Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Lembah Kera,Segera Jadi Destinasi Wisata Nasional

  • Minggu, 20 Januari 2019 | 13:09
  • / 13 Jumadil Uula 1440
Lembah Kera,Segera Jadi Destinasi Wisata Nasional
MENARIK : Lembah Kera, Destinasi Menarik Desa Gampingan Kecamatan Pagak. (H.MansyurUsman/Memontum.Com)

Memontum Malang–Desa Gampingan Kecamatan Pagak Kabupaten Malang bakal memiliki destinasi wisata nasional.Itu dengan dikembangkannya wisata Lembah Kera di wilayah setempat.

Hari Krispiyanto Camat Pagak menyampaikan, rencana mengembangkan Lembah Kera tersebut merupakan langkah yang cukup berani. Menurut Hari, pihaknya berupaya semaksimal mungkin memfasilitasi, mengingat Lembah Kera berada dibawah pengelolaan desa dan Perum Perhutani.

“Yang jelas kita memfasilitasi apa yang menjadi harapan pihak desa. Pihak desa kan yang mengelola disini bersama lembaga dalam hal ini Perhutani. Jika sudah melangkah lebih jauh juga perlu adanya perjanjian kerjasama dan sebagainya, sehingga nanti tidak ada permasalahan,” kata Hari, beberapa waktu ini.

Selain Lembah Kera, Kecamatan Pagak juga sedang berusaha mengembangkan tempat wisata baru yang lain, yaitu Lembah Bidadari di Desa Pandanrejo.

“Kalau Pagak kan tidak punya pantai. Yang kita kembangkan ada dua, yaitu Lembah Kera dan Lembah Bidadari, untuk kedepannya bisa menambah daya tarik wisata di Kecamatan Pagak,” terang Hari.

Dengan dikembangkannya dua tempat wisata tersebut, diharapkan selain dapat mendongkrak kunjungan wisatawan, juga bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

“Harapannya kedepan adalah bagaimana bisa mengangkat tingkat ekonomi masyarakat, sesuai dengan strategi utama Kabupaten Malang ada pengentasan kemiskinan, lingkungan hidup dan pariwisata,” ungkap Hari.

Sementara mengenai penebangan pohon di area Lembah Kera beberapa waktu lalu, yang juga sempat menuai polemik, Hari menjelaskan bila pengembangan tempat wisata tidak bakal mengabaikan kelestarian lingkungan.

“Ini kan dikembangkan dulu, dibentuk dulu, tapi nanti ada yang namanya penanaman pohon, reboisasi, itu dilakukan semuanya. Itu yang menjadi program. Tidak mungkin program itu selesai dalam waktu singkat satu dua bulan. Ketika menciptakan lokasi wisata baru, tapi mengorbankan lingkungan, tidak seperti itu. Apalagi Lembah Kera ini menjadi salah satu wisata panjat tebing yang didatangi dari seluruh Indonesia kan,” jelas Hari.

Hari menegaskan, untuk menata Lembah Kera memang butuh proses bertahap. Selain itu, Hari sedikit memberikan bocoran mengenai konsep Lembah Kera kedepan.

“Nanti rencananya ada outbond, kolam renang untuk anak-anak, dan lain sebagainya. Bertahap dikembalikan disitu, harapannya juga bagaimana kera-kera yang dulu ada disana bisa kembali lagi ke habitat lamanya,” pungkasnya. (sur/oso)

1 Komentar

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional