Connect with us

Jember

Candi Deres Destinasi Wisata Puswoasri

Diterbitkan

||

Kepala Desa Purwoasri saat menengok Candi Deres. (Cw1)

Memontum JemberCandi deres merupakan satu dari sekian situs sejarah peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di Dusun Krajan, Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember.

Keberadaan candi ini diperkirakan sejak 1370 Masehi ketika raja hayam wuruk berkuasa.

Maka dari itu untuk melestarikan situs sejarah ini, pemerintah desa (Pemdes) Purwoasri berkeinginan menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisata.

Lestarikan peninggalan itu, Pemdes Purwoasri bersama warga yang tergabung dalam Komunitas Gerakan Pemuda Peduli Candi Deres bekerjasama dengan dinas pariwisata, melakukan pembangunan.

Menurut Sahuri, Kepala Desa Purwoasri, bahwasanya dinas pariwisata telah memberikan perannya yaitu dengan digelontorkannya dana untuk pelestarian situs sejarah itu secara bertahap.

“Nanti kalau sudah jadi objek wisata ,akan berdampak pada peningkatan ekonomi warga, karena mereka bisa berjualan di sekitar sini, ” kata Sahuri.

Akan tetapi lanjut Sahuri akses jalan menuju candi deres saat ini masih  kurang layak, mengingat begitu panjangnya sekitar 5 km.

“Dana desa masih belum memungkinkan untuk menjangkaunya terlalu jauh,” jelasnya.

Sahuri berharap agar akses jalan menuju candi deres bisa dianggarkan oleh pemerintah Kabupaten atau pemerintah provinsi.

“Jalan ini amat penting, disamping untuk akses menuju candi, jalan ini juga berfungsi sebagai jalur ekonomi pertanian, ” tambahnya. (Cw1/yud/oso)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jember

Petugas Damkar Berikan Simulasi Pegawai Lapas Kelas IIA Jember

Diterbitkan

||

Petugas Damkar Berikan Simulasi Pegawai Lapas Kelas llA Jember
Petugas Damkar Berikan Simulasi Pegawai Lapas Kelas llA Jember

Memontum Jember – Enam Petugas Damkar Kabupaten Jember, memberikan pelatihan atau simulasi pemadaman api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (Apar) kepada 42 pegawai Lembaga Pemasyarakatan Lapas (LP) Kelas IIA Jember. Menurut Ketua penyelenggara, Mapesik Andre Setiawan, kegiatan pelatihan yang diselenggarakan di lapangan sarana asimilasi dan edukasi yang terletak di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Kebonsari, adalah upaya mengantisipasi terjadinya kebakaran. Baik kebakaran di gedung maupun saat sedang bertugas.

“Di sini petugas pemadam kebakaran (Damkar) Jember, memberikan cara memakai kebakaran dengan alat Apar. Mulai dari menarik tuas tabung dan mematikan api searah angin berhembus. Dalam pelatihan ini, api disiapkan di sebuah tangki kosong yang disiram pertalite dan disulut api,” katanya.

Pelatihan memadamkan api dengan alat Apar, tambah Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata tertib di Lapas Kelas IIA Jember itu, sangatlah penting. Karena, fungsi dan kegunaannya sangat diperlukan saat berada di lingkungan kerja, ketika terjadi kebakaran sewaktu – waktu.

“Karena musim kemarau, ancaman kebakaran bisa terjadi dalam gedung terutama di lingkungan kerja,” tambahnya.

Pemateri dari petugas Damkar Kabupaten Jember, Ferdy Eko Putra, menjelas bahwa sosialisasi pemakai Apar, sangatlah penting. Karena, mampu memberikan pertolongan pertama untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran.

“Pesan kami, agar sosialisasi Apar tersebut, bisa dijadikan sebagai kegiatan pengetahuan dan keterampilan pegawai dalam pencegahan. Bila terjadi percikan api, segera dicegah dan segera dipadamkan dan melaporkan kepada petugas pemadam kebakaran (Damkar) posko terdekat,” ujarnya. (bud/sit)

Lanjutkan Membaca

Jember

Disnakertrans Jember Berikan Pelatihan Usaha Pada Perempuan dan Difabel

Diterbitkan

||

Disnakertrans Jember Berikan Pelatihan Usaha Pada Perempuan dan Difabel
Disnakertrans Jember Berikan Pelatihan Usaha Pada Perempuan dan Difabel

Memontum Jember – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Jember, menggelar pelatihan pada komunitas perempuan dan kelompok disabilitas, Jumat (13/11) tadi. Pelatihan yang berlangsung di Aula Disnakertrans itu, dimaksudkan untuk menjadi tenaga desain grafis paket 1.

Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Jember, Tombak Pramudia Rosa, mengatakan bahwa setelah mengikuti pelatihan tersebut, diharapkan peserta dapat tercipta tenaga kerja yang mandiri dan berkopetensi. Sehingga, bisa mendorong masyarakat menjadi wirausahawan yang mandiri.

“Pelatihan ini untuk memberikan ilmu ketrampilan yang bertujuan untuk memberikan dorongan kepada masyarakat agar bisa menghasilkan. Dengan begitu, akan dapat membantu meningkatkan perekonomi keluarga,” kata Tombak, Jum’at (13/11) tadi.

Pelatihan yang dilakukan tersebut, tambahnya, merupakan salah satu usaha Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, untuk menekan tingkat pengangguran. Di samping, mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah kondidsi pandemi Covid -19.

Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan dan Perluasan Kerja, Helmi Lukman, menyampaikan bahwa pelatihan akan berlangsung selama 14 hari. Selama pelatihan berlangsung, peserta agar selalu menjaga kesehatan.

“Untuk pelatihan berlangsung, peserta agar dapat menjaga protokol kesehatan dengan benar. Baik itu selalu menggunakan masker, sering cuci tangan dan selalu menjaga jarak,” ujarnya. (bud/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler