Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Kombucha, Antar Elok Zubaidah Jadi Guru Besar UB

  • Kamis, 31 Januari 2019 | 18:03
  • / 24 Jumadil Uula 1440
Kombucha, Antar Elok Zubaidah Jadi Guru Besar UB
Contoh kemasan Kombucha yang dibuat Elok Zubaidah. (rhd)

Memontum Kota MalangRasa pahit obat atau jamu menjadi kejengahan seseorang untuk sembuh. Namun, dengan rasa asam atau kecut, asalkan lebih terasa manfaatnya, beberapa orang mampu mengatasi rasa itu. Adalah Kombucha, minuman fermentasi yang berkhasiat menghilangkan racun (detoksifikasi) di dalam tubuh manusia, mencegah penyakit degeneratif yang saat ini banyak menjangkiti masyarakat Indonesia, dan memperpanjang usia.

Berkat penelitian selama beberapa waktu secara serius dan konsisten, akhirnya Elok Zubaidah berhasil mengembangkan Kombucha sekaligus mengantarkan Elok Zubaidah menjadi Guru Besar Universitas Brawijaya, yang dikukuhkan di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Rabu (30/1/2019). Elok Zubaidah merupakan pakar mikrobiologi dan fermentasi di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya, Elok mengetahui jika minuman fermentasi dengan cara-cara tertentu ternyata membawa manfaat bagi kesehatan manusia.

Elok Zubaidah, dalam pidato pengukuhan guru besarnya. (rhd)

Elok Zubaidah, dalam pidato pengukuhan guru besarnya. (rhd)

“Saya awalnya terinspirasi meneliti dan mengolah minuman fermentasi ini saat mengetahui tradisi orang Korea yang terbiasa mengkonsumsi makanan dan minuman hasil fermentasi, seperti Kimchi, Kombucha, dan yang lainnya. Dari hasil penelitian yang saya lakukan ada temuan menarik, ternyata buah yang mengandung anti oksidan paling tinggi bukanlah apel atau anggur, melainkan salak. Lantas, saya mengambil sampling salak Swaru yang terkenal asam,” ungkap Elok Zubaidah, sebagai awal greget penelitiannya.

Dari hasil penelitiannya, diketahui makanan ataupun minuman fermentasi mengandung senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh mikroba baik selama proses fermentasi. Senyawa bioaktif tersebut yang berfungsi sebagai penawar racun pada penyakit yang diderita oleh manusia. “Sebelumnya saya meneliti beberapa tikus uji yang sengaja dibuat diabetes hingga 400 milimoles dan setelah mengkonsumsi kambucha setiap hari selama 28 hari, ternyata kadar gula darah yang diderita tikus bisa menjadi normal,” ungkap Elok.

Beberapa penyakit degeneratif yang dapat dicegah dengan konsumsi Kombucha ini, antara lain diabetes, artritis, stroke, hingga penyakit kanker dengan kandungan yang ada dalam Kombucha. “Selain pencegahan, bisa juga untuk terapi seseorang yang sudah terkena penyakit degeneratif dengan konsumsi Kombucha buah-buahan yang saya kembangkan saat ini,” ujar perempuan yang mencoba mengolah dan mulai menjual Kombucha di kota Malang ini.

Menurutnya, Di Korea, banyak orang tua yang jalannya cepat karena setiap hari dibiasakan makan kimchi. Bahkan di wilayah lain seperti Kargasok China juga mengonsumsi makanan dan minuman fermentasi. Dari hasil pengamatannya di Kargasok, angka harapan hidup orang tua di sana mencapai 100 tahun. “Ternyata setelah dicek, mereka minum kombucha setiap hari. Dan itu sudah berlangsung sejak 2000 tahun yang lalu,” tuturnya.

Saat ini, Elok Zubaidah sudah membuat Kombucha hasil fermentasi dari buah salak, jambu, apel, dan buah-buahan lainnya yang dikemas dalam botol ukuran kecil untuk sekali minum. “Rencananya, akan saya perkenalkan Kombucha di Malang Raya untuk menjaga kesehatan semuanya,” pungkas Elok Zubaidah.

Penelitian Elok dengan penganugerahan Guru Besar, menambah daftar Guru Besar Universitas Brawijaya ke-244 bidang Ilmu Mikrobiologi. Bersamaan dengan Prof. Dr. Ir. Wahyono Suprapto, M.T.Met dari Fakultas Teknik menjadi Guru Besar ke-245 bidang Ilmu Pengecoran Logam. (adn/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional