Connect with us

Kabupaten Malang

Curi Motor di Batu, Dau dan Malang, Jual Lewat Online

Diterbitkan

||

LEBIH : Tersangka mengaku 5 kali aksi curanmor. (Foto Humas Polres Malang)

Memontum Malang —Dua pemuda ini residivis dan spesialis pencuri sepeda motor seputaran kos-kosan. Usai mencuri, kebanyakan dijual lewat online Fesbuk (FB). Dalam rilis pers, Senin (20/11/2017) terungkap, aksinya menyatroni wilayah Batu, Dau dan Kota Malang.

Dua tersangka diringkus anggota Buru Sergap Satuan Reskrim Polres Malang dan menyita 1 unit sepeda motor Suzuki Satria FU curian.

Tersangka bernama, Muhammad Ibnu (23)  mengaku warga Jalan Majapahit, Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang dan tersangka Deni Panji Wijaya (18) pemuda warga Jalan Pasuruan, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Dalam rilis, duet kedua tersangka disebut mencapai 5 kali aksi pencurian sepeda motor. Namun, ada indikasi aksi spesialis sepeda motor teras rumah ini lebih dari 5 X aksi. Pasalnya, tersangka ini mampu merusak gembok pagar halaman rumah.

“Dua kali di Batu, dua kali di Dau dan sekali di Kota Malang. Sasarannya kebanyakan Subuh. Masuk halaman rumah sasaran dan pakai kunci letter T,” terang Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu kepada Memontum.com.

Azi juga menyebutkan, aksi kedua tersangka juga memanfaatkan kelalaian pemilik sepeda motor. Semisal, pemilik korban lupa mencopot kunci kontak sepeda motor. “Kami masih kembangkan kasus ini. Penjualan motor curian mereka lewat online, ” urai Azi.

Salah satu barang bukti ditunjukkan kemarin siang yakni sepeda motor Suzuki Satria FU abu-abu. Sepeda motor ini milik Gerry Dan Persada (21) seorang mahasiswa asal Desa Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Motor korban amblas pada Selasa (24/10/2017) pukul 18.00. Saat kejadian, motor diparkir di dalam halaman Kos Perum Muara Sarana Indah, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Penyelidikan dan pendalaman Buru Sergap Polres Malang terhadap aksi pencurian sepeda motor berbuah hasil. Senin (13/11/2017) pukul 01.00, Buser berhasil menyergap kedua tersangka.

Kedua tersangka sehari-harinya berbeda pekerjaan. Tersangka M Ibnu merupakan kernet truk sedangkan tersangka Deni adalah tukang listrik. “Tersangka pernah masuk LP kasus curat, curanmor dan pencurian ponsel,” ungkap Azi.

Kali ini, kembali kedua tersangka dijerat dugaan pelanggaran sesuai pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian disertai dengan pemberatan. Ancamannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara. (sos)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabupaten Malang

Kemendikbud Bersama KEK Singhasari Siap Cetak SDM Unggul

Diterbitkan

||

Saryadi, bersama beberapa perwakilan saat berfoto bersama dalam kegiatan workshop. (ist)
Saryadi, bersama beberapa perwakilan saat berfoto bersama dalam kegiatan workshop. (ist)

Memontum Malang – Kawasan ekonomi khusus (KEK) Singhasari terus berkomitmen untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang nantinya bisa diharapkan menjadi daya saing utama di era digital ekonomi.

Sebagai KEK pertama di bidang digital, KEK Singhasari bersama-sama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jendral (Ditjen) Pendidikan Vokasi, menggandeng Amazon Web Service (AWS) guna melakukan upskilling kepada guru-guru SMK tingkat Nasional dalam kegiatan ‘Workshop Peningkatan Kompetensi Guru SMK bidang Cloud Computing’.

Workshop tersebut, bertempat di Pendopo Museum KEK Singhasari, Senin (19/10), yang merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman terkait pengembangan Pendidikan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi dan juga perjanjian kerjasama peningkatan kompetensi SDM bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi pada pendidikan Vokasi dan KEK Singhasari.

“Ini adalah salah satu bentuk komitemen untuk mewujudkan link and match, antara pendidikan vokasi, dalam hal ini merupakan SMK dengan dunia industri yang dimana representasinya adalah KEK Singhasari yang memang perlu SDM terampil di jenjang pendidikan menengah yang bisa disuplai oleh SMK,” ujar Kasubdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerja Sama Industri Direktorat Pembinaan SMK, Kemendikbud, Saryadi, Senin.

Pada kesempatan itu, Direktur Kementrian dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Indsutri, Ditjen Pendidikan Vokasi, Ahmad Saufi, melalui video conference menjelaskan, salah satu bidang dalam teknologi informasi dan komunikasi yang paling populer dan dibutuhkan saat ini adalah cloud computing. Sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengola Big Data yang memudahkan untuk interaksi dan aktivitas.

“Oleh karena itu, cloud computing menjadi sebuah solusi untuk menjawab tantangan revolusi industri 4.0 ini. Saya juga apresiasi pihak AWS yang telah mau untuk mengimplementasikan dalam pelaksanaan workshop ini, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas peserta didik SMK,” tambahnya.

Saryadi menambahkan, kegiatan ini akan lebih mengarah pada teknologi agar guru dan anak-anak nantinya bisa di arahkan untuk menjadi praktisioner.

“Jadi nanti tidak lagi sekolah di haruskan mempunyai hardware yang mahal, tapi cukup dengan komputer standart pun itu sudah bisa dalam mengimplementasikan cloud computing. Ini juga diharapkan nanti bisa memangkas biaya di sekolah juga,” tutupnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Home Industri Makaroni Ludes Terbakar

Diterbitkan

||

Personel PMK Kabupaten Malang berupaya memadamkan api yang melahap home industri makaroni milik H Samsul berlokasi di Jalan Raya Desa Codo.
Personel PMK Kabupaten Malang berupaya memadamkan api yang melahap home industri makaroni milik H Samsul berlokasi di Jalan Raya Desa Codo.

Memontum Malang – Industri rumahan yang memproduksi camilan makaroni milik H Samsul di Jalan Raya Desa Codo Rt 44 Rw 13, Kecamatan Wajak, dilalap si jago merah, Minggu (18/10) tadi. Beruntung, dalam kejadian itu tidak sampai mengakibatkan korban jiwa.

“Kami menerima laporan tersebut sekitar 09.10 WIB,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) PMK Kabupaten Malang, Goly Karyanto.

Untuk memadamkan api, sedikitnya empat unit mobil pemadam, dikerahkan ke lokasi. Termasuk, satu unit kendaraan PMK dari PT Pindad.

“Api baru berhasil kami padamkan sekitar pukul 10.37 WIB. Sementara di lokasi, api telah membakar seluruh isi home industri,” paparnya.

Terkait dengan penyebab kebakaran, dirinya menjelaskan, tengah ditangani oleh petugas kepolisian. “Kemungkinanya, bisa dari aliran listrik atau tempat untuk memasak makaroni. Tapi untuk pastinya, masih diselidiki petugas kepolisian,” imbuhnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler