Connect with us

Kota Malang

Viral Buah Naga Dibuang, 3 Jam 1 Ton Ludes Terjual di Kota Malang

Diterbitkan

||

Viral Buah Naga Dibuang, 3 Jam 1 Ton Ludes Terjual di Kota Malang

Memontum Kota Malang – Meski sempat viral video pembuangan buah naga ke sungai yang diduga dilakukan oleh petani buah naga di Banyuwangi, namun tak membawa dampak signifikan terhadap penjualan buah naga di Malang Raya. Hal ini dibuktikan oleh Juari (36), pedagang buah naga yang turut meramaikan bazar kota Malang, di halaman depan Kartini Imperial Ballroom, Jl Tangkuban Perahu 1A Malang, selama 2 hari, Rabu-Kamis (23-24/1/2019), mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Juari membawa buah naga sebanyak 1 ton dan menjajakannya di atas pickup biru. Mulai digelar pukul 08.00, tak sampai 3 jam, buah naga yang dijual paketan 3 kilogram seharga Rp 10.000 langsung ludes diserbu pengunjung. “Meski bazar dibuka jam 8, pembeli sudah antre. Karena harus nunggu dibuka dulu,” jelas Juari.

Juari menunjukkan buah naga di atas pickup ludes diserbu pembeli. (rhd)

Juari menunjukkan buah naga di atas pickup ludes diserbu pembeli. (rhd)

Meski diberitakan harga buah naga anjlok dikisaran harga Rp 1.500 per kilogram, tak banyak pembeli yang protes meski diobral 3 kilogram Rp 10.000. “Hanya 1-2 pembeli saja yang nanya kok lebih mahal dibandingkan di medsos. Ya saya jawab, kan ke sininya juga butuh ongkos transportasi. Kalau dihitung-hitung sampai sini itu mas, jatuhnya Rp 3.000 per kilogram. Untungnya ya tipis. Nah, kalau di luaran pinggir jalan kan masih Rp. 5.000 per kilogram,” beber juragan buah asal Lawang ini.

Pria yang biasa menyuplai beranekaragam jenis buah di sekitaran Lawang, Pandaan, hingga Trawas pada beberapa pedagang dan supermarket ini mengaku video yang sempat viral tersebut tak terlalu memberikan dampak buruk. Hanya saja, penjualan selalu meningkat. “Tiap hari supply buah naga ini datang 5 ton di gudang. Selalu habis. Prinsip kami sih yang penting laku, kami bisa makan, petani juga senang. Kalau petani susah, kami juga yang susah mau jual apa,” ungkap Juari.

Menurutnya, video viral buang buah naga ke sungai itu karena buahnya memang sudah tak layak. “Di sana kan lagi panen raya. Terus kena hujan dan banjir, jadinya rusak di pohon. Istilahnya telat panen. Sementara sebagian yang sudah dipanen, telat dikasih obat lalat buah, jadinya ya busuk. Makanya terus dibuang,” cerita Juari. (adn/gie/yan)

 

Advertisement

Terpopuler