. Sehingga tidak ada alasan lain, lembaga sekolah melakukan pungutan pada wali murid dengan dalih, untuk pembangunan sekolah atau gedung.

Ketika ada lembaga sekolah yang masih melakukan pungutan, maka bisa dikatakan pungutan liar (pungli). Sanksinya selain diminta mengembalikan, juga bisa diproses hukum.

“Kalau pungutannya tidak jelas peruntukkannya untuk apa, maka sama saja dengan pungli. Bisa dijerat dan diproses hukum,” tuturnya.

Terkecuali, untuk peningkatan kualitas lainnya. “Itupun harus ada musyawarah dengan wali murid. Ketika tidak disepakati, maka lembaga sekolah tidak boleh memaksa,” ucapnya.

Langkah ini, dilakukan untuk memberikan hak pendidikan dasar pada anak-anak. Sekaligus ingin menjadikan Kabupaten Malang, sebagai Kota Pendidikan. Termasuk mendorong Kabupaten Malang sebagai kota besar.

Hal tersebut sesuai dengan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang, M. Hidayat. Hidayat menginginkan adanya peningkatan prestasi untuk menunjang kualitas pendidikan di Kabupaten Malang.

Hidaya mengatakan, saat ini untuk skala Provinsi Jawa Timur (Jatim) Kabupaten Malang menempati posisi ke 17 untuk taraf sekolah dasar (SD), dan peringkat 20 untuk taraf Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan capaian tersebut, Hidayat menargetkan di tahun 2019 untuk taraf SD dan SMP bisa meraih posisi 10 besar untuk skala Jatim.

“Kita (Kabupaten Malang) saat ini ada di rangking 17 untuk SD dan 20 untuk SMP. Saya menargetkan di tahun 2019 kita mencapai sepuluh besar. Untuk perbaikan kualitas kita lakukan di berbagai lini. Akan kita adakan pelatihan-pelatihan, tidak hanya untuk murid, tapi juga para guru dan pembimbingnya,” pungkas Hidayat. (kik/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional