Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Wuik, Ada 4.000 Penderita HIV di Kota Malang, Didominasi Ibu Rumah Tangga

  • Kamis, 24 Januari 2019 | 18:20
  • / 17 Jumadil Uula 1440
Wuik, Ada 4.000 Penderita HIV di Kota Malang, Didominasi Ibu Rumah Tangga
Kepala Dinkes Kota Malang, Asih Tri Rachmi. (rhd)

Memontum Kota Malang—-Menurut data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Malang, cukup mengejutkan. Sebanyak 4.614 warga kota Malang dinyatakan menderita penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV). Data 2018 tersebut merupakan data kumulatif dari beberapa tahun terakhir, dimana penderita merupakan warga Kota Malang dan warga pendatang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi, mengatakan, meningkatnya jumlah penderita HIV di Kota Malang bukan disebabkan karena kondisi kesehatan yang menurun. Namun jumlah ini tak terdeteksi dari awal sebagai upaya pencegahan. “Jumlah ini hanyalah temuan kami akan penderita HIV di Kota Malang. Dulu banyak yang tidak mau memeriksakan diri, sehingga tidak terdeteksi. Masyarakat saat ini semakin sadar betapa pentingnya memeriksakan kesehatan sejak dini,” jelas Asih, sapaan akrabnya.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar penderita didominasi oleh ibu rumah tangga. “Ini berarti bukan ibu-ibunya yang nakal loh ya sehingga kena HIV, tapi karena dari awal pasangan suami istri tidak mau memeriksakan diri. Baru diketahui setelah kena penyakit tersebut,” ungkap Asih.

Berdasarkan data, penderita HIV yang rutin berobat di Puskesmas atau rumah sakit sekitar berjumlah 1.136 orang. Dari tahun ke tahun, pengidap HIV angkanya fluktuatif. Adakalanya naik atau menurun, merujuk empat tahun terakhir, yakni tahun 2015 ada 194 penderita, tahun 2016 ada 211, tahun 2017 ada 260, tahun 2018 ada 297. “Dari angka itu, merupakan orang yang memiliki kesadaran diri untuk memeriksakan diri ke dokter. Harapannya, kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk memeriksakan dirinya ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat terkait gejala HIV. Sebab kebanyakan mereka malu untuk memeriksakan diri, karena jika memang terdampak, takut didiskriminasikan,” terang Asih.

Upaya yang dilakukan Dinkes Kota Malang bagi penderita terdampak HIV, yakni dengan memberikan obat ARV, dimana terbukti ampuh mencegah virus HIV menyebar ke seluruh tubuh. “Jadi obat ini sifatnya mengendalikan virus HIV agar tidak menular dan bukan mengobati. Orang yang terkena HIV, jika mengkonsumsi obat ini tidak akan menularkan penyakitnya itu ke orang yang belum terjangkit, asalkan pemakaiannya rutin. Misalnya, seorang ibu hamil yang akan melahirkan anaknya jika rutin mengkonsumsi obat ARV, maka bayinya tidak akan terjangkit HIV,” papar Asih.

Upaya lainnya, Dinkes Kota Malang menjaring para pelaku LGBT atau penyuka sesama jenis. Menurutnya, dengan mencoba menyaring mereka akan semakin meminimalisir virus HIV. “Setidaknya, masyarakat harus menjauhkan diri dari hal negatif, seperti memakai narkoba (jenis suntik), melakukan seks bebas, LGBT dan perilaku menyimpang lainnya. Sebaliknya, berperilakulah sehat, aman, tertib dalam menjalankan hidup, sesuai agama yang dianutnya,” tandas Asih. (adn/gie)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional