Connect with us

Kediri

Tabloid Indonesia Barokah, Juga Beredar di Kediri

Diterbitkan

||

Memontum Kediri—-Tabloid Indonesia Barokah yang menghebohkan di sejumlah daerah, ternyata tabloid tersebut juga ditemukan di masjid-masjid dan pondok pesantren di Kota Kediri.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mansur mengaku menemukan 6 paket kiriman Tabloid Indonesia Barokah dibeberapa masjid. “Kami sudah mendapatkan instruksi dari Bawaslu pusat untuk melakukan penyisiran ke sejumlah masjid terkait penyebaran Tabloid Indonesia Barokah, dan hasilnya ada beberapa yang kami temukan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (27/1/2019).

Menurut Mansur, ada dua masjid di Kota Kediri yang telah mendapatkan kiriman tabloid itu. Dua masjid tersebut adalah Masjid Agung, dan Setono Gedong Kota Kediri.

Lebih lanjut Mansur menegaskan, dalam pengiriman tabloid itu setiap masjid mendapatkan kiriman sebanyak 3 paket. Dalam satu paketnya berisi 2 eksemplar.

“Pendistribusian tabloid itu dilakukan pada hari Kamis (24/1/2019) melalui kantor pos. ” ungkap Mansur.

Untuk mengantisipasi meluasnya peredaran tabloid fitnah tersebut,  Bawaslu melakukan pengecekan di kantor pos, dan ternyata sejumlah paket berisi tabloid yang dimaksud masih berada kantor  dan rencananya akan mereka kirim ke sejumlah Masjid maupun pondok pesantren di kota/kab Kediri pada keesokan harinya, dan sementara waktu ini dilakukan penahanan hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Berdasar pantauan dilapangan, amplop coklat itu terdapat nama pengirim paket tertulis atas nama Redaksi Tabloid Indonesia Barokah, Pondok Melati, Bekasi

Sesangkan disampul depan, ada judul berita “Reuni 212, Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik.(mid/im/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kediri

Pemkot Kediri Gelar Harmoni Fair 2019

Diterbitkan

||

Pemkot Kediri Gelar Harmoni Fair 2019

Memontum Kediri – Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar membuka secara resmi Harmoni Fair 2019 di GOR Jayabaya kemarin. Harmoni Fair tersebut merupakan rangkaian puncak Hari Jadi ke-1140 Kota Kediri dan digelar hingga 22/9/ 2019.

Dalam sambutannya Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, Harmoni Fair ini baru pertama kali diselenggarakan. Harmoni Fair ini dapat menggerakkan UMKM dan produk kreatif yang ada di Kota Kediri.

“Saya senang sekali karena kita sedang getol-getolnya menggerakkan perekonomian khususnya di UMKM. Kalau kita lihat di Kota Kediri, Alhamdulillah tahun demi tahun sudah banyak peningkatan khususnya pada daya saing UMKM. Ini berkat dari kita semua bergerak bersama-sama agar UMKM semakin baik dengan berbagai pelatihan dari Disperdagin, Dinkop UMTK ada juga dari Bank Indonesia,” katanya.

Dengan meningkatnya sektor UMKM perekonomian di Kota Kediri cukup menggeliat, dibuktikan dengan data dari statistik. “Pertumbuhan ekonomi Kota Kediri menyentuh angka 7,02%, ” tambahnya.

Kedepan Mas Abu berharap tidak hanya pemerintah saja yang mengadakan acara seperti ini, namun dari sektor swasta juga harus mengadakan pameran-pameran seperti ini.

“Kita bisa bergerak dan bekerjasama. Saya berharap banyak anak muda kreatif yang bergabung dan berkomunikasi ke Pemerintah Kota Kediri agar semua terjalin dengan baik. Semoga kedepan akan lebih semarak lagi dan UMKM ini mereka berjaya di market place, ” harapnya.

Harmoni Fair tidak hanya menyuguhkan produk UMKM saja, akan tetapi memasuki pintu utama, pengunjung akan dibawa melihat berbagai prestasi yang telah diraih oleh Kota Kediri.

Selanjutnya pengunjung akan melihat kampung wisata di Kota Kediri, stand UMKM dari Kota Kediri dan berbagai daerah lainnya, stand pameran instansi, food truck, kuliner, clothing, pameran dari komunitas motor, serta panggung hiburan. (aji/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Diduga Produksi Kosmetik Ilegal, Warga Ngronggo Diperiksa Polisi

Diterbitkan

||

Diduga Produksi Kosmetik Ilegal, Warga Ngronggo Diperiksa Polisi

Memontum Kediri – Saat ini jajaran Polsek Kota Kediri masih terus mendalami dugaan produsen kosmetik ilegal, dirumah kos Jalan Karanganyar RT 06/RW 01 Kelurahan Ngronggo Kota Kediri kemarin.

Polisi tengah melakukan pemeriksaan terhadap Risalia Wulandari (28) pengelola kos dan salah seorang sebagai pekerja peodusen kosmetik.

Kapolsek Kediri Kota, Kompol Suyitno mengatakan, petugas masih terus mendalami dan malukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus temuan bahan-bahan ynag diduga untuk pembuatan kosmetik di rumah kos Kelurahan Ngronggo. ” Petugas harus memperhatikan semua aspek dan prosedur hukum yang berlaku, ” katanya.Rabu (18/9/2019)

Kapolsek mengatakan, dalam menangani kasus ini tidak mau gegabah, dan tidak bisa langsung menentukan siapa pelaku atau tersangkanya. “Karena kasus ini termasuk pidana khusus, rencananya akan kami limpahkan ke Satreskrim Polresta Kediri. Semoga dalam waktu dekat dapat segera dilimpahkan, ” tegasnya.

Meski saat petugas gabungan dari Polsek Kediri Kota dan Satpol PP Kota Kediri melakukan pemeriksaan dilokasi tersebut, suami Risalia yang diduga pemilik bahan bahan kosmetik tersebut tidak ada di tempat. Namun, petugas Polsek Kediri Kota tetap membawa beberapa botol kemasan kosmetik dijadikan barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.

Berdasarkan informasi, informasi, Risalia memang mengetahui suaminya memesan beberapa bahan dan disimpan di bagian selatan tempat kos.

Bahkan, Risalia mengaku sering melihat aktivitas suaminya itu, saat melakukan pengolahan dan pengemasan bahan-bahan yang dipesan.

Dari hasil pemeriksaan, bahan bahan yang ditemukan ditempat kos tersebut diolah atau diracik menjadi sabun, sampo, krim, dan kosmetik lainnya. (mid/aji/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kediri

Bupati Warning Camat, Agar Fokus Sejahterakan Rakyat

Diterbitkan

||

Bupati Warning Camat, Agar Fokus Sejahterakan Rakyat

Memontum Kediri – Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mewarning tiga camat yang baru dilantik agar konsentrasi mensejahterakan masyarakat dan mewaspadai stunting.

Hal itu disampaikan Bupati saat melantik tiga camat baru yakni kecamatan Ringinrejo, Papar dan kecamatan Ngancar, karena tetiga wilayah kecamatan tersebut menjadi perhatian khusus bagi Bupati Kediri dr. Hj.Haryanti Sutrisno.

Dalam sambutannya, Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengatakan, pelantikan ini merupakan bentuk kepercayaan dari pimpinan, dan kepercayaan tersebut tentunya lahir dari persyaratan dan kompetensi yang telah dipenuhi.

“Pada kesempatan ini saya berpesan kepada semuanya bahwa kesejahteraan masyarakat harus selalu menjadi prioritas kita semua. Bagi ibu yang memiliki anak harus selalu kita berikan motivasi untuk memberikan ASI kepada anaknya. Dari jumlah angka kelahiran bayi, 80% anak harus mendapat asupan ASI, itu target kita. ” tegasnya.

Lebih lanjut Bupati Haryanti menekankan pentingnya peran serta semua pihak untuk mencegah stunting. “Stunting juga harus tetap menjadi perhatian kita semua, agar anak-anak di Kabupaten Kediri menjadi generasi yang berguna bagi nusa dan bangsa. Anak sejak lahir hingga usia 2 tahun harus mendapatkan asupan gizi yang cukup demi masa depan mereka nanti,” tutur Bupati.

Untuk diketahui, Ibnu Imad, S.Sos yang semula Camat Ringinrejo menjadi Camat Ngancar. Drs. Purwiaji, MM, yang semula sebagai Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, kini menjabat sebagai Camat Papar Kabupaten Kediri. Sedangkan Drs. Kaleb Untung Satrio, MM, yang semula Sekretaris DP2KBP3A, dimutasi menjadi Camat Ringinrejo.

Pelantikan dilakuikan di ruang Joyoboyo Pemkab Kediri itu dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto, Sekretaris Daerah Dede Sujana, serta seluruh Kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Kediri. (mid/kmf/aji/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler