Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Terpidana Korupsi Jembatan Brawijaya, Mati di Dalam Bui

  • Senin, 28 Januari 2019 | 06:54
  • / 21 Jumadil Uula 1440
Terpidana Korupsi Jembatan Brawijaya, Mati di Dalam Bui

Memontum Kediri—-Terpidana kasus korupsi Jembatan Brawijaya Kota Kediri, Wijanto Kabid Permukiman Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) meninggal dunia di dalam ruang tahanan. Kabar meninggalnya Wijanto itu diketahui sekitar pukul 12.00 Wib, di pembantaran narapidana Lapas 2A Kota Kediri, Sabtu (26/1/2019).

Meninggalnya Wijanto pertama kali diketahui oleh teman sekamar di Lapas tersebut, yang saat itu, dibangunkan untuk sholat dhuhur. Kakak ipar Wijanto, Mohammad Mahful  saat ditemui di rumah duka mengatakan, almarhum Wijanto tiba dilokasi kediamannya diKelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri sekira pukul 13.00 WIB. “Berdasarkan keterangan dari pihak Lapas, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.00 Wib, dengan kondisi jenazah langsung dibawa pulang menuju rumah kediaman, ” ujarnya.

Mohammad Mahful pun kaget, bila almarhum Wijanto meninggal dunia secepat itu,, menurutnya, beberapa waktu sebelumnya Wijanto sempat dijenguk oleh keluarga. “Keluarga besar beberapa jam yang lalu sempat menjenguk almarhum di  Lapas, untuk membicarakan rencana pernikahan putri bungsungnya, yang akan dilangsungkan April 2019 setelah Pemilu,” ungkapnya.

Namun ditengah perjalanan pulang, keluarga dikabari bahwa Wijanto meninggal pada saat berada di kamarnya. Wijanto sempat dilarikan ke RSU Daha Husada di Jalan Veteran, Mojoroto yang berjarak sekitar satu kilometer dari Lapas. Namun menurut keterangan yang diperoleh Mahful, Wijanto telah meninggal  pada saat di Lapas tersebut.

Berdasarkan keterangannya, Wijanto memang memiliki riwayat penyakit jantung. Bahkan jauh sebelum ia berada di Lapas. “Sudah dua tahun (memiliki riwayat sakit jantung).  Sebelum masuk Lapas itu kondisi beliau sudah sakit,” terangnya.

Diketahui Wijanto ini merupakan tiga dari tersangka yang terlibat dalam kasus korupsi Jembatan Kota Kediri. Dua diantaranya yaitu Kasenan, mantan Kepala DPUPR Kota Kediri dan Nuriman Satrio Widodo, pejabat pembuat komitmen (PPK). Terdakwa Wijanto  terbukti melanggar Pasal 3 Undang-undang No 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.(aji/mid)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional